Kisah Perselingkuhan Mertua dan Menantu yang Sempat Menghebohkan Jagat Maya
“Ngapain ya tiap siang dia pulang ke rumah tapi gak kabarin Norma?” – Norma (Norma, 2025)
Setelah MD Pictures menuai kesuksesan lewat Ipar Adalah Maut (2024), dan berhasil mencatatkan 4,7 juta penonton, merupakan rekor yang tak diduga sebelumnya. Namun, dari hasil tersebut membuktikan kalau kisah perselingkuhan (dalam hal ini perselingkuhan antar anggota keluarga), memang sangat menjual bila diangkat ke layar lebar.
Kini, Dee Company, kembali mengangkat kisah serupa yang pernah viral di akun TikTok pada akhir tahun 2022 dengan judul Norma: Antara Mertua dan Menantu. Oka Aurora yang sebelumnya menulis skenario Ipar Adalah Maut ada di balik alih wahana kisah perselingkuhan antara mertua dan menantu ini. Seperti apakah filmnya? Kita ulas di bawah ini.
Sinopsis

Norma (Tissa Biani), seorang perempuan yang pendiam dan pemalu, dikejutkan saat ia dilamar oleh Irfan (Yusuf Mahardika), seorang pemuda yang ditemuinya secara tidak sengaja saat ia sedang mengikuti pengajian bersama ibunya, Rina (Wulan Guritno). Namun, kekangan ibunya membuat Norma ragu untuk menerima lamaran ini, dan lantas menemui ayahnya, Abdul (Rukman Rosadi) untuk meminta restu. Kedua orang tua Norma yang sudah pisah ranjang sejak lama ini akhirnya bisa menyaksikan putrinya menikahi Irfan, walaupun tampak Rina tidak menyukai pemuda tersebut.
Kehidupan pernikahan mereka baik-baik saja dan saling mencintai satu sama lain. Untuk meluluhkan hati ibu Norma, Irfan bahkan membantunya membuatkan usaha mie ayam. Namun, rasa cemburu Norma terhadap teman suaminya di kantor, membuat Irfan jenuh dan membuatnya mulai mencari simpati kepada Rina. Tak disangka, di balik kepolosan Irfan, ia menaruh hati pada Rina dan berselingkuh dengannya. Mengetahui hal ini, Norma terkejut bukan main. Amarahnya sampai menjadi-jadi dan ia berusaha mencari tahu kenapa hal ini bisa terjadi dengannya.
Narasi lebih ringan, namun bertele-tele

Kalau sebelumnya kita pernah melihat Ipar Adalah Maut, film Norma memiliki kerangka yang kurang lebih sama. Perbedaannya, kalau yang pertama cenderung serius, Norma memasukkan dialog ringan dengan sedikit bumbu komedi untuk menimbulkan rasa greget penonton, terutama kaum hawa saat melihat film ini.
Kehadiran Nunung yang blak-blakan dan kepolosan Erick Estrada secara tidak langsung membuat rasa gemas dan ketawa tak tertahankan saat keduanya mulai mencurigai adanya perselingkuhan Irfan. Cukup satu adegan saja sebelum akhirnya kembali lagi ke permasalahan utama.
Konklusinya pun sedikit berbeda yakni dengan memasukkan adegan drama pengadilan yang sekedar formalitas belaka, karena kita hanya melihat pembacaan keputusan pengadilan tanpa melihat prosesnya. Norma tampaknya berusaha merangkum kisah nyata ini hingga tuntas, walaupun hanya mengambil pokoknya saja.
Akting Tissa Biani tidak bisa diimbangi Yusuf Mahardika

Melihat drama perselingkuhan seperti ini, yang menjadi tolak ukur adalah bagaimana kualitas akting para pemainnya. Jujur saja Tissa Biani tampil baik di film ini. Kualitas aktingnya sudah matang dan teruji, namun tidak untuk Yusuf Mahardika yang tampak sedikit kaku di beberapa adegan, terlebih saat melakukan adegan dengan Wulan Guritno.
Dramatisasi adegan perselingkuhan juga tidak semenarik Ipar Adalah Maut yang cenderung intens dan menarik, ketimbang Norma yang kurang sensual, padahal sama-sama memiliki rating 13+.
Kesimpulan
Sebagai satu-satunya film bertema perselingkuhan di Lebaran nanti, Norma tampaknya bisa menandingi kompetitor lainnya. Isu seperti ini memang banyak disukai kaum hawa, karena bisa mengocok emosi mereka, menimbulkan kekesalan kepada pelakunya sekaligus berempati terhadap korbannya.
Dengan dialognya yang ringan dan diselingi sentuhan humor, Norma diharapkan mampu memberikan pengalaman berbeda dari banyak kisah serupa yang banyak diceritakan di media sosial.
Director: Guntur Soeharyanto
Cast: Yusuf Mahardika, Tissa Biani, Wulan Guritno, Rukman Rosadi, Nunung, Erick Estrada
Duration: 134 Minutes
Score: 6.4/10