Dengan kucuran dana US$100 juta atau sekitar Rp1,6 triliun, akan digunakan untuk menyokong produksi lebih dari 30 judul film lokal sepanjang tahun 2026.
Akshay Melwani selaku CEO SHOW Token meyakini kemampuan kreatif orang Indonesia dalam membuat film khususnya horor, akan membuat platform ini sukses ke depannya.
Sebagai pemain baru dalam bentuk platform di dunia perfilman Indonesia, SHOW Token resmi diluncurkan di Indonesia pada 26 Juni 2026 sebagai ekosistem hiburan berbasis teknologi blockchain dan kecerdasan buatan (AI) pertama di Asia Tenggara.
Tidak main-main, platform asli Indonesia ini hadir membawa misi besar untuk mendisrupsi industri film nasional dengan menyiapkan dana investasi yang terbilang sangat masif, yakni US$100 juta atau sekitar Rp1,6 triliun. Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk menyokong produksi lebih dari 30 judul film lokal sepanjang tahun 2026.
Langkah perdana SHOW Token ditandai dengan menjadi Executive Producer untuk film horor Cerita Lila (berkolaborasi dengan MVP Pictures) yang sukses meraup ratusan ribu penonton di bioskop. Beberapa proyek film Indonesia lainnya yang masuk daftar pendanaan tahun ini di antaranya adalah Sihir Tanah Kubur (Juli 2026), Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati, Taboo, Siti Vampire, dan Sebelum Tiga Puluh.
Akshay Melwani selaku CEO SHOW Token mengatakan, “Kita punya banyak hantu di Indonesia, dan saya yakin semua orang Indonesia menyukai horor jadi kami merasakan bahwa ini bisa sukses. Saya ingin membawa film Indonesia ke tingkat global ke beberapa negara. Film seperti Cerita Lila dan film lainnya yang segera tayang dan kami ingin membuat ini lebih besar dan lebih baik karena kami mendukung film lokal dan industri lokal karena kami memiliki tim kreatif dan saya percaya sama tim saya, mereka sangat berpengalaman di industri film yang bisa membawa SHOW Token ke banyak negara yang suka horor terutama Asia, misalnya Korea, Malaysia, Singapura yang menyukai konten Indonesia, dan SHOW Token sebagai perusahaan global bisa membantu membuat impian ini terjadi.”
SHOW Token pun terbuka bekerjasama dengan berbagai pihak termasuk dengan production house kecil yang nantinya akan diseleksi oleh tim kreatif mereka yang kalau proyeknya bagus, skripnya bagus, film itu akan didukung hingga selesai. Jadi tidak hanya pihak-pihak besar tapi SHOW Token juga memberikan akses dan peluang kepada banyak pihak kecil karena tujuan utamanya adalah aksesibilitas. Tidak hanya membantu masyarakat untuk berpartisipasi di film, tapi juga membantu rumah produksi untuk mendapatkan partisipasi dari masyarakat luas.
Akshay Melwani pun juga terlihat sangat optimis dalam keterangannya sesaat setelah Pemikat Jiwa melakukan media screening di Jakarta (30/6). Ia mengatakan,”Obsession sudah berhasil menjadi hit di Amerika. Dan saya pikir Pemikat Jiwa jauh lebih bagus dari Obsession. Ini lebih baik karena ini adalag produksi lokal.” tambahnya sambil tersenyum puas.
Saat ditanya soal masuk ke industri series, Akshay menjawab, “Sekarang Kita fokus ke industri film, tapi SHOW Token merupakan ekosistem hiburan, jadi mudah-mudahan setelah film, kita akan menuju ke beberapa serial di masa depan.” Dia juga meminta bantuan media untuk mengabarkan berita baik ini ke masyarakat luas karena SHOW Token siap mendukung industri perfilman nasional.