Review Passenger (2026)

Teror Supernatural yang Meneror Saat Berhenti di Tengah Jalan

“Having both parents together doesn’t make it a home,” – Tyler (Passenger, 2026)

Universal Pictures baru saja merilis film terbarunya yang berjudul Passenger. Film yang disutradarai oleh André Øvredal (The Autopsy of Jane Doe, The Last Voyage of the Demeter) kali ini menghadirkan genre horor supernatural yang mengeksplorasi sisi gelap dari kehidupan jalanan di sebuah van, yang biasa kita sebut sebagai orang yang menghabiskan hidupnya di jalanan dan tinggal di sebuah van/caravan.

Genre horror jalanan ateu biasa disebut road horror memang bukanlah hal baru. Sejak kehadiran Race with the Devil (1975) hingga Jeepers Creepers (2001), subgenre ini telah berkembang pesat, walaupun tak sepopuler subgenre horor lainnya seperti zombie, supernatural, found footage, ataupun slasher. Seperti apa Passenger? Akan saya ulas di sini.

Sinopsis

Narasinya berpusat pada Tyler (Jacob Scipio) dan Maddie (Lou Llobell), pasangan muda yang mencoba gaya hidup tinggal di van, setelah keduanya menjual apartemen mereka. Perjalanan darat yang mereka lakukan berubah menjadi mimpi buruk setelah mereka menyaksikan kecelakaan jalan raya yang mengerikan. Mereka segera menyadari bahwa mereka telah menarik perhatian entitas jahat yang dikenal sebagai “The Passenger,” yang tanpa henti menguntit mereka, mengubah perjalanan mereka menjadi menakutkan.

Narasi sederhana dengan sinematografi menawan

Passenger mempunyai narasi yang relatif sederhana, dengan dua karakter utama yang merupakan sepasang kekasih yang mencoba hidup di van sambil berkelana di jalanan. Gangguan entitas supernatural yang hadir dalam perjalanan mereka, membuat keduanya harus mencari cara agar terlepas dari entitas tersebut. Namun kesederhanaan ini membuat eksposisi karakter terlalu lemah, bahkan terlalu klise, terlebih dalam mengambil sebuah keputusan (terlepas dari akting mereka yang cukup baik).

Satu hal yang membuat film ini menarik adalah sinematografinya yang pengambilan gambarnya banyak dilakuka pada malam hari dengan memanfaatkan penerangan apa adanya, framing lewat pantulan reflektif dan membangun ketegangan yang intens lewat treatment klaustrofobik, juga dihadirkan dengan baik oleh kedua pemeran utamanya.

Kesimpulan

Øvredal memang sudah terkenal lewat beberapa filmnya terdahulu. Tapi karakterisasi yang lemah membuat film ini belum mencapai standar tinggi yang telah ia miliki. Walau begitu, film ini tetap solid dalam menghantarkan ketegangan dan nuansa atmosferiknya yang mencekam di malam hari, memberikan jumpscares yang cukup efektif untuk memuaskan para penggemar horor.

Director: André Øvredal
Cast: Jacob Scipio, Lou Llobell, Melissa Leo
Duration: 94 minutes
Score: 7.0/10

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top