Teror Mistis Tanpa Henti di Sebuah Panti Asuhan yang Baru Saja Pindah
“Semenjak Nabi Adam diciptakan, jin akan menjerumuskan iman manusia sampai hari kiamat tiba dengan tipu muslihatnya,” – Pak Gustaf (Muslihat, 2025)
Selepas Lebaran usai, film horor Indonesia terbaru akan hadir di bioskop Indonesia. Hadir dengan judul Muslihat, film ini memiliki premis sederhana dan terkesan generik, membuat siapapun mudah untuk mengikuti jalan ceritanya.
Sinopsis

Saat sebuah panti asuhan pindah ke sebuah rumah yang agak besar dan berlokasi agak jauh dari rumah penduduk, Jihan (Asmara Abigail) dan adik perempuannya, Syafa (Ajeng Giona) berharap untuk memulai hidup baru mereka di tempat itu.
Namun, satu per satu kejadian aneh mulai hadir, dengan munculnya ular hitam di rumah tersebut, dan beberapa di antara mereka mulai kesurupan. Kemunculan Shinta (Tata Janeeta) yang selalu hadir di depan rumah sambil menyanyi dengan bahasa Sunda, menambah suasana mistis di rumah itu.
Pak Gustaf (Edward Akbar) selaku pemimpin panti berusaha menenangkan mereka, dan berusaha mengusir jin yang mengganggu anak-anak panti. Tapi jin itu sangatlah kuat, berhasilkah ia mengusir roh jahat yang ada di rumah itu?
Premis sederhana, dan tidak ada yang baru
Melihat film ini tidak ada yang sesuatu yang fresh dan beda dari film horor Indonesia yang pernah ada. Bahkan narasi seperti ini cukup generik, terlebih banyak shot diambil di dalam rumah, dan cenderung tidak variatif, membuatnya agak membosankan untuk ditonton.
Terselamatkan oleh akting pemainnya

Satu hal yang menjadi penyelamat film ini adalah akting para pemainnya yang begitu padu, dan adanya pemain anak-anak, membuat film ini terasa lebih bernuansa kekeluargaan, walaupun film ini bergenre horor.
Asmara Abigail yang tampil sebagai pemeran utama, tetap tampil baik dengan aktingnya yang begitu cair, walaupun sayang perannya kurang digali lebih dalam. Eksposisi dirinya dan adiknya kurang dikembangkan narasinya, membuat bisa lebih menarik kalau diangkat.
Kesimpulan
Sebagai film horor, Muslihat mungkin bukanlah yang terbaik di genrenya, premisnya yang generik tidak menyodorkan ide yang baru dan berbeda dari film sejenis. Shot-nya yang monoton, skoringnya yang terlalu over powering juga membuat jumpscares tidak terlalu efektif untuk menakuti penonton. Namun, kualitas akting dari para pemainnya, terutama anak-anak, bisa memberi ketakutan tersendiri di film ini.
Director: Chairun Nissa
Cast: Edward Akbar, Asmara Abigail, Ence Bagus, Fatih Unru, Tata Janeeta, Ajeng Giona, Keanu Azka
Duration: 90 Minutes
Score: 5.0/10