Narik Sukmo

Review Narik Sukmo (2025)

Rate this post

Upaya Balas Dendam Sepasang Penari Terhadap Warga Desa yang Menghukumnya

“Sebenarnya ini bukan pertama kalinya gue ngelihat sosok itu. Gue juga udah pernah dimimpiin sama dia,” – Kenara (Narik Sukmo, 2025)

Satu lagi film horor terbaru akan hadir di bioskop Indonesia. Setelah sebelumnya Syirik: Danyang Laut Selatan melakukan media screening, kini giliran Narik Sukmo mengadakan media screening-nya di Epicentrum XXI, Jakarta (24/6).

Film yang dialihwahanakan dari novel karya Dewie Yulliantina yang dirilis pada tahun 2019 ini disutradarai Indra Gunawan, dan dibintangi sederet bintang ternama yang akan membuat kita penasaran, seperti apakah filmnya nanti.

Narik Sukmo
© Mesari Pictures

Sinopsis

Di sebuah kos di Yogya, Kenara Cahyaningrum (Febby Rastanty) diajak temannya, Ayu (Dea Annisa) ke rumah Ayu di Desa Kelawangin. Kenara yang dulu suka menari, tak  menyadari ada bahaya yang mengancam dirinya di desa tersebut.

Saat Kenara tiba di desa tersebut, hujan turun lebat sepanjang malam disertai petir. Belum lagi, ia merasakan keanehan karena beberapa warga desa Kelawangin menatap tajam padanya. Kenara pun sering dihantui sesosok bayangan hitam yang selalu hadir dalam mimpinya. Tanpa sengaja, ia memasuki kamar terlarang di rumah Ayu yang ternyata kamar itu dahulu ditempati pamannya yang telah lama meninggal, dan tanpa sengaja membaca mantra yang ada di kamar tersebut.

Dari situlah musibah di desa Kelawangin datang bergantian. Penduduk desa satu per satu mati tidak wajar. Dan Kenara, terhipnotis dan tangannya mulai bergerak sendiri menari sendiri di luar kesadarannya. Tarian itu ternyata Tarian Narik Sukmo yang pernah dibawakan Banyu, paman Ayu dan kekasihnya, Ratimayu yang meninggal 20 tahun silam. Misteri apakah yang terjadi di desa tersebut, dan apa hubungannya dengan Kenara?

Narik Sukmo
© Mesari Pictures

Premis pasaran dengan eksekusi yang membosankan

Narik Sukmo mungkin bukan film pertama yang menggunakan premis berlatar penari. Banyak film menggunakan penari sebagai dasar narasi, walaupun cerita yang membalut karakter berbeda satu sama lain.

Dalam film ini, narasinya pun berkutat di seputar penari yang telah lama meninggal dan mencoba membalaskan dendamnya kepada masyarakat desa lewat karakter Kenara. Sebuah narasi yang terlihat generik, dan sudah bisa ditebak kemana film ini akan bergulir, dan sekedar menjual jumpscares kepada penonton.

Akting para pemainnya cukup baik

Dengan deretan cast ternama, diharapkan kualitas film secara kualitas juga meningkat. Hal ini memang terlihat nyata di film ini, dan kehadiran Febby Rastanty memang terlihat dominan di film ini, begitu juga dengan Teuku Rifnu Wikana, Dea Annisa dan juga Nugie.

Namun, sayangnya tidak diikuti pemeran lain seperti Aliando yang sekedar menjual ketenaran belaka, dan mendapat screen time yang tidak semestinya. Aktingnya cenderung datar dan tidak mempunyai impact apapun terhadap film ini.

Narik Sukmo
© Mesari Pictures

Kesimpulan

Sebagai film horor, Narik Sukmo lagi-lagi hanya menggunakan alih wahana yang pasaran, dan hanya menjual jumpscares ketimbang kualitas ceritanya. Beruntung akting para pemainnya cukup mengangkat film ini dari kehancuran, dan secara teknis juga cukup baik, walaupun terlihat membosankan eksekusinya. Narik Sukmo akan tayang serentak mulai 3 Juli 2025 di seluruh bioskop Indonesia.

Director: Indra Gunawan

Cast: Febby Rastanty, Aliando Syarief, Dea Annisa, Teuku Rifnu Wikana, Nugie, Kinaryosih, Maryam Supraba, Yama Carlos, Elly Luthan

Duration: 95 Minutes

Score: 6.5/10

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top