Ketika Pembalap Senior Membalap di F1 dan Merubah Segalanya
“Okay, Red Bull, Ferrari, Mercedes, Aston, now McLaren, all have us beat on the straights. Our shot is battling the turns. We need to build our car for combat.” – Sonny Hayes (F1: The Movie, 2025)
Di musim panas ini, banyak film baru bermunculan. Namun ada salah satu film yang paling banyak ditunggu, dan itu adalah F1: The Movie, sebuah film yang menceritakan seluk beluk balap mobil paling bergengsi di dunia, yaitu Formula 1 yang diceritakan lewat perspektif karakter utamanya yang di film ini diperankan oleh Brad Pitt.

Sinopsis
Sonny Hayes (Brad Pitt), seorang pembalap Formula Satu yang pada tahun 1990-an pernah mengalami kecelakaan parah, memaksanya untuk pensiun dari Formula Satu dan ia mulai beralih membalap di balapan mobil lainnya.
Namun, setelah ia berhasil menjuarai ajang Le Mans bersama timnya, seorang pemilik tim Formula Satu dan teman balapannya dulu, Ruben (Javier Bardem), menghubungi Hayes dan memintanya untuk tim F1 miliknya, Apex Grand Prix (APXGP), sambil membimbing pembalap muda di tim tersebut, Joshua “Noah” Pearce (Damson Idris). Berhasilkah Sonny melakukan pekerjaannya di tim barunya ini?
Durasi panjang dengan pengalaman sinematik luar biasa
Sebagai sebuah film yang mempunyai narasi tentang balapan, mungkin film ini bukanlah yang pertama. Ada banyak film sejenis F1: The Movie yang sama baiknya, sebut saja Rush (2013), atau Ford v Ferrari (2019), yang mempunyai atmosfer serupa dalam menggambarkan narasinya.

Namun, film ini sangat berbeda dari sisi kepuasan yang tak ditawarkan dua film di atas. Kita akan disuguhkan pengalaman sinematik yang memukau dengan kemegahan visual yang tak bisa diungkapkan kata-kata. Kita seperti menonton langsung film ini tepat di sisi tribun penonton, dengan semua deru mesin jet darat dari tiap tim dan kru yang lalu lalang di pit stop tepat sebelum balapan dimulai.
Setiap balapan akan dimulai, indra kita dimanjakan oleh visualisasinya yang terbingkai apik lewat editing dan transisi adegan yang sangat rapi dengan pace cepat, juga skoring yang didominasi musik beat yang bisa menghentak penonton. Kemampuan film ini dalam menghibur memang tak usah diragukan lagi, dengan mudah F1: The Movie bisa membawa penonton ke dunia balap F1 yang penuh adrenalin tinggi.
Kesimpulan

Bagi pecinta balap F1, film ini akan memuaskan kita. Bagaimana tidak, semua pembalap F1 yang membalap di musim 2023, dihadirkan di film ini, mulai dari Max Verstappen, Sergio Perez Charles Leclerq, Carlos Sainz Jr, sampai Fernando Alonso dan Lewis Hamilton pun hadir. Eksekutif dari tim F1 pun juga tak lupa dimunculkan beserta komentator lomba aslinya.
Dalam film yang didukung sepenuhnya oleh Formula 1 ini, kita akan melihat sebuah karya yang belum pernah kita lihat sebelumnya di film sejenis. Elemen teknis yang luar biasa dengan penempatan kamera di banyak tempat, terutama di dalam kokpit yang bisa berputar 360 derajat, membuat kita bisa melihat apa yang dilihat Sonny saat membalap.
Mungkin yang bisa menyamai visualisasinya hanya Top Gun: Maverick (2022), di mana Kosinski juga bertindak sebagai sutradara di film tersebut, dan F1: The Movie merupakan tantangan terbesarnya dalam membuat balapan darat ini bisa dinikmati di layar lebar, khususnya IMAX yang menawarkan kepuasan yang lebih signifikan ketimbang studio lainnya.
Director: Joseph Kosinski
Cast: Brad Pitt, Damson Idris, Kerry Condon, Tobias Menzies, Javier Bardem
Duration: 155 Minutes
Score: 9.2/10