Warkop DKI Kartun

Review Warkop DKI Kartun (2025)

Kembalinya Trio Warkop DKI Lewat Animasi yang Cukup Menghibur

“Waduh ini robot mesti kita bawa keluar, kalau enggak bisa diobrak-abrik nih kantor,” –  Kasino (Warkop DKI Kartun, 2025)

Trio Warkop — Dono, Kasino, dan Indro, kembali lagi ke layar lebar! Bukan lewat remake terbaru, tetapi lewat film animasi dengan judul Warkop DKI Kartun. Setelah sebelumnya sukses lewat Warkop DKI Reborn 1-4 (2016-2020) dan seri animasinya yang dirilis pada 2021, kini Warkop DKI Kartun hadir lewat sajian omnibus animasi. Tiga cerita berbeda yang menceritakan saat ketiga sahabat ini terseret dalam 3 misi berbahaya dalam tugasnya sebagai agen CHIIPS.

Warkop DKI Kartun
© Falcon Pictures

Sinopsis

Dono, Kasino, dan Indro, harus melakukan misi mereka yang berbahaya sebagai agen CHIIPS. Misi pertama adalah mengalahkan robot yang mereka ciptakan, namun mengalami malfungsi, yang menyebabkan robot itu berbalik melawan mereka.

Misi kedua, mereka bertiga berubah menjadi anak SD untuk mengungkap skandal kecurangan ujian nasional, dengan mencari siapa yang menjual jawaban ujian itu kepada anak-anak.

Misi ketiga, mereka menyamar sebagai pemain tim nasional Indonesia dalam kualifikasi Piala Dunia saat melawan Korea Barat untuk menghentikan konspirasi yang dapat memicu perang nuklir. Apakah ketiganya berhasil menyelesaikan misi mereka?

Banyak elemen pop culture dimasukkan

Warkop DKI Kartun
© Falcon Pictures

Melihat Warkop DKI Kartun, sontak pikiran kita melayang jauh ke masa kejayaan trio Warkop DKI lewat sejumlah celutukan antar mereka yang kocak dan memancing gelak tawa.

Dengan pengisi suara yang mempunyai kemiripan cukup baik dengan versi aslinya, ketiga cerita berbeda ini juga memasukkan beberapa elemen pop culture yang mengingatkan kita pada game lawas 8-bit, anime Jepang seperti Detective Conan, Crayon Shinchan, atau Tom and Jerry.

Kejar-kejaran bak animasi Scooby Doo juga terlihat di animasi ini. Tentu saja theme song khas Warkop DKI yang diambil dari theme song Pink Panther tak ketinggalan diaransemen ulang.  

Selain pengaruh pop culture, pengaruh CHIIPS yang dirilis pada tahun 1983, juga tak ketinggalan dimasukkan di film animasi ini. Selain itu di cerita Robot Antik tampaknya terinspirasi dari Sama Juga Bohong (1986) yang memasukkan elemen robot ke dalam narasinya.

Sedangkan cerita sepakbola, nampak karakter yang memperlihatkan wasit ternama Pierluigi Collina yang terkenal dengan kepala plontosnya. Tak hanya Collina, pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, sekilas digambarkan sebagai pemimpin Korea Barat di film ini.

Warkop DKI Kartun
© Falcon Pictures

Kesimpulan

Sebagai sebuah film omnibus, ketiga cerita ini sederhana dan mudah dicerna semua umur. Tentu tak semua cerita menarik, dari ketiga film ini yang menarik adalah film pertama dan film kedua, sedangkan film ketiga terlalu dragging dan jokesnya terdengar cringe di beberapa adegan.

Film kedua terasa orisinal, dengan sedikit sentuhan aksi menarik ala whodunit ringan yang mudah dicerna anak-anak. Sedangkan di film pertama, premisnya mengingatkan kita pada beberapa film Hollywood yang sekarang terlihat ringan untuk penonton anak-anak tanpa kehilangan esensinya.

Dalam gala premiere yang diadakan di Epicentrum XXI, Jakarta (21/6), banyak keluarga yang membawa anak-anaknya bisa menikmati film ini dengan lepas, dan diharapkan Warkop DKI Kartun dapat menghibur banyak keluarga Indonesia yang rindu terhadap trio lawak legendaris yang sekarang dihidupkan lagi lewat animasi yang menghibur. Tonton film ini serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 26 Juni 2025.

Director: Daryl Wilson, Rako Prijanto

Cast: Wiwid Widyas, Farie Judhistira, Mo Sidik, Indro Warkop, Jaja Mihardja, Mandra, Beby Tsabina

Duration: 90 Minutes

Score: 7.2/10

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top