Review Shutter (2025)

Remake Horor Thailand yang Cukup Menegangkan Hingga Akhir

“Dia datang ke kita karena dia mau ngasih kita pesan,” – Pia (Shutter, 2025)

Falcon Pictures kembali meremake salah satu film horor legendaris asal Thailand yang membuat film tersebut terkenal ke seluruh dunia dan sempat di remake di sejumlah negara seperti Hollywood dan India.

Siapa yang tak mengenal film Shutter? Film yang dirilis pada tahun 2024 dan disutradara Banjong Pisanthanakun dan Parkpoom Wongpoom, sempat melejitkan pemain utamanya, Ananda Everingham, dan membuat Banjong dan Parkpoom sebagai duet film horor Thailand terbaik saat itu.

Sinopis Shutter
Darwin (Vino G. Bastian), seorang fotografer senior yang selalu menggunakan kamera manual, terkejut menemukan bayangan seorang wanita di setiap foto yang diambilnya. Tak lama kemudian, sosok wanita itu muncul di dunia nyata dan menerornya.

Pia (Anya Geraldine) pacar Darwin, memutuskan untuk menyelidiki identitas wanita itu. Ternyata wanita itu adalah Lilies (Niken Anjani), seorang mahasiswi berprestasi yang pernah kuliah di universitas mereka. Ketika teman-teman Darwin mati satu per satu, Pia yakin ini terkait dengan ‘dosa’ yang dilakukan Darwin di masa lalu. Apa yang sebetulnya dilakukan Darwin kepada Lilies sampai teror itu memakan nyawa?

Narasi yang identik dengan film aslinya

Menonton remake Shutter versi Indonesia, membuat memori kita kembali ke masa lalu, saat pertama kali filmnya keluar. Perbedaannya tidaklah terlalu signifikan. Hal krusial yang masih dipertahankan adalah penggunaan negatif film sebagai latar munculnya sosok hantu perempuan. Sebuah signature yang selaras dengan narasi aslinya. Selebihnya semua tidak ada yang berbeda.

Elemen teknisnya cukup baik
Perbedaan waktu 21 tahun dari versi aslinya pasti membuat remake ini mengalami banyak perubahan. Latar rumah miminalis nan mewah, kini menjadi tempat tinggal Darwin dan Pia yang sudah mapan dalam berkarir.

Herwin Novianto yang sebelumnya menggarap Kang Mak (2024) dan Kang Solah (2025), berhasil memperlihatkan nuansa horornya lewat beberapa shotnya, seperti saat berada di kamar gelap, atau saat mimpi dialami Pia. Sayangnya karena tone warnanya kurang gloomy, keseraman ini memang berdampak instan, walaupun tidak terasa intens bagi beberapa penonton.

Kesimpulan
Sebagai sebuah remake horor legendaris, Shutter versi Indonesia ini bisa dikatakan cukup menegangkan. Narasinya yang identik dan tidak berbeda jauh dari aslinya, akan membuat kita kembali ke masa kejayaan film ini.

Vino G. Bastian dan Niken Anjani berperan cukup baik, dan chemistry-nya terasa intim. Akting keduanya memang tak usah diragukan lagi. Nantikan Shutter serentak di Indonesia mulai 30 Oktober 2025.

Director: Herwin Novianto
Cast: Vino G. Bastian, Anya Geraldine, Niken Anjani
Duration: 89 minutes
Score: 7.2/10

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top