Review Murder Report (2025)

Wawancara Sang Pembunuh Bayaran yang Amat Mengejutkan

“Aku akan membunuh orang di tengah malam tiga hari lagi. Jika kau setuju untuk wawancara, kau akan diberi peluang untuk membantu orang tersebut. Aku adalah pembunuh berantai,” – Lee Yeong-Hun (Murder Report, 2025)

Sony Pictures kembali merilis film Korea terbarunya yang diberi judul Murder Report. Sebuah film bergenre misteri thriller yang akan membuat penonton tak bergerak hingga film ini selesai. Dibintangi Cho Yeo-Jeong yang kita kenal lewat perpisahan di Parasite (2019), tentu akan membuat kita penasaran seperti apa yang mengajak di film ini.

© Sony Pictures

Sinopsis Murder Report

Sebagai reporter veteran, Baek Seon-Ju (Cho Yeo-Jeong), tiba-tiba mendapat telepon dari seseorang yang mengaku telah menjadi pembunuh berantai dan ingin membuat wawancara dengannya.

Pertemuan yang diatur oleh pembunuh ini ternyata berasa di sebuah kamar suite yang luas di sebuah hotel berbintang yang terasa estetis. Setelah bertatap muka, si pembunuh ini ternyata adalah seorang psikiater bernama Lee Yeong-Hun (Jung Sung-Il).

Yeong-hun mengaku sebagai pembunuh beratai yang telah membunuh 11 korbannya dengan cara yang sangat sadis. Setelah mendengar pengakuan Seon-ju, ada sesuatu yang terasa tak masuk akal, bahwa motif pembunuhan tersebut berawal dari perawatan seorang pasien. Seiring berjalannya wawancara, ketegangan pembicaraan semakin meningkat dan Seon-ju merasa ada yang tidak beres dan ingin melarikan diri dari sana.

Namun, Lee Yeong-Hun mengatakan kepadanya bahwa jika dia berhenti mewawancarai dirinya sendiri, orang lain akan dibunuh. Siapa kira-kira yang akan membunuh Yeong-hun? Dan mengapa dia begitu ingin diwawancarai?

© Sony Pictures

Narasinya berlapis dengan akting brilian

Dengan dua pemain utamanya saja, film ini bisa menghipnotis kita dengan premisnya yang terlihat sederhana tapi penuh lapisan yang mengejutkan di paruh ketiganya.

Menonton film ini bagaikan melihat analogi anjing dan kucing. Analogi yang sering digunakan untuk menggambarkan karakter utama yang kontras satu sama lain dan saling mengintimidasi. Sosok anjing sering digambarkan sebagai sosok yang ramah, positif dan berempati, sementara kucing lebih misterius, penuh kejutan, dan cenderung menyendiri.

Hal ini terlihat saat dalam Yeong-hun dan Seon-ju yang saling mengintimidasi dan mencoba membaca pikiran lawan mainnya. Sebuah prinsip ‘Theory of Mind’ yang didukung oleh konsep-konsep seperti mentalizing dan perspective-taking, yang memungkinkan seseorang untuk memperkirakan, menganalisis, dan memprediksi perilaku orang lain. Selain itu keduanya mencoba untuk memahami pandangan, pikiran, perasaan, dan motivasi lawan bicaranya, meskipun berbeda dengan pandangan diri sendiri.

Semua itu nantinya akan berujung pada sebuah jawaban yang mengejutkan, dan apa yang selama ini diyakini oleh Yeong-hun ternyata berbalik arah ke dirinya lewat sebuah hypnosis yang dilakukan Sung-Il. Sebuah treatment menawan di ujung konklusi yang tentunya akan mengagetkan penonton yang sabar menanti hingga menit akhir.

© Sony Pictures

Kesimpulan

Cho Yeo-Jeong dan Jung Sung-Il bermain sangat bagus dalam memerankan kedua karakter yang penuh misteri ini. Premis sederhana yang ternyata bisa dieksplorasi lebih jauh dengan eksekusi menawan lewat permainan dialog antar keduanya yang bak anjing dan kucing.

Jangan lupakan tone warna yang disematkan dalam beberapa sesi wawancara lewat pengaturan mood di kamar mewah tersebut. Perubahan ini menciptakan emosi berbeda dalam setiap pertanyaan yang diajukan, yang bisa merubah tensi di antara keduanya hingga akhir.

Director: Cho Young-jun

Cast: Cho Yeo-jeong, Jung Sung-il, Kim Tae-han, Choi Su-im

Duration: 108 minutes

Score: 8.0/10

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top