Alihwahana Kisah Daud yang Dihadirkan dalam Animasi Musikal
“I’m a shepherd. What can I do but look after my sheep?” – David (David, 2026)
Angel Studios kembali lagi dengan film terbarunya, kali ini lewat David, sebuah animasi musikal yang mengangkat kisah Daud (sebutan David di Indonesia), seorang gembala yang nantinya ditakdirkan untuk menjadi raja besar di Israel.
Sinopsis
Sesuai judulnya, film ini berfokus pada David, seorang gembala yang sejak kecil memiliki kerendahan hati yang besar terhadap sesamanya. Sebagai rakyat biasa, David justru memiliki keberanian yang besar, yang ia tunjukkan saat melindungi domba-dombanya dari serangan singa di padang gurun Bethlehem.
Kehidupan David berubah drastis ketika Nabi Samuel datang ke keluarganya untuk mengurapinya sebagai calon Raja Israel masa depan untuk menggantikan Raja Saul yang tidak percaya lagi pada Tuhan. Hal ini diperburuk dengan peperangan melawan bangsa Filistin, yang membuat David harus menjadi tameng rakyatnya saat melawan raksasa Goliath dengan bersenjatakan baru dan ketapel saja.
Dengan imannya yang kuat, David berhasil mengalahkan Goliath. Namun, kemenangan ini memicu permasalahan baru, Raja Saul mulai merasa terancam oleh popularitas David di mata rakyatnya sendiri dan mulai memburunya. Apa yang kemudian terjadi dengan David dan pelariannya?
Eksekusi bak animasi Hollywood
Melihat David, kita seperti melihat animasi ala Disney yang dikemas lengkap dengan soundtrack nya. Secara visual, memang tidak kalah, tapi yang luar biasa adalah lagu-lagunya yang catchy dan easy listening, membuat siapapun yang menonton David, bisa menikmati keseruan cerita yang dibungkus musikalisasi hingga film selesai.
Perbandingan dengan versi Alkitab
Penggambaran David di film ini lebih sebagai pembawa damai yang rendah hati yang dikagumi keluarga dan rakyatnya. Film ini hampir sepenuhnya berfokus pada masa mudanya dan kenaikannya ke takhta, dan filn ini berakhir sebelum kegagalan moralnya di kemudian hari.
Menariknya, film ini menunjukkan David mengampuni singa yang menyerang domba-dombanya, padahal di versi Alkitab tidak digambarkan seperti itu. David secara eksplisit dikatakan kalau ia membunuh singa tersebut.
Begitupun saat duel dengan Goliath yang tetap menjadi inti cerita, tetapi kekerasan yang nyatanya ada, harus “disensor” agar sesuai sebagai tontonan anak-anak. Meskipun kekalahan Goliath sudah dinyatakan dalam Alkitab, film ini tidak menunjukkan adanya adegan pemenggalan kepala, dan malah menunjukkan helm Goliath yang dibawa Raja Saul kembali sebagai simbol kemenangan.
Begitupun Raja Saul muncul sebagai antagonis yang berkonflik dengan David, tidak digambarkan sekadar penjahat biasa. “Kegilaannya” digambarkan melalui metafora visual (kadang-kadang roh Amalek), yang menekankan rasa takut dan kesombongannya sebagai sumber kekacauan batinnya.
Kesimpulan
Sebagai animasi yang diangkat dari Alkitab, film ini menjadi contoh yang baik saat kisah legendaris Daud diangkat ke layar lebar dalam bentuk animasi musikal yang menarik bagi penonton anak-anak dan dewasa yang menontonnya.
Film ini menekankan pada keberanian, iman, dan narasinya dihadirkan sebagai tipikal Yesus. Narasi tersebut juga menggaungkan peran Daud sebagai gembala bagi umatnya, yang sejajar dengan gambaran Gembala yang Baik dalam Perjanjian Baru.
Directors: Brent Dawes, Phil Cunningham.
Cast: Phil Wickham, Brandon Engman, Adam Michael Gold, Asim Chaudhry, Mick Wingert, Lauren Daigle, Brian Stivale. (English Voice Over)
Duration: 110 minutes
Score: 7.5/10