Ritual Tumbal Bayi yang Menyesatkan di Sebuah Desa Terpencil
“Apa yang membuat kamu kemari? Kenapa kamu mau menggugurkan janinmu?” – Ni Itoh (Kampung Jabang Mayit, 2025)
Sebuah film horor Indonesia terbaru yang temanya agak unik bisa kita tonton di bioskop sesaat lagi. Hadir dengan judul Kampung Jabang Mayit, cerita film original ini diadaptasi dari thread viral pada tahun 2022 yang ditulis oleh Qwertyping (Teguh Faluvie). Cerita tersebut lanstas dikembangkan oleh Qwertyping bersama Prasodjo Muhammad menjadi podcast video series sepanjang 4 season (32 episode) dan telah ditonton lebih dari 20 juta kali di platform Youtube.
Kisah Kampung Jabang Mayit diharapkan bisa sukses seperti podcast Prasodjo Muhammad lainnya seperti Petaka Gunung Gede yang sukses dialihwahanakan ke dalam film layar lebar.

Sinopsis
Seorang foto model muda yang tengah bersinar bernama Weda (Ersya Aurelia), terancam kariernya akibat hamil di luar nikah dengan fotografernya, sekaligus kekasihnya, Bagas (Bukie B. Mansyur). Dalam keputusasaannya mencari jalan keluar, Bagas mengajak Weda ke kampung halamannya—Desa Rangkaspuna, sebuah desa terpencil bekas pembuangan mayat tak dikenal, yang terisolasi, dan masih menjalankan praktik mistis kelam oleh seorang dukun bernama Ni Itoh (Atiqah Hasiholan) dan pelayan setianya, Rini (Rachquel Nesia Gusty Gaza).
Namun, niatnya untuk mengugurkan kandungannya justru berubah menjadi mimpi buruk. Weda terjebak dalam ritual maut Ni Itoh yang berujung nyawa dan tak bisa dihindari, atau keluar selamanya dari Desa Rangkaspuna.
Narasi unik bak kultus pagan yang tak biasa di genre horor Indonesia

Bila kita melihat dari perspektif orang awam dan belum mendengar podcast-nya, kita akan berpikir kalau Kampung Jabang Mayit sama seperti film horor pada umumnya. Nyatanya, film ini tak sekedar berkisah tentang makhluk gaib yang dipanggil melalui ritual gelap untuk mencuri bayi dari ibu yang belum siap dan memangsa bayi tersebut. Makhluk yang selalu disebut sebagai Hantu Jabang Mayit dan dikisahkan dalam podcast tersebut, kini dikisahkan lewat prekuel di film ini.
Bisa dikatakan kalau alih wahana ini sangat menarik untuk ditonton, terlebih bagi mereka yang mengikuti podcast-nya. Namun, salah satu hal yang membuat film ini menarik dan berbeda dari film horor Indonesia lainnya adalah temanya yang sedikit mengingatkan kita pada The Wicker Man (1973) atau Midsommar (2019), yang mengeksplorasi ritual kultus pagan, yang di film ini ditunjukkan lewat sosok patung besar berwarna hitam yang merepresentasikan dewa kesuburan yang banyak ditemui di sejumlah mitologi kuno.
Kultus pagan versi lokal atau bisa kita sebut kepercayaan tradisional yang berkembang di berbagai daerah, seperti kepercayaan animisme, dinamisme, dan kepercayaan kepada dewa-dewa. Tentu saja, ritual seperti ini menuntut adanya pengorbanan manusia dan ritual-ritual lain yang penuh kekerasan.
Jumpscares mendominasi keseluruhan film

Pada paruh pertama film ini cenderung ke arah suspense thriller dengan nuansa horor yang kental. Sedikit latar belakang dari Desa Rangkaspuna juga dijelaskan, begitu pula dengan siapa Ni Itoh yang mendapat screen time di prolog. Setelah itu kita latar film akan maju dua hari sebelum kejadian prolog, di mana narasi akan berpusat pada Bagas dan Weda, juga kesulitan yang mereka alami dan mengantarkan keduanya ke Desa Rangkaspuna.
Mulai dari sini, jumpscares satu per satu muncul lewat bayangan hitam yang mengikuti mereka, dan makin intens saat keduanya tiba di desa tersebut. Alurnya yang cukup lambat memang membuat film ini sedikit membosankan, terlebih konflik baru menunjukkan eskalasinya setelah paruh kedua lewat sejumlah jumpscares yang bermunculan di beberapa adegan.
Setelah konfrontasi yang cukup intens, film ini ternyata di luar dugaan sangat menarik, dengan adegan gore yang cukup sadis, namun tidak terlalu berlebihan.
Kesimpulan

Sebagai sebuah film horor berlatar ritual pagan, Kampung Jabang Mayit sangat menarik dan berbeda dari film horor Indonesia sejenis. Film seperti ini sangat jarang ada, terlebih dengan sentuhan kearifan lokal setempat, membuat visualisasinya amat berbeda dari film bertema serupa.
Memang, alurnya yang cukup lambat akan membuat kita sedikit bosan, tapi nuansa horornya yang mencekam dari awal hingga akhir akan menggiring kita ke suasana yang dipenuhi atmosfer ketakutan yang mampu diperlihatkan semua cast-nya. Tonton segera Kampung Jabang Mayit pada 24 Juli 2025
Director: Wisnu Surya Pratama
Cast: Ersya Aurelia, Atiqah Hasiholan, Rachquel Nesia, Bukie B. Mansyur, Yudi Ahmad Tajudin, Nessie Judge, Prasodjo Muhammad, Monica Rajalele, Kukuh Prasetya, Rasya Yoga, Buyung Ispramadi
Duration: 92 Minutes
Score: 7.5/10