Angkara Murka

Review Angkara Murka (2025)

Misteri Hilangnya Jarot dengan Tumbal Proyek di Pertambangan Berlian

“Apa benar di malam hari, tempat ini banyak setannya?” – Ambar (Angkara Murka, 2025)

Forka Films kembali hadir dengan film terbarunya. Yang bikin beda adalah film ini kini bergenre horor dengan judul Angkara Murka. Film yang diproduseri Ifa Isfansyah dan disutradarai Eden Junjung, yang selama ini terkenal dengan beberapa film pendeknya seperti Happy Family, Bura, dan The Intrusion.

Sebelum tayang di Indonesia, Angkara Murka yang mempunyai judul internasional Mad of Madness, telah melakukan debut internasionalnya pada Far East Film Festival (FEFF) 2025 di Udine, Italia, pada 30 April 2025. Film ini masuk kategori White Mulberry Award untuk Fitur Debut Terbaik.

Angkara Murka telah melakukan gala premiere-nya di Jakarta pada 15 Mei 2025 silam sn berlangsung meriah, dan dibuka dengan aksi band punk Sukatani asal Purbalingga, yang menyanyikan lagu ‘Tumbal Proyek’ yang menjadi soundtrack resmi film Angkara Murka. Bagaimana dengan filmnya kali ini?

Angkara Murka
© Forka Films

Sinopsis

Seorang ibu muda, Ambar (Raihaanun), terpaksa bekerja di tambang berlian demi mencari suaminya, Jarot (Aksara Dena), yang kesehariannya bekerja di tambang tersebut, namun tiba-tiba ia menghilang secara misterius.

Baru saja bekerja di tambang itu, ia mendapati ada sesuatu yang gelap dan menakutkan. Terlebih melihat betapa bengisnya Raden Broto (Whani Darmawan), penguasa tambang terhadap pekerjanya. Bersama Lukman (Simhala Avadana), yang menjadi mandor di pertambangan itu, mereka mencari Jarot dan menemui ada sesuatu yang gelap di balik para pekerja, dengan munculnya makhluk tak kasat mata yang dipercaya menjaga tanah itu.

Alur cerita lambat namun menarik menjelang konklusi

Angkara Murka
© Forka Films

Dengan latar di kaki gunung, setting pertambangan tergambar cukup keras dan penuh perjuangan. Tak hanya pertambangan batu, tapi hutan juga menjadi latar film yang didominasi tone berwarna gelap di sepanjang filmnya. Prolog tampil menarik dengan menampilkan kehilangan Jarot yang misterius di tengah hutan bersama temannya.

Namun, setelah itu kita masuk dikenalkan dengan karakter Ambar, anaknya Bondan, Lukman, Komar, dan Pak Broto. Namun, eksposisi beberapa karakter utama tak tergambar dengan baik, khususnya Jarot, Ambar, terlebih Pak Broto. Narasi cenderung linear dan slowburn, membuat panjang perjalanan Ambar dalam mencari suaminya menjadi misteri terselubung.

Lucunya karakter Bogel, yang diperankan Alex Suhendra menjadi karakter sidekick yang tadinya tak diperhitungkan, malah mencuri perhatian kita dengan sejumlah adegan kunci terkait dengan hilangnya Jarot.

Konklusi menjadi adegan yang di luar dugaan tampil mengejutkan, pertarungan epik yang mengingatkan kita pada karakter Rawa Rontek di Jaka Sembung (1981). Sebuah momen yang jujur saja tak diduga akan hadir di film seperti ini. Sayangnya, pertarungan ini tak dieksekusi dengan baik, yang membuatnya sedikit antiklimaks di menit-menit akhir.

Kesimpulan

Angkara Murka
© Forka Films

Angkara Murka hadir bukan sebagai film horor, namun juga hadir sebagai kritik sosial dari para pekerja tambang yang hidupnya sangat keras dari hari ke hari dengan upah yang tak seberapa. Film ini juga menggambarkan betapa rakusnya manusia akan kekuasaan yang mereka dapatkan dari tumbal yang dilakukannya. Semua itu akan berujung pada pemberontakan dari pekerja tambang yang merasa tertindas oleh perilaku manusia rakus tersebut.

Akting yang sangat baik dari karakter utamanya, juga pesan moral yang terkandung, membuat film misteri berbalut horor ini terasa beda dari genre horor yang diputar di Indonesia selama ini.

Tonton Angkara Murka yang akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 22 Mei 2025.

Director: Eden Junjung

Cast: Raihaanun, Aksara Dena, Whani Darmawan, Nabil Althaf, Simhala Avadana, Rukman Rosadi

Duration: 89 Minutes

Score: 7.4/10

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top