Remake Drakor Terkenal yang Tampil di Luar Ekspektasi
“Gue ada business proposal buat lo. Gue pengen lo jadi joki date gue,” – Yasmin (A Business Proposal, 2025)
Falcon Pictures kembali merilis film terbarunya, A Business Proposal yang sudah lama terdengar dari tahun kemarin dan mendekati gala premiernya yang berlangsung di Jakarta pada 31 Januari 2025, bintang utamanya, Abidzar Al Ghifari dihujani banyak kritik dari netizen terkait komentarnya di media social yang tidak menonton versi aslinya dan ingin menciptakan karakternya sendiri di A Business Proposal.
Sontak saja, pemberitaan ini agak mempengaruhi film yang rencananya akan tayang pada 6 Februari 2025, dan membuat skeptis banyak penggemar drama Korea yang tahu bagaimana serial ini sangat populer di Indonesia dan banyak negara saat pertama kali tayang pada tahun 2022.
Versi dramanya yang berjudul Business Proposal, merupakan alih wahana dari novel web berjudul sama yang ditulis oleh HaeHwa, dan dibintangi Ahn Hyo-seop, Kim Se-jeong, Kim Min-kyu, dan Seol In-ah. Kini dalam versi Indonesianya yang hadir dalam versi film layar lebar, tentunya ada banyak perubahan, terutama dari sisi narasi yang aslinya hadir dalam 12 episode berdurasi 1 jam/episode, kini dipangkas menjadi hampir 2 jam saja. Bagaimana dengan filmnya? Cinemaylo akan mengulasnya di bawah ini.

Sinopsis
Sari (Ariel Tatum), seorang analis makanan di Bowo Foods, berusaha membantu keluarganya yang sedang terlilit utang, dan setuju untuk menggantikan sahabatnya, Yasmin (Caitlin Halderman) untuk kencan buta yang harus ia jalani demi keinginan ayahnya untuk mencarikannya jodoh. Ternyata teman kencan Yasmin adalah Utama (Abidzar Al Ghifari), pewaris Bowo Foods yang baru saja pulang dari Amerika Serikat dan mempunyai reputasi menakutkan di kalangan pegawainya.
Utama dan saudara angkatnya, Satrio (Ardhito Pramono) memimpin perusahaan yang diwariskan sang kakek, Bowo (Slamet Rahardjo) yang mengundurkan diri karena sudah faktor usia. Namun, sang kakek mempunyai rencana untuk mencarikan pendamping untuk Utama lewat kencan buta yang sudah ia persiapkan dari lama. Mau tak mau Utama mengiyakan keinginan kakeknya tersebut, dan setelah menjalani beberapa kencan buta dengan anak kolega sang kakek, di saat terakhir Utama berkencan pada sosok Yasmin yang tidak ia ketahui wajahnya.
Setelah mereka bertemu dan sempat terjadi kesalahpahaman, Utama lantas meminta Sari untuk meneruskan drama kencan buta dengan bayaran, agar kakeknya tidak menggangunya lagi. Kini Sari harus memutar otak untuk menyelesaikan masalah utang keluarga, sekaligus merahasiakan identitasnya sebagai karyawan Bowo Foods, dan menjadi teman kencan Utama. Bisakah Sari melakukan ketiga hal tersebut?
Karakter utamanya tampil cukup menghibur di sepanjang film
Melihat versi remake kali ini, tentu akan ada banyak pertanyaan dari para fans drakornya. Seberapa mirip versi filmnya dengan versi drakornya. Apakah Abidzar Al Ghifari sama baiknya dengan Ahn Hyo-seop yang tampil dingin sebagai Kang Tae-moo di versi aslinya? Dan apakah Ariel Tatum juga layak disandingkan dengan Kim Se-jeong yang tampil luar biasa sebagai Shin Ha-ri?
Fokus utama kita tentu akan tertuju pada sosok Abidzar. Saat melihat Abidzar sebagai Utama, ia mampu tampil dingin dengan rambutnya yang klimis, tampil jantan dengan setelan jas rapi dan penuh pesona. Kekakuan yang ia perlihatkan di sepanjang film, dan berubah perlahan seiring berjalannya film, senada dengan apa yang ditampilkan Ahn Hyo-seop. Mungkin ada beberapa dari penonton yang tidak menyukai gaya Abidzar yang cenderung kaku seperti ini, tapi sosok ini memang digambarkan sama seperti karakter Kang Tae-moo di serialnya.

Bagaimana dengan Ariel Tatum? Overall Ariel tampil baik dan mampu merepresentasikan Sari sebagaimana Kim Se-jeong dengan Shin Ha-ri di versi aslinya. Segala tingkah laku Sari yang penuh kecanggungan, bisa ia perankan dengan baik, dan bahkan mengundang gelak tawa dengan ekspresi mukanya yang sangat komikal. Chemistry-nya dengan pemain lain juga sangat baik dan kehadirannya amat terasa krusial di film ini.
Di lini kedua, pemilihan Ardhito Pramono dan Caitlin Halderman sebagai Satrio dan Yasmin di luar dugaan juga tampil baik dan mampu mengimbangi satu sama lain. Sosok Ardhito yang memiliki paras sedikit mirip dengan Kim Min-kyu saat berkacamata, menggambarkan Satrio sebagai karakter yang tidak banyak bicara, namun dengan karakter Yasmin yang sangat blak-blakan, hubungan mereka yang tadinya agak malu-malu akan membuat penonton gemas sendiri melihatnya.
Narasinya mendekati versi asli dengan sejumlah penyesuaian
Buat kamu yang ngefans sama drama Koreanya, jangan berharap film ini akan tampil sama persis seperti versi aslinya. Adithya Mulya yang sebelumnya sukses lewat Sabtu Bersama Bapak, kini menulis naskahnya dan mengambil esensi penting dari serialnya, dengan mempertahankan beberapa karakter pendukung seperti keluarga, teman-teman Sari di kantor, dan juga love interest Sari saat kuliah.
Perbedaan nampak di beberapa layer yang dihilangkan, khususnya Adi (Yusuf Mahardika), love interest Sari yang dikurangi screen time-nya secara signifikan, dan perannya kini tidak sebesar versi drakornya. Hal ini dilakukan agar ceritanya tidak melebar kemana-mana dan tetap fokus pada dua karakter utamanya. Sedangkan Satrio dan Yasmin muncul sebagai subplot yang berjalan baik dalam mengimbangi plot utamanya, dan kehadiran subplot ini senada dengan apa yang ditampilkan dalam versi aslinya.
Faktor komedi tak lupa dihadirkan lewat kehadiran Wulan (Astry Ovie), Fitri (Kawai Labiba), dan Arif (Yono Bakrie) yang merupakan teman satu kantor Sari, mengikuti versi aslinya yang juga tampil menjadi pemecah suasana yang memang dibutuhkan. Hadirnya iklan Bowo Foods di televisi yang tampil bak telenovela, juga sangat menghibur. Berbeda dengan versi aslinya yang malah terdengar cringe dan tidak lucu sama sekali.

Kesimpulan
Sebagai sebuah remake dari drama Korea, A Business Proposal tampil cukup baik secara keseluruhan. Semua karakternya dihadirkan dengan sejumlah penyesuaian, karena keterbatasan durasi yang menyebabkan screen time dari tiap karakter harus ada yang dikurangi. Versi layer lebar sekarang jauh lebih padat tanpa mengurangi esensi cerita aslinya, dan kini fokus ditujukan lewat dua karakter utama dan dua karakter pendampingnya.
Unsur komedi yang lekat di versi serialnya juga dihadirkan lewat interaksi antar karakter, terutama dari Wulan, Fitri dan Arif yang secara berkala dimasukkan sebagai ice breaker. Abidzar tampil cukup baik, walaupun ekspresinya sedikit agak kaku. Hal ini menyebabkan pesona ketampanan yang dahulu berhasil dimunculkan Kang Tae-moo, kurang terpancar dalam diri Abidzar. Tapi, seiring narasi berjalan, kekakuan ini mulai mencair terlebih setelah hubungannya dengan Sari perlahan meningkat.
Sedangkan Ariel tampil baik sebagai Sari dengan segala kecanggungan dan permasalahan di rumah yang harus dihadapinya, terlebih saat menggantikan Yasmin untuk kencan buta, dan juga menyembunyikan jati dirinya dari Utama di kantor. Chemistry keduanya yang tadinya malu-malu, mulai mengakui ketersukaan mereka satu sama lain dan tampak mesra setelah paruh kedua. Dan tampaknya bagi kamu yang belum menonton versi drakornya, tak akan kesulitan untuk menikmati film ini nanti.
Director: Rako Prijanto
Cast: Abidzar Al Ghifari, Ariel Tatum, Caitlin Halderman, Ardhito Pramono, Slamet Rahardjo, Yusuf Mahardika, Indro Warkop, Indy Barends, Fatih Unru, Yono Bakri, Astry Ovie, Kawai Labiba
Duration: 117 Minutes
Score: 7.4/10