Brutalnya Sekuel 28 Years Later dan Ralph Fiennes yang Tampil Mengagumkan
“When the infected attack? What do they see? I believe the infection can be treated.” – Dr. Ian Kelson (28 Years Later: The Bone Temple, 2026)
Akhirnya sekuel kedua dari 28 Years Later telah rilis serentak di Indonesia dengan judul 28 Years Later: The Bone Temple. Film bertema post apokaliptik ini memulai waralabanya lewat 28 Days Later (2002), disusul kemudian oleh 28 Weeks Later pada tahun 2007. Film ketiganya yang berjudul 28 Years Later telah rilis tahun 2025 dan kini di tangan Nia DaCosta (setelah sebelumnya dipegang Danny Boyle), film ini melanjutkan kisah Spike dan Dr. Ian Kelson yang tampil memikat di film sebelumnya.
Banyak yang menyangsikan film ini setelah disutradarai Nia DaCosta, namun nyatanya Bone Temple berhasil menerima pujian kritis dan menyebutnya sebagai film terbaik dalam waralaba ini sejak film aslinya. Hal itu dibuktikan lewat Rotten Tomatoes yang mencapai skor 93% dari 83 ulasan, juga dari Metacritic yang mendapatkan skor 79–80/100, menunjukkan ulasan “umumnya positif”. Tak hanya itu, IMDb/IGN memberikan film ini dengan skor 8/10, memujinya sebagai sekuel yang “berdarah dan penuh makna”.

Sinopsis
Dr. Kelson (Ralph Fiennes) mendapati dirinya terlibat dalam hubungan baru yang mengejutkan dengan Alpha. Di lain sisi, pertemuan Spike dengan Jimmy Crystal (Jack O’Connell) ternyata menjadi mimpi buruk yang tidak dapat ia hindari.
Elemen teknisnya memukau
Nia DaCosta mengarahkan film ini ke arah yang berbeda dari Danny Boyle sebelumnya yang cenderung dramatis dan meditatif.
Di The Bone Temple, visualisasi yang diberikan Nia jauh lebih intens, mengerikan, lebih brutal, dan fokus pada betapa bejatnya manusia daripada mereka yang terinfeksi.
Pergerakan kameranya tetap terasa dinamis, walaupun tak seintens versi Boyle. Tapi kini Nia berhasil menyoroti visuamemuka mengagumkan di tempat Ian yang luar biasa indah, baik siang dan malam hari. Selain itu, transisinya yang cepat di beberapa adegan, membuat The Bone Temple terasa mengerikan, brutal dan berdarah-darah.

Akting luar biasa dari cast utamanya
Ralph Fiennes tampil luar biasa sebagai Dr. Ian Kelson yang sosoknya tampil misterius sejak film sebelumnya. Intensitasnya makin terlihat saat ia harus berhadapan dengan dua karakter antagonis sekaligus, Alpha dan Jimmy Crystal yang memiliki karakter berlawanan.
Jack O’Connell yang memerankan Jimmy Crystal, terlihat ikonik dengan sosoknya yang mengkultuskan dirinya sendiri bak Tuhan dengan pengikut dengan wig pirangnya dan aksinya dipenuhi kekerasan.

Kesimpulan
The Bone Temple memiliki kualitas senada dengan film sebelumnya tapi dengan pendekatan berbeda. Satu adegan fenomenal dari Dr. Kelson yang menari dengan mengikuti lagu “The Number of the Beast” dari Iron Maiden, menjadi momen terbaik dan epik di film ini. Ralph Fiennes sekali lagi tampil dalam momen terbaiknya dalam sebuah film.
Director: Nia DaCosta
Cast: Ralph Fiennes, Jack O’Connell, Alfie Williams, Erin Kellyman, Chi Lewis-Parry
Duration: 109 minutes
Score: 8.0/10