Kompetisi film ini sejalan dengan tagline terbaru Vidio yang kini bertajuk ‘Lebih dari Hiburan’
Ajang kompetisi film pendek ini nantinya akan memberikan dana produksi hingga Rp150 juta untuk 3 ide terbaik serta pendampingan langsung dari para profesional industri film ternama Indonesia.
Lagi-lagi Vidio berkembang secara signifikan ke arah yang belum pernah dilakukan sebelumnya, Kini Vidio resmi meluncurkan Tagline terbarunya yang bertajuk “Lebih Dari Hiburan.” Lebih dari sekadar perubahan identitas visual, kampanye ini merefleksikan semangat untuk menjadi ruang tumbuh dan ekspresi, bukan hanya bagi penonton, tetapi juga bagi para kreator lokal.
Salah satu inisiatif strategis dalam kampanye ini adalah Kompetisi Film Vidio, sebuah ajang pencarian ide film pendek yang bertujuan mendukung sineas muda Indonesia dengan dana produksi dan mentoring langsung dari para tokoh penting industri perfilman.
Terminologi “Lebih Dari Hiburan” berangkat dari kebiasaan yang terbentuk di antara audiens Vidio. Pengalaman menonton tidak berhenti di layar. Hiburan adalah tentang emosi yang dirasakan, percakapan yang tercipta, serta karya yang terinspirasi dari cerita.
Vidio menawarkan value yang lebih dari sekadar hiburan. Sebuah seri bukan hanya soal cerita, tapi bisa memicu obrolan dan inspirasi baru tak berujung. Pertandingan olahraga bukan hanya soal menang atau kalah tapi soal kebanggaan dan identitas diri.
“Tagline Lebih Dari Hiburan menandai babak baru Vidio. Era dimana kami membangun koneksi yang autentik dengan audiens, tidak hanya melalui tayangan seri dan olahraga berkualitas tinggi namun juga cerita dan makna keterhubungan antar sesama. Sebagai layanan OTT paling besar dan 100% berasal dari Indonesia, kami yakin progresi ini merupakan langkah yang tepat,” ujar Teguh Wicaksono, Chief Marketing Officer Vidio.
Peluncuran tagline baru ini turut disemarakkan dengan sejumlah inisiatif strategis seperti Kompetisi Film Vidio, Vidio Sports Festival, dan berbagai kegiatan inspiratif lainnya.
KOMPETISI FILM VIDIO: RUANG KREATIF UNTUK GENERASI SINEAS BARU
Sebagai bagian dari inisiatif ini, Vidio meluncurkan Kompetisi Film Vidio, ajang kompetisi ide film pendek yang memberikan dana produksi hingga Rp150 juta untuk 3 ide terbaik serta pendampingan langsung dari para profesional industri film ternama Indonesia.
“Inistiatif ini merupakan langkah konkret kami dalam menunjukkan komitmen terhadap industri lokal. Kami ingin mendukung perjalanan sineas-sineas muda dan mendekatkan mereka dengan peluang nyata,” jelas Teguh Wicaksono.
Bersinergi dengan Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF), festival film bergengsi yang berkomitmen pada kemajuan sinema Asia, kompetisi ini menjadi wadah tumbuhnya karya-karya orisinal dari para pembuat film Indonesia. Karya terbaik dari para pemenang juga berkesempatan tayang di panggung JAFF.
Dewan Juri & Mentor: Para Tokoh Di Balik Layar Layar Kuat Indonesia
JURI:
- Joko Anwar – Sutradara, Penulis Skenario, Produser, Pemeran dan Editor, yang dikenal lewat eksplorasinya dalam berbagai genre, mulai dari komedi hingga horor. Peraih berbagai Piala Citra ini dikenal lewat Pengabdi Setan (2017), Pengabdi Setan 2: Communion (2022), Gundala (2019), Perempuan Tanah Jahanam (2019), hingga Pengepungan di Bukit Duri (2025).
- Shanty Harmayn – Produser film dan pendiri dari BASE Entertainment, yang telah memproduksi karya seperti Sang Penari (2011), Garuda Di Dadaku (2009), Perempuan Tanah Jahanam (2019), hingga Gadis Kretek (2023).
- Yosep Anggi Noen – Sutradara dan Penulis Film yang dikenal lewat karya karyanya seperti Vakansi yang Janggal dan Penyakit Lainnya (2012), Istirahatlah Kata-Kata (2016), Hiruk-Pikuk Si Al-Kisah (2019), 24 Jam bersama Gaspar (2023).
MENTOR:
- Mira Lesmana – Mira Lesmana dikenal sebagai produser yang berperan besar dalam menghidupkan kembali industri film Indonesia pada tahun 2000 lewat kesuksesan film keluarga Petualangan Sherina (2000) dan film remaja ikonik Ada Apa Dengan Cinta? (2002). Sejak saat itu, ia telah memproduksi berbagai jenis film, mulai dari film box office berskala besar hingga film pendek independen yang meraih berbagai penghargaan. Saat ini, Mira tengah berkolaborasi dengan aktor terkenal Nicholas Saputra untuk memproduksi film Rangga & Cinta, yang menghidupkan kembali IP legendaris Ada Apa Dengan Cinta? dan dijadwalkan tayang di bioskop pada 2 Oktober tahun ini.
- Yandy Laurens – Sutradara dan penulis film yang dikenal lewat debut film panjangnya, Keluarga Cemara (2019), Jatuh Cinta Seperti di Film-Film (2023), 1 Kakak 7 Ponakan (2025) dan Sore: Istri dari Masa Depan (2025). Beberapa penghargaan diantaranya Penulis Skenario Adaptasi Terbaik – Festival Film Indonesia (2019) dan Penulis Skenario Asli Terbaik – Festival Film Indonesia (2024).
- Khozy Rizal – Sutradara yang dikenal lewat film-film pendek nya seperti Makassar Is a City for Football Fans (2021), Basri & Salma in a Never-Ending Comedy (2023), dan Little Rebels Cinema Club (2024). Karya-karyanya berhasil masuk dan memenangkan penghargaan di berbagai festival film internasional, seperti Crystal Bear – Berlin International Film Festival dan (Nominasi) Short Film Palme d’Or – Cannes Film Festival.
- Wicky V. Olindo – Chief Executive Officer, Screenplay Films. Melalui tangannya, lahir berbagai judul film dan series populer, seperti Pertaruhan The Series 1 (2022), Pertaruhan The Series 2 (2023), Serigala Terakhir 1 The Series (2020), Serigala Terakhir 2 The Series (2022), The Big 4 (2022), dan The Shadow Strays (2024).
- David Suwarto – CEO SinemArt dan Direktur PT Surya Citra Media Tbk (SCM). Figur penting dalam perkembangan industri sinetron dan drama seri populer Indonesia. Di bawah arahannya, telah merilis berbagai produksi film dan series seperti Asmara Gen Z (2024-sekarang), Mendadak Dangdut (2025), dan Private Bodyguard (2024).
- Indra Yudhistira – Chief Executive Officer, Amadeus Sinemagna. Sosok kreatif dalam menciptakan berbagai program dan film. Sebagai sutradara dan produser, karya-karyanya di antaranya: Biarkan Bintang Menari (2003), Mendadak Dangdut (2024), GJLS Ibuku Ibu Ibu (2025).
Vidio percaya bahwa ide besar bisa datang dari mana saja. Hal ini pula yang diyakini oleh Joko Anwar, salah satu juri Kompetisi Film Vidio:
“Saya sangat percaya bahwa gagasan yang orisinal dan kuat bisa datang dari siapa saja. Kompetisi ini memberi ruang bagi ide-ide berani untuk lahir dan tumbuh menjadi karya yang menginspirasi.”
Sesi Mentoring Intensif: Lebih Dari Sekadar Lomba
Salah satu elemen paling unik dan berharga dari kompetisi ini adalah sesi mentoring mendalam yang diberikan kepada semua peserta terpilih. Mereka akan mendapatkan sesi privat bersama para mentor industri, di mana mereka bisa mendiskusikan aspek teknis dan kreatif mulai dari penulisan skenario, penyutradaraan, produksi, hingga strategi distribusi.
“Bagi saya, keberhasilan film bukan hanya soal ide, tapi bagaimana ide itu dikembangkan dengan disiplin, proses, dan keberanian. Kompetisi ini penting karena tidak berhenti di seleksi—tapi memberi ruang berkembang yang nyata untuk para kreator,” ujar Mira Lesmana, mentor Kompetisi Film Vidio.
Info Penting Tentang Kompetisi Film Vidio
Tema & Ketentuan Umum
- Terbuka untuk WNI berdomisili di Indonesia
- Format ide film pendek fiksi berdurasi 10-15 menit
- Tidak mengandung unsur SARA, pornografi, atau melanggar norma hukum
- Diajukan dalam bentuk proposal ide, bukan film jadi
- Peserta dapat mengajukan maksimal 2 ide proyek
- Tim minimal terdiri dari 2 orang: Sutradara dan Produser
Pendaftaran dan Jadwal
- Pendaftaran dibuka: 14 Agustus – 30 September 2025
- Pengumuman 10 ide terbaik: Pertengahan Oktober 2025
- Pitching Finalis: Pertengahan November 2025
- Pengumuman Pemenang: 2 Desember 2025 di JAFF
- Mentoring & Produksi: Desember 2025 – April 2026
- Penyerahan film final: 30 April 2026
Hadiah Utama
- Top 3 ide film terbaik akan menerima masing-masing Rp150 juta untuk biaya produksi dan mendapat akses eksklusif ke sesi mentoring intensif bersama para pakar industri.
Cara Mendaftar
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui situs resmi Vidio. Peserta wajib mengunggah dokumen dalam format PDF yang terdiri dari:
- Judul, premis/logline, dan sinopsis
- Moodboard dan referensi visual
- Pernyataan sutradara & produser
- Linimasa produksi, rencana distribusi & budgeting
- Draft skenario
- Portofolio film pendek sebelumnya
- Surat Pernyataan Peserta
Unduh panduan lengkap dan daftar sekarang di: https://vid.id/kompetisifilmvidio
Email pertanyaan: kompetisifilmvidio@vidio.com
FAQ (Pertanyaan Umum)
Pertanyaan : Apakah Kompetisi Film Vidio menerima pendaftaran film pendek?
Jawaban : Bukan film jadi, yang dikompetisikan adalah ide film pendek untuk dinilai oleh para juri
dan mendapatkan dana produksi sebesar 150 juta rupiah serta sesi konsultasi dengan
para profesional industri.
Pertanyaan : Bolehkah mendaftar lebih dari satu proyek?
Jawaban : Boleh, dengan maksimal 2 proyek.
Pertanyaan : Apakah ada tema khusus?
Jawaban : Tidak ada tema khusus, tapi ide tidak boleh merendahkan unsur SARA, tidak memiliki
unsur pornografi, dan/atau melanggar norma-norma dan hukum yang berlaku.
Pertanyaan : Haruskah sudah punya pengalaman membuat film pendek?
Jawaban : Disarankan sudah, karena menjadi nilai tambah dalam penilaian.
Pertanyaan : Bagaimana proses seleksi dilakukan?
Jawaban : Seleksi awal oleh tim selektor memilih 10 ide terbaik. Perwakilan dari tiap tim lalu
pitching ke juri untuk menentukan 3 pemenang.
Pertanyaan : Apakah ada batasan genre?
Jawaban : Tidak
Pertanyaan : Bagaimana cara menghubungi panitia?
Jawaban : Hubungi melalui email ke kompetisifilmvidio@vidio.com
Pertanyaan : Apakah harus mengikuti lini waktu dari Vidio?
Jawaban : Ya, peserta wajib mengikuti semua tahapan dan menyerahkan materi final
film paling lambat 30 April 2026.