Secara mengejutkan, Jump Scare menghadirkan Jiang Shi, mayat hidup dari legenda Tiongkok yang dikenal dengan gerakannya yang melompat dan penampilannya yang menyeramkan.
Jump Scare dibintangi Dion Wiyoko bersama sejumlah pemain lintas generasi, termasuk Ardit Erwandha, Chew Kin Wah, Mike Lucock, Ira Maya Sopha, Yono Bakrie, dan Verdi Solaiman.
Rumah produksi MAGMA Entertainment resmi memperkenalkan proyek film terbarunya berjudul Jump Scare dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Jakarta. (11/6). Film ini menjadi karya terbaru sutradara Charles Gozali yang dikenal melalui berbagai film horor sukses seperti Qodrat, Pemukiman Setan, dan Badut Gendong.
Berbeda dari karya-karya sebelumnya yang lebih serius dan gelap, Jump Scare akan menggabungkan unsur horor dan komedi dalam satu cerita. Langkah ini menjadi eksplorasi baru bagi MAGMA Entertainment untuk menghadirkan pengalaman menonton yang segar bagi penonton Indonesia.
Dalam sesi konferensi pers, Charles Gozali mengungkapkan antusiasmenya terhadap proyek ini. Charles secara mengejutkan menghadirkan Jiang Shi, mayat hidup dari legenda Tiongkok yang dikenal dengan gerakannya yang melompat dan penampilannya yang menyeramkan.
Semua itu dipadukan dengan humor situasional yang organik tanpa menghilangkan elemen ketegangan yang menjadi ciri khas genre horor. Ia juga menyebut film ini sebagai sesuatu yang berbeda dari proyek-proyek sebelumnya yang telah sukses di pasaran.
Film ini dibintangi oleh Dion Wiyoko bersama sejumlah pemain lintas generasi, termasuk Chew Kin Wah, Mike Lucock, Ira Maya Sopha, dan Verdi Solaiman. Kehadiran para pemain tersebut diharapkan mampu menghadirkan perpaduan yang kuat antara unsur komedi dan horor dalam film.
Narasinya berangkat dari kisah empat sahabat yang memiliki mimpi besar untuk membuat film mereka sendiri. Namun ambisi tersebut membawa mereka ke sebuah rumah tua yang menyimpan rahasia kelam. Di tempat yang seharusnya menjadi lokasi produksi itu, mereka justru menemukan teror yang melibatkan mayat tentara Kekaisaran Tiongkok kuno. Dari sinilah petualangan penuh kekacauan dimulai.
Dalam acara perkenalan film, para pemain dan tim kreatif berbagi cerita mengenai proses pengembangan proyek ini. Kehadiran Dion Wiyoko sebagai salah satu pemeran utama menjadi salah satu sorotan. Ia bergabung bersama deretan aktor lintas generasi yang akan menghidupkan dinamika unik antara unsur komedi dan horor.
Alih-alih hanya mengandalkan formula horor yang sudah familiar, Jump Scare tampak mencoba bermain dengan ekspektasi penonton. Ketika penonton merasa aman untuk tertawa, teror datang tanpa aba-aba. Sebaliknya, saat suasana mulai menegangkan, humor hadir sebagai pelepas ketegangan.
Jump Scare bukan sekadar film horor yang dibumbui lelucon, melainkan sebuah perpaduan genre yang dirancang sejak awal sebagai identitas utama film. Pendekatan ini menjadi sesuatu yang relatif jarang dieksplorasi secara serius dalam perfilman Indonesia.
Dengan reputasi Charles Gozali yang telah dikenal melalui sejumlah karya horor populer, ekspektasi terhadap Jump Scare tentu tidak kecil. Namun justru keberanian untuk keluar dari zona nyaman itulah yang membuat proyek ini menarik untuk diikuti.
Jika semua berjalan sesuai rencana, Jump Scare akan hadir di bioskop pada 2027. Dan bila melihat semangat yang terpancar dalam konferensi persnya, film ini tampaknya ingin membuktikan satu hal: terkadang ketakutan terbesar bisa datang tepat setelah tawa paling keras.