Waktu Maghrib 2

Review Waktu Maghrib 2 (2025)

Bangkitnya Jin Masa Lalu untuk Memangsa Jiwa Anak-Anak

“Mari kita lihat, jika kamu tidak berhasil membunuh aku, akan kubunuh  mereka semua dan kumakan jiwanya,” – Wulan/Jin Ummu Sibyan (Waktu Maghrib 2, 2025)

Setelah sukses dengan serial Zona Merah yang dirilis Vidio pada 2024, Sidharta Tata kembali lagi dengan film horor terbarunya, yang juga merupakan sekuel dari film Waktu Maghrib yang ia sutradarai dan dirilis pada tahun 2023. Apa yang akan disuguhkan Sidharta Tata di sekuelnya kali ini?

Sinopsis

Dengan setting 20 tahun setelah film pertamanya, Jin Ummu Sibyan yang menakutkan di film pertamanya, kini kembali lagi untuk memangsa jiwa anak-anak di Desa Giritirto. Adi (Omar Daniel) yang sekarang telah dewasa, berusaha mencegah kejadian yang dulu hampir merenggut nyawanya sewaktu ia masih kecil.

Waktu Maghrib 2
© Rapi Films

Jin Ummu sekarang merasuki tubuh Wulan (Anantya Kirana) setelah ia dan sepupunya, Yugo (Sulthan Hamonangan), bersama teman-teman Yugo, menabak seseorang yang tiba-tiba melintas di depan mobil yang mereka tumpangi saat akan pulang.

Kejadian itu membuat keenam teman Yugo menghilang secara misterius di tengah hutan. Wulan pun kembali pulang ke rumah, dan perilakunya mulai berubah menakutkan di depan Yugo.

Pencarian teman-teman Yugo masih dilakukan, sampai di tengah hutan ditemukan banyak hewan mati tersembelih di tengah hutan, membuat desa itu dilanda kepanikan.

Keesokan harinya, teman-teman Yugo yang hilang, kembali ke desa tersebut saat maghrib, dan mulai menyerang warga desa menggunakan parang, dengan raut muka seperti zombie. Bisakah Adi mencegah jatuhnya lebih banyak korban di desa tersebut?

Narasinya lebih ringan dengan memasukkan karakter remaja

Waktu Maghrib 2 kini terasa ringan bila kita bandingkan dengan film pertamanya yang terasa intens, penuh misteri, dengan sejumlah jumpscares yang benar-benar mengagetkan. Kini, sekuelnya kembali dengan narasi baru dengan karakter Adi yang telah dewasa dan fokus pada bangkitnya kembali jin Ummu yang merasuki Wulan dan sejumlah anak dan remaja di Desa Giritirto.

Film yang kini pemerannya dipenuhi remaja ini terasa berbeda, dan berusaha tidak mengikuti narasi film horor yang ada, yakni dengan memberikan treatment menarik dengan sentuhan aksi ala zombie kepada anak-anak yang hilang tersebut.

Anantya Kirana tampil impresif dan menakutkan

Waktu Maghrib 2
© Rapi Films

Hadirnya Anantya Kirana sebagai Wulan terasa tepat, kekuatan aktingnya makin terasah sejak bermain di Monster (2023). Di film itulah ia berduet dengan Sulthan Hamonangan yang membuat keduanya disatukan lagi di film ini.

Muka Wulan yang begitu polos, ternyata bisa sangat menakutkan dengan senyuman iblis yang ia berikan saat satu frame dengan Adi. Adegan yang disorot close-up ini sangat efektif menghantarkan kengerian dari dialog yang diucapkan Wulan, terlihat jelas dari raut wajah Adi yang dipenuhi keraguan untuk menghadapi Jin Ummu yang bersemayam di tubuh Wulan.

Elemen teknisnya tetap terjaga baik

Elemen teknis di sekuel ini masih terjaga sama baiknya dengan film pertamanya. Tone yang relatif agak gelap, dengan pergerakan kamera yang dinamis, membuat film tidak membosankan. Menjelang konklusi yang dipenuhi adegan aksi, menjadikan film ini sangat menarik. Pertarungan yang dibumbui sedikit dialog komedi, terbukti bisa membuat penonton menikmati tiap momen yang diberikan.

Kekurangan film ini ada di eksposisi karakter Adi yang membuat kita yang belum sempat menonton film pertamanya, harus menonton dulu agar sedikit paham. Karena kita tidak tahu apa yang selama ini dipelajari Adi selama 20 tahun, paling tidak lewat sedikit kilas balik, bukan hanya saat masa kecilnya saja. Karena adegan puncaknya terasa tidak masuk akal, kecuali kita diberi penjelasan tentang keilmuan yang telah dipelajari Adi selama dia mencari jin ini.

Kesimpulan

Waktu Maghrib 2 tampil impresif dan berbeda dari film sebelumnya yang cenderung intens dengan balutan jumpscares yang memorable bagi para penggemarnya. Kini di sekuel terbarunya, narasinya jauh lebih ringan, dengan melibatkan remaja yang menjadi pondasi dari karakter Jin Ummu Sibyan.

Adanya perubahan narasi dan karakter menyebabkan nuansa horor kini banyak dimunculkan lewat aksi mencekam bak zombie yang berlarian dengan meneror warga.

Anantya Kirana yang karirnya di dunia perfilman makin menanjak akhir-akhir ini, tampil sangat baik dengan perannya yang menyeramkan dengan senyuman iblisnya yang menakutkan siapapun yang melihat film ini.

Director: Sidharta Tata

Cast: Anantya Kirana, Omar Daniel, Sulthan Hamonangan, Sadana Agung, Muzakki Ramdhan

Duration: 107 Minutes

Score: 7.8/10

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top