Suamiku Lukaku angkat kisah kekerasan dalam rumah tangga yang kerap tersembunyi di banyak kehidupan keluarga harmonis.
Film ini selain disutradarai Ssharad Sharaan & Viva Westi, juga dibintangi Baim Wong, Acha Septriasa, dan Raline Shah, makin diperdalam narasinya oleh balutan soundtrack Aku Bangkit dari Kris Dayanti.
Rumah produksi SinemArt baru saja merilis trailer perdana film terbarunya, Suamiku Lukaku, yang mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang kerap tersembunyi di balik citra keluarga yang tampak harmonis. Kisahnya sendiri terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4 perempuan di Indonesia, menjadikannya cerminan isu yang dekat dan nyata di masyarakat.
Melalui trailer ini, penonton diperlihatkan dinamika hubungan Amina (Acha Septriasa) dan Irfan (Baim Wong) yang dipenuhi kekerasan, baik fisik yang meninggalkan luka terlihat maupun kekerasan verbal yang menghadirkan luka batin mendalam. Dalam trailernya, Irfan digambarkan sebagai sosok yang dipandang sebagai pemuka agama di lingkungan sekitarnya, mengikuti jejak ayahnya, sehingga citra yang dibangun di hadapan publik berbanding terbalik dengan realitas yang dialami Amina di dalam rumah. Perlakuan Irfan tidak hanya melukai Amina, tetapi juga berdampak pada putri mereka, Nadia (Azkya Mahira), serta meninggalkan kepedihan bagi ibunda Amina (Ayu Azhari).

Di pertengahan trailer, Amina mulai menunjukkan perlawanan, sebuah titik balik yang menandai keberanian untuk tidak lagi diam. Dibantu oleh Zahra (Raline Shah), seorang pengacara yang berani memperjuangkan hak perempuan, Amina berusaha bersuara walaupun perjalanan untuk keluar dari lingkaran kekerasan tersebut tidaklah mudah.
Disutradarai oleh Ssharad Sharaan dan Viva Westi, serta ditulis oleh Titien Wattimena dan Beta Ingrid Ayu, film ini hadir sebagai ruang refleksi atas realitas yang kerap luput dari perhatian. “Sejak awal, kami ingin menghadirkan cerita tentang pernikahan yang terlihat sempurna di luar, tetapi menyimpan kekerasan emosional dan fisik yang berlangsung bertahun-tahun di dalamnya. Banyak perempuan hidup dalam situasi di mana diam menjadi cara untuk bertahan, hingga ada titik ketika semuanya tidak bisa lagi dipertahankan, terutama saat menyangkut masa depan anak. Dari situ, keberanian untuk melawan mulai tumbuh. Itulah inti dari perjalanan film ini, tentang perlawanan, kesadaran, dan upaya untuk memecah keheningan,” ujar Ssharad Sharaan.
Viva Westi menambahkan, “Banyak perempuan yang kehilangan ruang untuk bersuara, Bahkan dirumahnya sendiri. Mereka dibungkam oleh kekerasan dari orang yang mereka pernah percaya bisa memberikannya kenyamanan dan keamanan. Semoga melalui film ini, perempuan perempuan diluar sana yang menjadi korban sama seperti Aminah, dimanapun berada, bahkan tempat paling terpencil di Indonesia, yang sadar bahwa kita berhak memperjuangkan suara kita, dan hak kita atas tubuh dan diri kita sendiri. Sudah waktunya perempuan berhenti diidentifikasi dengan Luka, sudah waktunya perempuan diidentifikasikan dengan keberanian.”
Bagi Acha Septriasa, memerankan Amina menjadi pengalaman yang sangat personal dan emosional. “Amina adalah representasi dari banyak perempuan yang mungkin selama ini memilih diam, bukan karena mereka lemah, tetapi karena situasi yang membuat mereka merasa tidak punya pilihan. Selama proses memerankan karakter ini, saya belajar bahwa luka yang dialami tidak selalu terlihat, tapi dampaknya sangat dalam dan nyata. Saya berharap penonton bisa merasakan pergulatan batin Amina, memahami ketakutan dan kebimbangannya, sekaligus melihat bahwa selalu ada ruang untuk bangkit, sekecil apapun langkah yang diambil.”
Sebagai penguat narasi film, SinemArt telah lebih dulu memperkenalkan original soundtrack berjudul “Aku Bangkit” yang menjadi bagian penting dalam memperkuat emosi cerita. Lagu ini pertama kali dinyanyikan langsung oleh Kris Dayanti dalam acara peluncuran Trailer dan Original Soundtrack pada 13 Maret 2026 di XXI Epicentrum, Jakarta. Lagu ini hadir sebagai perpanjangan emosi dari perjalanan Amina. Tentang luka, keberanian, dan proses untuk bangkit. Sebagai satu kesatuan, trailer dan lagu “Aku Bangkit” menghadirkan pengalaman emosional yang saling melengkapi.Suamiku Lukaku menjadi lebih dari sekadar film, tetapi juga sebuah ajakan untuk melihat, mendengar, dan tidak lagi berpaling dari realitas yang terjadi di sekitar kita, karena pada akhirnya, diam bukan lagi pilihan.
Nantikan Suamiku Lukaku mulai 27 Mei 2026 di seluruh bioskop Indonesia.