Review Sirat (2025)

Beratnya Perjalanan Menuju Api Penyucian

“The only thing here is dust,” – Luis (Sirat, 2025)

Setelah sebelumnya memutarkan The Worst Person in the World, KlikFilm melakukan screening salah satu film unggulannya di JWC 2025 yang berjudul Sirat.

Sirat melangsungkan world premiere nya di kompetisi utama Festival Film Cannes ke-78 pada 15 Mei 2025, dan memenangkan Jury Prize di festival bergengsi tersebut. Sirat juga terpilih sebagai perwakilan Spanyol untuk Film Fitur Internasional Terbaik di Academy Awards ke-98.

Sinopsis Sirat

Luis (Sergi Lopez) sedang menjelajahi Maroko selatan bersama putranya, Esteban. Mereka mencari putrinya, Mar yang telah hilang selama lima bulan, terakhir terlihat di sebuah festival tari di padang pasir.

Saat mereka berpindah dari satu pesta ke pesta lainnya, mereka mendengar tentang pesta rave di dekat perbatasan Mauritania. Keduanya lantas bertemu sekelompok orang yang bertanya-tanya apakah Mar mungkin ada di pesta dansa berikutnya.

Didorong oleh keputusasaan, Luis dan Esteban mengikuti dua van yang membawa Stef (Stefania Gadda), Josh (Joshua Liam Henderson), Tonin (Tonin Janvier), Jade (Jade Oukid), dan Bigui (Richard Bellamy) dari satu pesta ke pesta lainnya. Awalnya, mereka mencoba menyingkirkan Luis dan Esteban, tetapi duo ayah dan anak ini gigih. Mau tidak mau mereka berjalan bersama.

Perjalanan berat menuju neraka


Dalam teks pembuka film, kita mengetahui bahwa kata tersebut menandakan jembatan antara surga dan neraka atau biasa kita kenal dengan nama jembatan siratal mustaqim. Sebuah penanda kalau film ini sebenarnya memiliki metafora, yakni mereka sedang diuji dalam melewati jembatan tak kasat mata yang menentukan nasib mereka berdasarkan semua perbuatan yang mereka perbuat.

Hal ini diperkuat dengan lansekap gurun yang kering kerontang dan jauh dari peradaban, membuatnya seolah bukan di bumi lagi. Mereka harus meniti jalan di tepi jurang yang menganga, belum lagi badai pasir dahsyat, juga cobaan yang terus saja menghadang mereka.

Musik EDM yang menghentak seolah menjadi oase, di mana mereka bisa terus bergoyang dan melupakan segala keterpurukan yang mereka alami sepanjang perjalanan.

Kesimpulan


Menjelang konklusi, semua terlihat absurd dan makin menegaskan makna literal dari judul tersebut. Tak semua bisa selamat dan hanya orang-orang terpilih yang bisa melanjutkan hidupnya, walaupun semua tampak semu dan seolah jalan masih panjang dan nampak tak berujung.

Director: Oliver Laxe
Cast: Sergi López, Brúno Nuñez, Stefania Gadda, Joshua Liam Henderson, Tonin Janvier, Jade Oukid, Richard Bellamy
Duration: 115 minutes
Score: 8.0/10

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top