Misteri Seorang Penulis Komik Horor yang Dihantui Masa Lalunya
“Kamu kamu gak bisa jual rumah ini, kamu gak bisa lanjut kerja, dan yang paling parah kamu gak tahu harus selesaiin kisah ini,” – Elsa (Samar, 2025)
Setelah kita dihadirkan banyak sekali film horor Indonesia terbaru yang akan hadir pada awal Maret, ada satu film horor yang narasinya relatif agak berbeda dari yang pernah ada. Dengan judul Nightmare atau Samar: Ilmira Nirmala, film yang disutradarai Renaldo Samsara ini mengangkat kisah seorang penulis komik horor yang mengalami kesulitan saat menyelesaikan karya terakhirnya sejak ia pindah ke rumah orang tuanya.
Sinopsis
Beberapa bulan setelah suaminya menceraikannya, Ilmira (Imelda Therrine) tinggal di rumah orang tuanya yang selama ini kosong. Sebagai seorang seniman komik horor ternama, ia berusaha untuk menyelesaikan karya terbarunya, karena royalti yang selama ini ia terima sudah habis untuk keperluan sehari-hari.
Hal itu memaksa dirinya untuk menjual rumah orang tuanya. Saat ia mulai menetap di rumah, Ilmira mulai bekerja dan ditemani oleh Elsa (Aurora Ribeiro), seorang remaja misterius, yang kehadirannya sedikit mengganggu dirinya untuk fokus menggambar.
Tak hanya Elsa, Ilmira kemudian dihantui oleh serangkaian tokoh misterius yang berasal dari kisah-kisah horor sebelumnya, yang membuatnya tidak dapat menyelesaikan pekerjaannya. Kenyataannya berubah menjadi mimpi buruk, memaksanya untuk menghadapi trauma masa kecil yang terpendam. Apa yang membuatnya mengalami hal tersebut?

Narasi non-linier relatif lambat, namun epilognya sangat mengejutkan
Buat kita yang tak biasa menonton film dengan alur lambat dan narasi non-linier, mungkin akan kesulitan mengikuti Samar, karena narasi film ini cenderung ke drama misteri dengan sentuhan horor. Hadir dengan 6 babak, kita akan diajak berputar dalam realita mimpi Ilmira, dan relasinya dengan Salman (Revaldo), suaminya yang menceraikannya, dan juga dengan Bram (Kevin Julio), penerbit komiknya.
Namun, kehadiran Elsa yang ada di rumah itu bersama Ilmira, di luar dugaan sangat menarik, karena karakter ini muncul sebagai entitas yang selalu membayangi Ilmira di rumah itu. Seolah ia bisa memposisikan dirinya sebagai teman untuk menemani dirinya, namun juga mengganggu dirinya saat ingin fokus mengerjakan komiknya.
Ketiga karakter ini hadir secara bergantian dan memberi tekanan yang bisa dibilang tidak terlalu intens, ditambah penceritaannya yang cenderung lambat dengan alur non-linier, akan membuat banyak penonton yang tidak terbiasa dengan alur seperti ini akan bingung mengikuti ceritanya.
Yang membuat narasinya menarik ternyata di bagian epilog, Renaldo menyiapkan twist yang akan membuat penonton terkejut melihatnya, dan mulai mereka-reka siapakah Ilmira sebenarnya, dan siapakah Elsa yang selalu menemani dirinya.

Teknis cukup baik walaupun tidak istimewa
Sebagai sebuah film horor, Samar memiliki skoring yang cenderung minimalis, tidak berlebihan, dengan rangkaian orkestrasi yang rapi dan cukup untuk menghantarkan suasana kengerian di rumah itu. Secara keseluruhan, film ini memang minim jumpscares, karena bukan itu yang ingin diangkat, melainkan misteri yang menyelimuti karakter utamanya.
Salah satu titik lemah film ini ada dalam sejumlah adegan yang cenderung repetitif, yang seharusnya tidak perlu dilakukan berkali-kali, karena akan mengganggu pemahaman orang yang menonton dan mengerti ceritanya. Hal itu ditambah dengan transisinya yang tidak mulus dari satu adegan ke adegan lain, tentu akan makin menyulitkan mereka yang tidak terbiasa dengan gaya naratif seperti ini.
Kesimpulan

Sebagai sebuah film horor, Samar merupakan salah satu contoh terbaik dari genre ini, di mana banyak dari kompetitornya mengambil kiblat pesugihan dan urban legend yang dirasa sudah jenuh untuk pasar Indonesia. Kehadirannya membuat horor Indonesia makin berwarna, dan kekuatan narasi yang dipadukan dengan twist-nya yang mengejutkan di bagian epilog, akan mencerahkan daya pikir kita dan membuat ruang diskusi dengan sesama penikmat film.
Director: Renaldo Samsara
Cast: Imelda Therinne, Aurora Ribero, Revaldo, Kevin Julio
Duration: 97 Minutes
Score: 7.8/10