Review Materialists (2025)

Ketika Harta dan Cinta Menjadi Dua Pilihan Sulit untuk Mencari Pasangan

“I love you too. More than you know. You’re the only reason I know I’m capable of love,” – Lucy (Materialists, 2025)

Sony Pictures kembali merilis film terbarunya yang sebetulnya sudah lama ditunggu tapi baru tayang serentak di Indonesia mulai 20 Agustus 2025. Film terbaru karya Celine Song yang sebelumnya terkenal dengan Past Lives yang tampil mengejutkan dan memperoleh animo positif dari para kritikus saat rilis pada tahun 2023.

Kini di Materialists, Celine Song mengangkat isu yang dekat dengan keseharian kita, yaitu soal mencari pasangan hidup, bukan lewat perkenalan biasa atau mencari lewat daring, tapi melalui jasa mak comblang professional. Bagaimana ceritanya? Kita bahas filmnya di bawah ini.

© Sony Pictures

Sinopsis

Lucy (Dakota Johnson), seorang mak comblang professional yang menjalankan bisnisnya di New York, sukses saat membantu banyak pasangan menikah, namun kehidupan cintanya sendiri ternyata sama rumitnya dengan pekerjaanya selama ini.

Ia terjebak dalam cinta segitiga antara mantan kekasihnya, John (Chris Evans), seorang aktor teater yang sedang berjuang dan belum mapan, dan Harry (Pedro Pascal), seorang miliarder yang selama ini menjadi impian semua perempuan di dunia. Di tengah dua pilihan sulit tersebut, Lucy harus memilih antara masa lalunya yang belum selesai, atau masa depan yang menjanjikan, sambil mempertimbangkan kedua pilihan tersebut pada kariernya.

Narasinya relate dengan banyak orang yang sedang mencari pasangan hidup

Di tengah perkembangan zaman yang kian modern dan menuntut banyak hal, Materialists mengajarkan kepada kaum hawa kalau kekayaan tak serta merta bisa membeli cinta. Bahkan kesempurnaan seseorang bukan menjadi tolak ukur kebahagiaan sejati ke jenjang pernikahan. Hal ini dijabarkan dalam kisah yang menggetarkan perasaan dan mampu menusuk lebih jauh bagi mereka yang relate dengan narasi film ini.

Chemistry yang terjalin apik di antara 3 persona ini, membuat film menjadi hidup dengan cinta yang tulus apa adanya, dan mampu mengubah seorang perempuan menurunkan standarnya demi cinta abadi yang selama ini ia cari. Perlu diakui kalau tema materialistis seperti ini mungkin tidak akan cocok kepada semua penonton, tetapi Celine Song berhasil menyentuh subjek sensitif yang selama ini melekat pada semua orang dan perlahan menghancurkan konsep pernikahan yaitu kapitalisme. Apakah di dunia sekarang ini pria harus menerima konsep materialistis untuk menjalin hubungan serius ke arah jenjang pernikahan?

© Sony Pictures

Sebuah pertanyaan yang sulit untuk langsung dijawab, dan Celine membahas hal ini dengan indah, yaitu melihat kecenderungan realitas hubungan pria wanita di zaman modern yang hiperkonvensional. Tak melulu, laki-laki selalu berjuang mencari nafkah, tapi perempuan pun bisa melakukannya, terlepas dari usaha kerasnya selama ini untuk bekerja.   

Kesimpulan

Dakota Johnson mampu menjadikan Lucy sebagai karakter mandiri, yang juga meraih kesuksesan dalam pekerjaannya. Tapi di satu sisi, ia masih bisa menilai kalau cinta adalah segalanya, bukan harta dan fisik yang sempurna dari seseorang lelaki.

John dan Harry juga menjadi pembanding yang tepat dari problematika yang Lucy hadapi selama ini. Film ini memang bukanlah sekadar film romansa biasa, tapi lebih tepat sebagai sentilan kepada kaum hawa terhadap materi. Ingin bisa mencintai atau hanya ingin memiliki harta? Semua dikembalikan lagi kepada mereka. Karena hanya mereka sendiri yang mampu menilai tolak ukur kebahagiaan yang ingin dijalaninya.

Director: Celine Song

Cast: Dakota Johnson, Pedro Pascal, Chris Evans

Duration: 116 Minutes

Score: 7.5/10

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top