Cleaner

Review Cleaner (2025)

Ketika Teroris Menyerbu dan Menyandera di Ketinggian Gedung

“Greedy, needy, cocky, we’re going to shine a light on your crimes,” – Marcus (Cleaner, 2025) 

Setelah berulangkali XXI menayangkan banyak film yang bisa dikatakan tidak terlalu baik, kali ini mereka berhasil mendatangkan film terbarunya yang berjudul Cleaner. Film terbaru dari Martin Campbell, yang baru saja merilis Dirty Angels (2024), dan gagal memenuhi ekspektasi banyak orang, kini ia berhasil lewat Cleaner.

Sutradara senior yang pernah sukses lewat 2 film James Bond-nya, GoldenEye (1995) dan Casino Royale (2006), akhir-akhir ini tidak banyak membuat film yang bisa dibilang memuaskan kritikus atau penikmat film. Film terbaiknya terakhir adalah The Foreigner (2017), yang saat itu dibintangi Pierce Brosnan dan Jackie Chan, sebuah film aksi konspirasi yang di luar dugaan tampil cukup baik.

Kini lewat Cleaner, Martin Campbell kembali menggebrak dengan film aksi thriller yang dibintangi Daisy Ridley dan Clive Owen. Bagaimanakah ceritanya? Kita ulas di bawah ini.

Cleaner
© Qwerty Films

Sinopsis

Joey (Daisy Locke) yang bekerja sebagai pembersih jendela gedung di tengah kota London, dikejutkan saat sejumlah teroris mengambil alih sebuah pesta tahunan perusahaan energi di tengah kota London, di gedung tempatnya bekerja. Teroris yang dipimpin Marcus (Clive Owen) tersebut masuk dengan menyamar sebagai penghibur pesta yang sengaja didatangkan untuk pemilik perusahaan, dan mereka menyandera orang dan mengancam akan meledakkan gedung jika polisi turun tangan.

Sebagai seorang mantan tentara, Joey mencoba menyelamatkan sandera, karena adiknya yang menderita autis juga ikut terjebak dalam gedung tersebut. Apa yang ia perbuat menghadapi hal tersebut?

Premisnya generik dengan narasi lebih fresh

Tak dipungkiri kalau Cleaner banyak mengingatkan kita pada Die Hard (1988), sebuah film legendaris yang mengantarkan Bruce Willis ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Premis yang bisa dikatakan mirip ini tak membuat Cleaner tak mempunyai jati dirinya sendiri. Kisah Joey terasa lebih personal karena ia lahir di tengah keluarga broken home yang kakaknya, Michael menderita autis, dan membuatnya sedikit kesulitan mengurusnya.

Eksposisi ini digambarkan dengan baik di awal film, dan membuat kita bersimpati pada karakternya yang notabene merupakan orang biasa yang bekerja sebagai pembersih jendela di luar gedung. Satu hal menarik yang patut diangkat adalah kalau teroris ini merupakan aktivis lingkungan hidup yang bertindak radikal terhadap perusahaan energi yang mencemari lingkungan, yang membuat para aktivis itu bertindak lebih jauh.

Alasan ini terasa sangat pas di masa kini, era di mana kita berusaha kembali ke alam atau mengembalikan lingkungan hidup seperti semula. Sebuah pengembangan cerita yang bisa dikatakan luar biasa fresh untuk film dengan premis yang bisa dikatakan generik untuk sebuah film layar lebar.

Cleaner
© Qwerty Films

Aksi memukau dengan tensi tinggi

Kalau kita pernah melihat trailer-nya, dipastikan kita akan tertarik melihat filmnya, karena pastinya akan ada banyak aksi menegangkan dilakukan di dalam dan luar gedung. Cleaner sangat menarik karena pintar mengatur tempo, dan tidak melupakan eksposisi dari karakter utamanya.

Pace-nya cenderung normal, tapi selepas 30 menit kita akan disuguhkan ketegangan tanpa henti hingga menjelang usai. Editing-nya termasuk sangat baik, membuat transisi antar adegan berlangsung mulus tanpa ada jumping yang seringkali mengganggu.   

Kesimpulan

Daisy Ridley tampil luar biasa di film ini. Aktris yang sebelumnya tampil memukau di waralaba Star Wars ini, membuktikan kalau ia bisa tampil berbeda di film aksi thriller yang tak sekedar aksi belaka, namun penuh makna di balik itu semua. Pengorbanannya terhadap keluarga dan dedikasinya terhadap pekerjaan, membuat film ini terasa berbeda dari Die Hard yang notabene Bruce Willis merupakan seorang polisi, dan murni hanya menjual aksi belaka.

Memang ada sejumlah kekurangan di Cleaner, seperti plot twist yang agak terburu-buru diletakkan di tengah film, membuat kita terkejut saat film berubah haluan. Dan juga adegan aksi yang mungkin dirasa sangat kurang bagi beberapa orang. Tapi itu minor saja dan tak mengganggu film secara keseluruhan.

Director: Martin Campbell

Cast: Daisy Ridley, Clive Owen, Taz Skylar, Matthew Tuck

Duration: 96 Minutes

Score: 7.6/10

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top