Penyakit Sang Ibu Membuat Keluarganya Kembali Bisa Bersatu
“For as long as I’m here, I’m going to do all that I can,” – Kang Ki-hoon (Beautiful Audrey, 2024)
Film Korea terbaru ini sebetulnya sudah rilis perdana tahun lalu saat Korea Indonesia Film Festival (KIFF) dilangsungkan pada akhir Oktober 2024. Sekarang, film yang menarik ini sudah bisa kita tonton di Indonesia. Seperti apakah film ini? Kita ulas di bawah ini.
Sinopsis
Di sebuah kota kecil, Oh Mi-Yeon (Kim Jung-Nan) dan putranya Kang Ki-Hoon (Park Ji-Hoon) menjalankan sebuah kedai mie di kota kecil di mana mereka tinggal. Ibu dan anak ini menjalani kehidupan yang sederhana dan bahagia, tetapi tak lama kemudian Oh Mi-Yeon didiagnosis menderita penyakit Alzheimer yang membuatnya mulai kehilangan ingatan, dan mulai membuat kesulitan yang makin lama makin besar.
Tak cuma Kang Ki-hoon, Oh Mi-Yeon juga memiliki seorang putri bernama Kang Ji-eun (Kim Bo-Young) yang sedang merintis karirnya sebagai penyanyi idol. Demi mimpinya tersebut, ia memilih untuk menyingkir dari keluarganya. Namun, setelah mendengar penyakit ibunya, ia malah datang dan memicu keributan dengan Kang Ki-Hoon yang menyuruhnya untuk dirawat.
Setelah Kang Ji-eun kembali ke pekerjaannya sebagai penyanyi, ternyata masalah baru muncul ketika ia didiagnosa menderita pneumonia, dan membuat ibunya yang belum pulih ingatannya pergi menyusul anaknya. Apa yang terjadi kemudian?

Latar belakang judul yang kurang dieksplorasi
Tak dipungkiri, judul Audrey membuat kita bertanya-tanya siapakah Audrey ini? Buat yang sering menonton film lawas, nama Audrey Hepburn sudah tidak asing lagi bagi mereka penikmat film. Namun, untuk gen Z atau gen Alpha, nama ini akan terasa asing dan membuat banyak dari penonton generasi tersebut tidak langsung nyetel.
Kesukaan Oh Mi-yeon terhadap Audrey Hepburn hanya sebatas dialog dengan Kang Ki-hoon, dan tidak ditunjukkan lewat stock shot foto atau film yang mungkin sedang ditonton atau dikoleksi. Kalau ini dimunculkan di satu adegan, akan membuat konklusi sedikit lebih bermakna.
Plot utamanya sangat menyentuh walaupun eksposisi karakter utamanya minim
Walaupun menggunakan alur linier, eksposisi karakternya diceritakan lewat kilas balik yang diceritakan di sela-sela adegan penting. Dari sini kita akan melihat bagaimana chemistry ketiga karakter ini sebagai anggota keluarga. Sayangnya, interaksi kedua kakak beradik ini diceritakan terpisah dan masa kecil mereka tidak dihadirkan di film ini, membuat ada sedikit gap yang kurang nyaman dalam mendukung plot utamanya yang akan membuat kita terharu melihat keluarga ini.
Emosi yang muncul saat sang ibu mulai hilang ingatan akan membuat kita menangis melihat perjuangan sang anak dalam mengurus ibunya. Hal ini ditambah saat sang adik ternyata mengalami sakit yang jauh lebih parah dan membuat kedekatan keluarga yang tadinya renggang, semakin erat.
Kesimpulan
Walaupun ada sejumlah kekurangan minor, tidak mengurangi narasi film dalam menguras emosi penonton. Akting Kim Jung-nan sangat baik sebagai ibu dari anak-anaknya, dan di sini karakternya bisa menjadi panutan anak lelakinya, walaupun hubungannya dengan anak perempuannya tidak begitu baik.
Justru lewat penyakitnya itu kita sebagai penonton disadarkan kalau penyakit Alzheimer ternyata bisa membuat orang lupa dengan lingkungan di sekitarnya, termasuk keluarganya sendiri. Perhatian lebih dari anggota keluarga inilah yang menjadi pondasi narasi film terasa istimewa dan menyentuh banyak penonton.
Sutradara: Lee Young-Kook
Pemeran: Kim Jung-nan, Park Ji-hoon, Kim Bo-young
Durasi: 100 Menit
Skor: 7.0/10