KlikFilm kembali menghadirkan The Voice of Hind Rajab yang fenomenal saat JWC 2025 kemarin lewat special screening.
Secara khusus KlikFilm mengundang Anies Baswedan yang selama ini dikenal sangat pro Palestina dan menentang pendudukan Israel di Jalur Gaza.
Film yang satu ini amat dipuji saat gelaran JWC 2025, dan pemutarannya selalu sold out saat diputar di Audi 1 CGV Grand Indonesia. Akhirnya, film ini melangsungkan spesial screening-nya di tempat yang sama kemarin malam di Jakarta (21/11). Narasinya yang amat sederhana namun dapat menyentuh hati siapapun yang menontonnya.
Film dengan judul The Voice of Hind Rajab ini ditulis dan disutradarai oleh Kaouther Ben Hania, dan berhasil memperoleh penghargaan Grand Jury Prize di Venice International Film Festival dan puluhan penghargaan internasional lainnya.
The Voice of Hind Rajab menceritakan kisah terbunuhnya Hind Rajab pada akhir Januari 2024. Hind Rajab merupakan seorang gadis Palestina berusia enam tahun yang terjebak di dalam mobil yang sedang diserang tentara Israel di Jalur Gaza sambil memohon pertolongan ke relawan Bulan Sabit Merah. Sambil berusaha agar ia tetap terhubung, mereka berusaha semaksimal mungkin untuk memanggil ambulans yang nyatanya sulit sekali didatangkan karena perang.
Anies Baswedan yang diundang khusus ke acara ini bersama keluarga juga menanggapi secara serius film ini. Ia mengungkapkan kalau film ini bicara tentang kesaksian tentang keberanian untuk tetap mendengar di saat begitu banyak yang memilih untuk diam dan mendiamkan. “Kesaksian tentang kemanusiaan yang mencoba bertahan di tengah hantaman perilaku yang melampaui batas kemanusiaan. Semua yang menyaksikan film ini mendengar langsung suara yang bukan hasil rekaman di studio, tapi suara seorang anak yang mewakili hati nurani, meminta pertolongan dan menggambarkan betapa dunia seakan tak berdaya.”

Anies juga melanjutkan pembicaraannya, “Anak yang meminta pertolongan itu, Hind Hanood, dihadapkan dengan desingan peluru dan roda tank, sementara yang mencoba menolong tak memiliki kemampuan, walau ada kemauan. Ini gambaran perjuangan saudara-saudara kita di Palestina. Hind Hanood seperti bangsa Palestina yang meminta pertolongan, tersambungkan dengan sebagian orang, yang tak kuasa untuk menolong. Ini seperti potret tentang beratnya perjuangan yang dilewati Hind selama satu hari, dilewati oleh bangsa Palestina selama puluhan tahun.”
Film ini juga mengingatkan bahwa tragedi kemanusiaan yang dialami oleh bangsa Palestina sampai saat ini belum selesai, The Voice of Hind Rajab memindahkan beratnya perjuangan dan penderitaan dari yang dialami di tanah Gaza, menjadi dirasakan oleh begitu banyak milyar manusia yang mendengarkan dan menyaksikan langsung The Voice of Hind Rajab.

“Ini adalah sebuah karya yang luar biasa! Kaouther Ben Hania yang membuat film ini telah berhasil membawa kesadaran baru pada siapapun yang menonton. Kita semua sering menonton film, tapi tidak semua film menghantam titik nurani paling dalam dari perasaan kita, sebagaimana film dokudrama yang dibawakan oleh Kaouther Ben Hania ini.”
“Saya mengajak pada semua, mari kita tonton film ini. Ini bukan hiburan, tetapi ini bentuk membawa rasa pada kesadaran dan kami berterimakasih kepada KlikFilm yang sudah membawa film ini ke Indonesia.
Dalam kata penutupnya, Anies mengatakan, “Mudah-mudahan lebih banyak yang menyaksikan dan lebih banyak yang terpanggil untuk bisa menolong Hanood-Hanood lain yang saat ini masih berada di Gaza dan menjadi penyumbang bagi penyelamatan dan kemerdekaan bagi Palestina. Terima kasih.”