Kisah Sedih Alie yang Seolah Tak Ada Habisnya
“Keluarga ini bukan keluarga kamu,” – Ayah (Rumah untuk Alie, 2025)
Falcon Pictures merilis film terbarunya minggu ini yang akan diberi judul Rumah untuk Alie. Film ini dialihwanakan dari novel laris karya Lenn Liu yang berjudul sama, dan dibintangi sederet bintang seperti Rizky Hanggono dan Anantya Kirana.

Sinopsis
Alie (Anantya Kirana), anak bungsu dari lima bersaudara dan satu-satunya anak perempuan dalam keluarga, ternyata harus menerima nasib yang tidak seberuntung anak bungsu lainnya. Akibat kesalahan kecil yang ia lakukan, ibunya meninggal dan ia disalahkan oleh ayah dan saudara lelakinya, kecuali Nata yang masih mau ia ajak bicara. Ayahnya (Rizky Hanggono), langsung terpuruk dalam minuman keras sepeningggal istrinya, dan ia selalu memarahi Alie yang ia sebut pembawa sial dalam keluarganya.
Tak hanya di rumah, di sekolahnya pun Alie juga dirundung karena dituding ingin merebut Nata yang tak lain adalah kakaknya sendiri. Alie pasrah, dan hanya meminta sedikit belas kasihan dari anggota keluarganya agar bisa diterima. Apa yang terjadi kemudian?
Narasi penuh emosi dan air mata
Melihat film ini seolah mengingatkan kita pada film klasik Arie Hanggara (1985), seorang anak yang dianiaya ayah dan ibu tirinya sendiri. Tapi Rumah untuk Alie, tentu tidaklah sesadis film di atas, namun derita yang ia alami di rumah dan sekolah, akan membuat kita sebagai penonton akan emosi dan sedih melihatnya.
Seolah tidak ada lagi orang yang bisa ia sandarkan untuk sedikit bisa merasakan kebahagiaan di tengah keluarga. Kesalahan yang Alie lakukan di masa lalu, benar-benar membekas dan sulit untuk dimaafkan oleh keluarganya sendiri, karena rasa traumatis yang teramat dalam ini lah membuat semua berubah menjadi tidak baik-baik saja.
Akting menawan dari Anantya Kirana

Luar biasa melihat Anantya bermain di film ini. Setelah tampil brilian di Monster (2023), kini Anantya menghadirkan aktingnya yang akan membuat kita berurai air mata saat melihatnya. Penghayatan peran yang ia lakukan sebagai Alie memang luar biasa, terlebih menjadi karakter yang terdzolimi oleh keluarga dan temannya sendiri.
Shot kamera yang bergerak dinamis, terutama lewat close-up wajahnya, mampu mengikuti gerak langkah Anantya saat ia berlari kecil ke sekolah, dan juga pada saat ia dirundung di sekolah dan dimarahi ayahnya di rumah. Semua yang ia lakukan otomatis akan membuat emosi penonton dikocok-kocok emosinya, karena hantaman bertubi-tubi tanpa henti.
Kesimpulan

Sebagai sebuah alih wahana dari novel, Rumah Untuk Alie memberi pesan moral yang sangat berarti kepada orang tua, dan juga sebagai pengajar, agar waspada terhadap perundungan yang terjadi di sekolah dan juga perlakuan semena-mena orang tua kepada anaknya. Karena semua itu akan bedampak secara psikologis terhadap kesehatan mental yang imbasnya akan jauh lebih buruk lagi. Tonton segera Rumah untuk Alie mulai 17 April 2025 di seluruh bioskop Indonesia.
Director: Herwin Novianto
Cast: Rizky Hanggono, Anantya Kirana, Dito Darmawan, Tika Bravani, Ully Triani
Duration: 95 Minutes
Score: 7.4/10