Keimanan Azizah yang Diuji dan Dipertaruhkan kepada Iblis
“Azizah memang sudah menjadi budakku,” – Assuala (Qodrat 2, 2025)
Setelah sebelumnya film Qodrat meledak di bioskop Indonesia sejak pertama kali dirilis pada 2022 dan meraih 1,7 juta penonton, kini Ustadz Qodrat (Vino G. Bastian) kembali melanjutkan perjalanannya yang sempat tertunda untuk mencari istrinya, Azizah (Acha Septriasa) yang terpaksa ia tinggalkan karena ia dipenjara. Pencariannya kali ini makin berat karena ia harus menghadapi iblis yang teramat kuat dan menguasai istrinya. Berhasilkah ia mengalahkan iblis ini?
Narasinya kini menggunakan perspektif Azizah

Qodrat 2 mempunyai look yang agak berbeda dengan kebanyakan sekuel film pada umumnya yang biasanya melanjutkan narasinya secara linier. Dalam sekuelnya kali ini, fokus sedikit beralih lewat perspektif Azizah yang belum pernah kita lihat di film pertamanya. Prolognya sangat mencekam dengan munculnya Assuala yang tampil gelap dan menakutkan.
Dari prolog tersebut, kita akan dihubungkan dengan prolog film pertamanya yang sudah kita tahu selama ini. Perspektif ini sangat penting mengingat banyak orang lupa kalau istri Ustadz Qodrat di waralaba ini adalah Azizah (Acha Septriasa), bukanlah Yasmin (Marsha Timothy) yang tampil dominan di film pertamanya.
Pengingat ini akan menuntun kita yang mungkin lupa akan sejumlah detil kecil namun penting di film pertamanya, agar di dalam sekuelnya kali ini, penonton mendapat gambaran utuh bagaimana perjalanan Ustadz Qodrat dalam mencari istrinya. Nantinya narasi Azizah yang seolah berjalan sendiri ini, akan menyatu saat bertemu suaminya.
Narasinya menarik, sayang plotnya agak membosankan

Qodrat 2 memiliki narasi cukup menarik, sayangnya ada beberapa adegan terasa membosankan, yang membuat tensi film tidak terjaga dengan baik. Adegan aksinya cukup baik, sayangnya karakter antagonisnya tidak seeksplosif film pertamanya (yang saat itu diperankan Randy Pangalila), tampil lebih memikat saat beradu akting dan melakukan pertarungannya dengan Ustadz Qodrat.
Kini peran yang dimainkan Septian Dwi Cahyo ini, sebetulnya sangat potensial, namun perannya kurang mendapat treatment, lewat dialognya yang terkesan receh, dan walaupun adegan aksinya terlihat cukup baik, namun belum bisa mengalahkan film pertamanya.
Dalam adegan lainnya, dialog intim yang dilakukan Ustadz Qodrat dengan Azizah saat pelarian, momennya tidak terasa tepat, karena mereka hanya bersembunyi di balik mesin pabrik yang notabene pasti terdengar orang lain, terlebih mereka hanya bertukar rasa kangen yang bisa dilakukan setelah aman dari kejaran.
Elemen Teknisnya Masih Terjaga Dengan Baik

Untungnya, di balik kekurangan minornya, Qodrat 2 mempunyai golden scene yang berbeda dari film horor sejenis, dan membuat film ini terselamatkan oleh konklusinya yang bisa dikatakan cukup mencekam. Di sinilah film ini mampu berbicara banyak lewat penggunaan practical effect yang disematkan lewat Assuala, iblis yang selama ini meneror Ustadz Qodrat dan Azizah.
Momen menarik pertama hadir di tengah film, saat truk yang dikemudikan Sukardi (Donny Alamsyah), tiba-tiba berubah arah dan memicu kemelut dengan Ustadz Qodrat. Namun, yang membuat adegan ini seru adalah saat mereka beradu pukulan sambil menggunakan Bahasa Arab. Sebuah treatment yang out the box, dan belum pernah dilakukan sebelumnya di film sejenis.
Aksi krusial yang seolah menjadi klimaks, terbayar tuntas lewat aksi menawan dari Acha Septriasa yang luar biasa di film ini. Dengan cerdasnya, Charles menggunakan shot close-up saat doa diucapkan Azizah dan perubahan gestur wajah yang diperlihatkan membuat eskalasi emosi beranjak signifikan, dan kejutan akan menanti kita di sini.
Kesimpulan

Walaupun film ini belum bisa menandingi film pertamanya, Qodrat 2 mempunyai kelebihan yang jauh lebih signifikan. Penggunaan practical effect terhadap Assuala membuat nuansa film ini terasa lebih berat dan mencekam, dengan sound design yang tampil luar biasa, ditambah dengan penggunaan CGI yang sangat baik pada saat konklusi, membuat film ini naik level bila dibandingkan film pertamanya. Terlebih make-up dan prostetiknya yang tampil meyakinkan dan diperhatikan sangat serius.
Akting Acha juga tampil luar biasa di film ini. Penggunaan shot close-up yang intens, membuat semuanya berubah. Sejak menit pertama, kehadirannya mampu membuat Qodrat 2 berada di level yang jauh berbeda, terlebih saat keimanannya diuji dan membuatnya menjual dirinya kepada iblis. Konklusinya akan menjawab sejauh apa keimanannya diteguhkan dan bisakah ia nantinya kembali kepada Allah. Tonton segera Qodrat 2 serentak di bioskop Indonesia pada Lebaran 2025.
Director: Charles Gozali
Cast: Vino G. Bastian, Acha Septriasa, Della Dartyan, Hana Saraswati, Donny Alamsyah, Septian Dwi Cahyo
Duration: 115 Minutes
Score: 7.4/10