Teror Menakutkan dari Pembunuh Berantai yang Memuja Ikan Hiu
“I see you like come alive on that board. It’s spiritual. I feel the same about what I do It’s my true calling.” – Bruce (Dangerous Animals, 2025)
KlikFilm kembali akan merilis film terbarunya di bioskop Indonesia. Setelah sebelumnya merilis The Life of Chuck, kini giliran Dangerous Animals akan rilis pada 25 Juni 2025. Film bergenre thriller ini bisa dibilang unik karena biasanya ikan hiu hadir sebagai subyek utama, namun kini ikan hiu muncul sebagai obyek dalam melakukan teror pembunuhan berencana yang dilakukan seseorang. Premisnya sederhana, namun narasi yang dihadirkan ternyata tampil mengejutkan lewat rangkaian ketegangan yang sangat intens.

Sinopsis
Zephyr (Hassie Harrison) merupakan seorang perempuan penyendiri yang bepergian dengan van miliknya, dan berselancar setiap ada kesempatan. Suatu hari dia bertemu Moses (Josh Heuston), dan tertarik dengannya.
Tetapi keesokan paginya, Zephyr pergi seorang diri untuk berselancar, dan saat itulah ia diculik oleh Bruce (Jai Courtney), seorang pemandu wisata ikan hiu yang ternyata merupakan seorang pembunuh berantai yang terobsesi dengan hiu. Apa yang terjadi dengan Zephyr? Bisakah ia menyelamatkan diri dari Bruce?
Prolognya mengejutkan, dan membuat karakter Bruce begitu menarik
Dangerous Animals bukanlah film thriller yang penuh misteri. Bahkan karakter antagonisnya telah diungkap di prolog tepat sebelum judul film keluar. Kita tahu siapa Bruce sebenarnya, apa profesinya, dan di paruh pertama kita akan mengetahui kenapa ia begitu terobsesi dengan ikan hiu.
Sebuah hal yang membuat film thriller ini bernuansa horor karena terus menerus memberikan ketakutan fisik atau psikologis pada penonton. Terlebih dengan latarnya yang gelap dan menjadi latar cerita, membuat intensitas film ini terasa mencekam setiap saat.
Ikan hiu memang berhasil membuat penonton ketakutan sejak kesuksesan Jaws (1975), yang disutradarai Steven Spielberg dirilis di layar lebar. Berulang kali ikan hiu sukses menjadi subyek narasi film layar lebar.
Namun, Dangerous Animals melakukan pendekatan berbeda. Film ini menunjukkan kalau ikan hiu bisa menginspirasi seorang pembunuh berantai dalam melakukan aksinya. Sebuah treatment yang tak biasa dilakukan dalam film sejenis, dan membuat karakter Bruce begitu menarik di film ini.

Elemen teknisnya di atas rata-rata
Sebagai sebuah film thriller bernuansa horor, Dangerous Animals dieksekusi dengan baik lewat pengambilan gambarnya yang dinamis, dan tak monoton. Transisi antar adegan juga sangat baik, dengan editing yang rapi, membuat narasinya mudah dinikmati penonton. Penempatan skoringnya pun tak berlebihan, dan sesuai dengan adegan yang diwakilinya.
Tak hanya teknisnya yang baik, tapi akting para pemainnya juga di atas rata-rata. Pujian patut ditujukan bagi Jai Courtney yang berhasil mengubah dirinya menjadi predator menakutkan bagi korban-korbannya.

Kesimpulan
Jarang-jarang kita melihat film seperti ini. Walaupun mempunyai banyak kelebihan, Dangerous Animals memiliki sedikit kekurangan. Film yang bisa dikategorikan juga sebagai film survival ini juga cenderung repetitif saat korbannya mencoba menyelamatkan diri dan selalu tertangkap berkali-kali.
Sebuah treatment yang terlihat hanya menjual ketegangan tanpa variasi narasinya, seolah takut melibatkan orang lain selain cast utamanya. Tapi ini bukanlah sesuatu yang besar, dan sebagai sebuah tontonan, Dangerous Animals sangat memuaskan bagi penonton yang menyukai thriller survival bernuansa horor. Tonton segera film ini di bioskop seluruh Indonesia mulai 25 Juni 2025.
Director: Sean Byrne
Cast: Hassie Harrison, Josh Heuston, Rob Carlton, Ella Newton, Liam Greinke, Jai Courtney
Duration: 98 Minutes
Score: 7.6/10