28 Tahun Berlalu Sejak Zombie Merajalela di Eropa
“There are so many dead. Infected and non-infected alike. And some are better than others.” – Kelson (28 Years Later, 2025)
Film yang satu ini termasuk salah satu film horor yang paling ditunggu di tahun 2025. Sebagai salah satu film zombie terbaik yang pernah ada, di mana dua film sebelumnya, 28 Days Later (2002) dan 28 Weeks Later (2007), menjadi legenda tersendiri di subgenre zombie horror.
Hadir dengan judul 28 Years Later, film ini tetap disutradarai Danny Boyle, yang menyutradarai dua film sebelumnya, dan sebagai kejutan, naskahnya ditulis bersama Alex Garland, yang film-filmnya masih lekat di ingatan kita seperti Civil War (2024) dan Warfare (2025).
Kembalinya Danny Boyle ke waralaba yang ia ciptakan pada tahun 2002, mungkin gambarannya tidak persis sama seperti 28 Days Later yang fenomenal di zamannya, namun secara visual, film ini berhasil menghadirkan paduan antara horor dari film aslinya dengan sejumlah perspektif baru yang kekinian.

Sinopsis
Kita bahas singkat dua filmnya terdahulu. Hampir tiga dekade setelah virus ganas bocor dari laboratorium senjata biologis (seperti yang digambarkan dalam 28 Days Later), daratan Inggris kini menjadi zona karantina khusus tempat para penyintas hidup berdampingan dengan sekelompok orang yang terinfeksi.
Dalam sekuelnya, akhir dari 28 Weeks Later memperlihatkan virus tersebut tampaknya bermigrasi ke Paris. Kini di film ketiganya, dalam keterangan pembukanya menyatakan kalau virus tersebut telah diusir kembali dari benua Eropa dan daratan Inggris telah dikarantina. Patroli perahu internasional memastikan tidak ada yang terinfeksi keluar dari karantina, dan berusaha mencari selamat.
Keterangan pembuka ini secara tidak langsung mengacu pada kondisi global yang terjadi selama hampir tiga dekade, seperti wabah Covid, dan juga Brexit yang membuat kondisi Eropa terguncang hebat saat itu, dan membuat narasi film mendukung apa yang terjadi secara real time.
28 tahun sejak virus berbahaya ini lolos dari laboratorium, beberapa orang telah menemukan cara untuk bertahan hidup di antara yang terinfeksi. Salah satu kelompok tersebut tinggal di sebuah pulau kecil yang terhubung ke daratan utama oleh satu jalan lintas yang dijaga ketat.
Ketika Jamie (Aaron Taylor-Johnson) dan anaknya, Spike (Alfie Williams) menjalani ritual wajib menjelajah dataran Inggris, mereka menemukan zombie Alfa yang sangat berbahaya dan paling kuat di antara semua, tapi juga seorang penyintas yang mungkin bisa menyelamatkan Isla (Jodie Comer), ibu Spike yang sedang sakit parah. Berhasilkah ayah dan anak itu menuntaskan misi mereka?

Elemen teknisnya sangat memukau
Suasana pasca-apokaliptik yang menjadi latar film ketiga ini, berhasil dibangun dengan baik. Dengan rentang waktu 28 tahun, keadaan mulai berangsur normal, dan sekelompok penyintas tinggal di Holy Island di lepas pantai Inggris. Holy Island hanya memiliki satu pintu masuk yang bisa dilewati kalau pantai sedang surut, membuat tempat ini aman dari ancaman zombie.
Desain artistiknya membuat kita terlempar ke masa silam, di masa pergantian abad, di mana masyarakatnya hidup dari hasil bumi, berbagi apapun yang mereka miliki dan disimpan dalam gudang bersama.
Namun, pemukiman ini memiliki sedikit kultus unik yang membuat anak yang memasuki remaja, wajib menjelajah ke dataran Inggris untuk belajar berburu ditemani orang tuanya. Sebuah tradisi yang sekilas mirip wajib militer, di mana setiap anak laki-laki disiapkan untuk menghadapi situasi terburuk apapun tanpa kecuali.
Dataran Inggris tampak memukau saat Spike pertama kali menjelajahinya. Sinematografinya yang indah berhasil menangkap lansekap hijau luas dan menyejukkan, juga rimbunnya hutan saat mereka pertama kali Spike menemukan targetnya. Visual yang hampir semua ditangkap menggunakan iPhone ini sangat luar biasa. Rangkaian aksi saat mereka dikejar-kejar zombie sangat menegangkan.
Mereka juga menjumpai makhluk aneh yang terlihat sudah berevolusi, dengan badannya yang membengkak, juga merayap di tanah. Tak ketinggalan Alpha, sosok zombie terkuat yang mempunyai badan bak raksasa yang tidak mempan hanya dengan sebuah anak panah.
Tapi yang luar biasa adalah saat Spike dan ibunya berjalan ke daratan Inggris untuk mencari Dokter Kelson (Ralph Fiennes) yang sangat misterius, dan Spike berharap sang dokter bisa menyembuhkan ibunya. Apa yang mereka temukan nantinya akan membawa waralaba ini ke arah baru, yang secara tematis dimunculkan lewat tumpukan tulang dan tengkorak yang menjulang tinggi.
Simbolisasi ini memperlihatkan arah film ini selanjutnya (lewat film keempatnya yang berjudul 28 Years Later: The Bone Temple). Juga memunculkan karakter baru bernama Jimmy (Jack O’Connell) yang muncul di akhir film.

Kesimpulan
Tak dapat dipungkiri, waralaba yang telah berjalan selama lebih dari dua dekade ini ternyata masih mampu menarik perhatian kita, baik penonton film terdahulu maupun generasi terkini yang mungkin belum mengenal film ini dengan baik. Waralaba yang awalnya dikemas dengan bujet kecil, kini berhasil menjelma menjadi film blockbuster bertema zombie dan dunia distopia yang jauh berbeda dari film sejenisnya.
Director: Danny Boyle
Cast: Jodie Comer, Aaron Taylor-Johnson, Ralph Fiennes, Jack O’Connell, Emma Laird, Kim Allan, Alfie Williams
Duration: 115 Minutes
Score: 8.2/10