Ketika Irit Menjadi Pegangan Hidup Sebuah Keluarga
“Itu sekilo bersih enggak pakai tulang enggak pakai kepala enggak pakai jeroan. Dagingnya doang. Pakai timbangan saya aja nih,” – Ibu Linda (Keluarga Super Irit, 2025)
Setelah sebelumnya merilis Dendam Malam Kelam, Falcon Pictures kembali merilis film terbarunya yang bergenre drama keluarga dengan judul Keluarga Super Irit. Film yang masih disutradarai Danial Rifki ini dialihwahanakan dari komik karya Yim Chang Ho asal Korea Selatan, yang mengangkat cerita dari sebuah keluarga urban yang berusaha menjalani hidup super hemat di tengah kota besar.
Hemat yang dihadirkan di film ini memang tergolong ekstrem bagi banyak orang dengan sejumlah trik bagaimana mengatur belanja bulanan hingga cara kreatif menghibur anak tanpa keluar biaya.
Sinopsis
Keluarga Sukaharta yang terdiri dari, Tony (Dwi Sasono), Linda (Widi Mulia), dan ketiga anak mereka, Sally (Widuri Puteri), Billy (Dru Prawiro Sasono), dan Kenny (Den Bagus Sasono), sehari-hari menjalani hidup dengan prinsip hemat yang nyaris tak masuk akal untuk orang kota sekalipun. Dari mulai makan gratis di resepsi orang yang tak mereka kenal, menumpang wifi tetangga, hingga menjatah air cebok, semua mereka lakukan atas nama efisiensi. Walaupun menjalani hidup serba irit, hidup mereka sederhana tapi bahagia.

Soal irit ini makin diperketat lagi saat sang ayah mengalami pemotongan gaji besar-besaran, yang menyebabkan kelimanya terpaksa meninggalkan rumah kontrakan penuh kenangan dan pindah ke rumah bekas kandang burung di atas sebuah ruko. Dalam tekanan ekonomi dan ruang sempit, keluarga ini mengandalkan jurus warisan turun-temurun: TRIK (Taktik Irit Keluarga), untuk bertahan dan mengumpulkan cukup uang demi bisa kembali ke rumah lama mereka.
Narasinya mengajarkan banyak hal positif
Buat mereka yang pernah mengalami hidup berkesusahan, narasi yang disuguhkan film ini bak dejavu, walau tentu tak bisa disamakan dengan cara hidup setiap orang yang mengalaminya. Cara yang dipraktekkan Keluarga Sukaharta memang sangat ekstrem, terutama dari kita yang pernah menerapkannya, dan hal ini akan mengundang senyum dan tawa saat melihat mereka menerapkan aturan seperti ini. Namun, bagi mereka yang mempunyai materi berkecukupan, tentu akan geli sendiri melihat aturan irit yang rasanya tak mungkin dilakukan.
Plot utama tak terganggu dengan munculnya cast lain
Keluarga Super Irit tetap fokus pada kelima anggota keluarga ini, walaupun banyak pemain yang masuk silih berganti di beberapa adegan, tapi isu utamanya tidak bergeser sama sekali. Hal ini justru diperkuat dengan kehadiran Kakek Hans (Indro Warkop) yang merupakan ayah Linda dan Cipto (Onadio Leonardo) yang merupakan adiknya.
Keduanya mempunyai level keiritan berbeda, yang tampaknya diturunkan secara genetik di keluarga mereka, membuat kita tertawa melihat betapa sulitnya keluarga tersebut saat ayah dan adiknya menumpang di rumah yang sangat kecil itu.

Kesimpulan
Banyak pelajaran yang bisa kita petik dari film Keluarga Super Irit. Film ini bukanlah tipikal film keluarga yang biasa kita lihat di layar lebar atau layar kaca. Kita akan melihat kalau di tengah keterpurukan, kita masih bisa berhemat dengan cara apapun (walaupun terkadang bisa sangat ekstrem). Namun, kekompakan mereka sebagai sebuah keluarga harus diacungi jempol.
Walau begitu bukan berarti mereka tidak menemui kegagalan saat menerapkan hal tersebut. Justru karena kebersamaan mereka sebagai sebuah keluarga membuat mereka bisa menghadapi kegagalan dengan terus berusaha mencoba.
Tonton film yang sangat menghibur dan sarat pesan kehidupan ini di bioskop mulai 12 Juni 2025.
Director: Danial Rifki
Cast: Dwi Sasono, Widi Mulia, Widuri Puteri, Dru Prawiro Sasono, Den Bagus Sasono, Onadio Leonardo, Indro Warkop, Oki Rengga, Coki Pardede, Mandra, Oza Rangkuti, Dayu Wijanto, Whani Darmawan.
Duration: 116 Minutes
Score: 8.0/10