Drama Pelarian yang Brilian dari Seorang Akademisi di Era Keditaktoran Brasil
“You’re telling me hitmen are out to get me?” – Armando (The Secret Agent, 2025)
Film terakhir dari KlikFilm yang diputar minggu lalu setelah Better Man (2024) dan Citizen Kane (1941) adalah The Secret Agent. Salah satu film unggulan yang sebelumnya ditayangkan dalam Jakarta World Cinema 2025. Sebagai salah satu film thriller politik berlatar sejarah, film ini ditulis dan disutradarai oleh Kleber Mendonça Filho yang sebelumnya kita kenal lewat Bacurau (2019).
The Secret Agent tayang perdana di kompetisi utama Festival Film Cannes 2025 dan menerima pujian dari kritikus dan penonton. Selain itu film ini juga banyak meraih penghargaan di festival tersebut, memenangkan penghargaan Aktor Terbaik untuk Moura, penghargaan Sutradara Terbaik untuk Mendonça Filho, Art House Cinema Award, dan Penghargaan FIPRESCI untuk Film Terbaik. Tak hanya itu, The Secret Agent juga terpilih sebagai perwakilan resmi Brasil untuk Film Fitur Internasional Terbaik di Academy Awards ke-98.

Sinopsis The Secret Agent
Armando (Wagner Moura), seorang mantan peneliti universitas yang terjebak dalam kekacauan politik di saat keditaktoran militer di Brasil, berusaha melarikan diri dari kejaran seorang pengusaha korup dan berpengaruh (Luciano Chirolli) ketika Armando menolak untuk bekerja sama dengannya. Hal ini kemudian berujung pada ancaman pembunuhan terhadap Armando. Namun, dalam prosesnya, Armando diselundupkan di sebuah rumah aman di Recife oleh kelompok perlawanan misterius bersama sejumlah orang yang berada dalam perlindungan Dona Sebastiana (Tania Maria).
Di tempat itulah Armando mendapat pekerjaan di departemen pemerintah yang bertanggung jawab untuk menerbitkan kartu identitas. Di sini pula Armando bertemu dengan seorang polisi korup yang mengerikan (Robério Diógenes) yang departemennya memanfaatkan kekacauan karnaval untuk membunuh orang.
Namun, semua yang Armando rencanakan menjadi kacau setelah pembunuh bayaran berhasil melacak tempat kerjanya, dan mulai mengejar dirinya. Di tengah ancaman yang terus meningkat ini, Marcelo, dengan bantuan seorang perempuan misterius bernama Elza dan rekan-rekannya dalam perlawanan bawah tanah yang makin berkembang di negara itu, tetap fokus untuk melarikan diri dari Brasil bersama anak laki-lakinya yang masih kecil.
Elemen teknis yang luar biasa mengagumkan
Secara visual, The Secret Agent tampil luar biasa, dan tampil dramatis di segala hal, tanpa perlu tergesa-gesa dalam menyampaikan kisah Armando yang penuh warna. Terkadang narasinya menyelipkan black comedy, sedikit adegan erotis, dengan alurnya yang berliku sebelum akhirnya memunculkan konklusi yang penuh kekerasan yang berdarah-darah. The Secret Agent bukanlah film thriller konvensional dan membutuhkan kesabaran berlapis untuk bisa menikmati ceritanya yang lebih bernuansa novelistik.

Kesimpulan
Wagner Moura tampil luar biasa dalam perannya yang kompleks namun simpatik. Peran yang sebetulnya kontradiktif dengan judulnya yang amat bias, dan bisa menggiring penonton ke arah thriller stereotype, yang disukai penonton pada umumnya.
Visualisasinya yang brilian dengan tone kekuningan yang sedikit grainy, mampu memperlihatkan suasana Brasil akhir 70an dengan segala kekhasannya. Konklusinya yang sebetulnya menarik, terlihat elusif dan akan membuat sebagian penonton tak terpuaskan. Walau begitu jangan mengartikan judul ini secara literal, agar kita masih bisa menikmati karya ini secara lebih komprehensif.
Director: Kleber Mendonça Filho
Cast: Wagner Moura, Carlos Francisco, Tânia Maria, Robério Diógenes, Maria Fernanda Cândido, Gabriel Leone, Alice Carvalho, Hermila Guedes, Isabél Zuaa, Udo Kier
Duration: 158 minutes
Score: 9.0/10