The Monkey

Review The Monkey (2025)

Mainan Monyet Terkutuk yang Menelan Banyak Korban

“Everybody dies. Some of us peacefully and in our sleep, and some of us… horribly. And that’s life.” – Lois (The Monkey, 2025)

Sebagai salah satu film horor yang banyak ditunggu di tahun 2025, The Monkey mungkin salah satu yang banyak dinantikan banyak penggemar genre ini. Kenapa bisa demikian? Pertama karena ada nama Stephen King di balik film ini.

The Monkey dialihwahanakan dari cerita pendek karya Stephen King yang dirilis pada tahun 1980, dan pertama kali dimasukkan dalam majalah Gallery pada tahun 1980, lantas direvisi dan diterbitkan ulang dalam Skeleton Crew pada tahun 1985. Cerita aslinya mengisahkan sebuah mainan monyet terkutuk yang memukul simbal.  

Dalam alih wahana kali ini, Osgood Perkins, sutradara di balik kesuksesan Longlegs (2024), didapuk untuk membuat adaptasi layar lebarnya. Bagaimanakah ceritanya kali ini? Apakah tetap mengacu pada karya asli milik Stephen King?

The Monkey
© Neon

Sinopsis

Berlatar pada tahun 1999, Petey Shelburn mencoba untuk mengembalikan mainan monyet yang bermain drum di sebuah toko barang antik. Namun, sebelum mainan itu terjual, ternyata monyet itu memainkan drumnya, dan sebuah reaksi berantai menyebabkan pemilik toko itu mati tertusuk tombak dengan usus terburai.

Tak lama kemudian, Petey menghilang, meninggalkan istrinya Lois untuk membesarkan sepasang putra kembar mereka, Hal dan Bill. Ketika mereka menemukan mainan monyet tua milik ayah mereka di loteng, serangkaian kematian yang mengerikan pun terjadi. Kedua bersaudara itu memutuskan untuk membuang mainan itu dan melanjutkan hidup mereka, yang semakin menjauh selama bertahun-tahun.

Namun, 25 tahun berselang, Hal yang sudah mempunyai anak, ditelpon oleh Bill yang memintanya untuk mencari lagi boneka monyet ini setelah paman dan bibi mereka mati secara misterius. Ada apa dengan boneka monyet tersebut? Dan kenapa banyak kematian muncul setelah kenopnya diputar?

Narasi tetap mengacu pada kisah aslinya, namun terasa repetitif hingga akhir

Setelah melihat The Monkey, beberapa bagian dari cerita aslinya masih dipertahankan, tentunya ada sejumlah penyesuaian cerita agar sesuai dengan format layar lebar. Kini film ini dieksekusi dengan unsur gore dan dark comedy yang kental, membuat kita sebagai penonton tak bisa menebak kapan, dan di mana adegan ini akan muncul, sedikit mengingatkan kita pada waralaba Final Destination yang fenomenal itu.

The Monkey
© Neon

Walaupun first act dan second act-nya sangat menarik, namun memasuki third act, entah kenapa apa yang disajikan The Monkey terasa repetitif dan tidak semenarik yang dibayangkan sejak awal. Setiap kematian yang muncul setelah paruh kedua terasa tidak masuk akal dan membuat The Monkey kehilangan arah. Semua narasi seolah berjalan liar dan tak terkendali, membuat film ini bak lelucon yang tak jelas asal usulnya.  

Sebagai sebuah film yang menyertakan dark comedy di dalamnya, film ini tidak menawarkan sesuatu yang menegangkan sama sekali. Setiap momen serius, selalu saja dirusak oleh lelucon bodoh yang membuat hubungan ayah dan anak terasa tempelan saja, dan tidak terasa penting. Bahkan mainan monyet yang terindikasi dirasuki iblis, tidak memiliki bobot yang fundamental hingga film berakhir.  

Di bagian konklusi, sebuah momen yang menjadi titik lemah film ini. Pembuat film tampaknya ingin segera menyudahi horor komedi yang makin tidak terarah ini dengan cara yang paling absurd dan makin terasa tidak masuk akal.

Kesimpulan

Apakah The Monkey merupakan film yang jelek? Jelas tidak, film ini akan menarik bagi mereka pecinta horor dan gore. Film ini cukup menghibur dan menegangkan jika kita sebagai penonton ingin meniadakan logika dan menikmati film ini apa adanya. The Monkey bisa jauh lebih menghibur apabila dibuat lebih serius, sayangnya film ini seolah kehabisan nafas hingga babak akhir dan tidak menyisakan apa-apa lagi bagi kita.

Director: Osgood Perkins

Cast: Theo James, Tatiana Maslany, Christian Convery, Colin O’Brien, Elijah Wood, Sarah Levy, Osgood Perkins

Duration: 98 Minutes

Score: 6.4/10

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top