Pengantin Iblis

Review Pengantin Iblis (2025)

Rate this post

Celakanya Sang Anak Membuat Ibunya Bertindak Nekat

“Pernikahan itu seumur hidup Ranti, dan kamu sudah memilih dengan dia,” – Bu Utari (Pengantin Iblis, 2025)

Dua hal unik terjadi di dunia film horor Indonesia. Setelah sebelumnya pada dua minggu lalu kita kedatangan Pengantin Setan yang dirilis MVP, minggu berikutnya kita kedatangan Pengantin Iblis yang dirilis Lyto. Kedua film ini disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis yang sebelumnya terkenal dengan beberapa film box office-nya seperti Mangkujiwo 1-2 (2020-2023) dan Di Ambang Kematian (2023).

Setelah 2 tahun hiatus di layer lebar, Kinoi akhirnya kembali hadir dengan merilis 2 film yang judulnya mirip dan dalam jangka waktu yang hampir bersamaan. Apakah kemiripan dua judul film ini juga berpengaruh terhadap filmnya? Kita baca ulasannya di bawah ini.

Pengantin Iblis
© Lyto Pictures

Sinopsis

Ranti (Taskya Namya) merupakan seorang ibu dan istri yang sangat setia kepada suaminya, Bowo (Wafda Saifan) dan keluarga besar suaminya. Bowo dan Ranti memiliki seorang anak perempuan yang sangat ia cintai, Nina (Shaqueena M. Lukman), yang telah mengalami cacat sejak lahir. Suatu hari, Nina mengalami kecelakaan fatal yang membutuhkan penanganan segera.

Suami Ranti yang bekerja sebagai pelaut, sedang tidak berada di rumah, dan keluarga besarnya juga tidak mampu membantu. Dalam keputusasaan, Ranti terpaksa menerima tawaran seorang perempuan tua yang menemuinya untuk menjadi pengantin iblis demi menyelamatkan Nina. Usahanya berhasil, Nina pun sembuh seperti sediakala.

Namun, setelah Nina pulang ke rumah, serangkaian kejadian aneh terjadi di rumah itu, dan menimbulkan kecurigaan adik iparnya, Siti (Givina Lukita) dan suaminya, Bayu (Bukie B. Mansyur), dan adik iparnya, Gita (Arla Ailani). Apa yang sesungguhnya terjadi?

Pengantin Iblis
© Lyto Pictures

Premisnya generik tapi eksekusinya luar biasa

Melihat Pengantin Iblis ternyata berbeda jauh konsepnya dengan apa yang dibuat Kinoi di Pengantin Setan, walaupun kedua judulnya relatif identik. Premis film ini cenderung generik, namun cerdas memainkan plotnya dengan baik, terlebih dengan pemain lainnya, dan yang membuat Pengantin Iblis beda adalah embel-embel gore yang tak hadir di Pengantin Setan. Setiap karakter dipikirkan dengan matang, contohnya adalah Siti dan Bayu.

Kedua ipar Ranti ini digambarkan berseberangan dengannya, dan hal ini juga didukung oleh ibu mertuanya yang tidak menyukai Ranti. Konflik ini ditambah dengan pekerjaannya dan suaminya yang pergi berlayar membuatnya tak mempunyai kekuatan untuk berpijak di rumah tersebut. Masalah mulai timbul setelah Nina kecelakaan dan tak satupun dari mereka mau menolong, dan secara logika, masuk akal bila ia menerima tawaran menjadi pengantin iblis.

Kerangka utama inilah yang menjadi pijakan film ini kuat, dipadukan dengan karakter pendukung lainnya yang mendapat screen time seimbang, membuat film ini tidak melulu menggambarkan narasinya dari karakter Ranti semata, namun juga karakter pendukung yang notabene mempunyai peran penting juga terhadap apa yang dialami Ranti nantinya.

Pengantin Iblis
© Lyto Pictures

Elemen teknisnya di atas rata-rata

Seperti halnya film Kinoi sebelumnya, elemen teknis Pengantin Iblis sangat serius digarap. Pergerakan kamera yang sangat dinamis di dalam rumah dan eksterior, membuat beberapa adegan terlihat keren, membuat banyak jumpscares yang dimunculkan, berhasil untuk mengejutkan penonton. Satu hal yang luar biasa adalah kualitas make-up nya yang akan mengundang decak kagum penonton, terlebih saat transformasi Ranti yang terlihat sangat nyata dan menakutkan.

Penggunaan practical effect yang lebih dominan juga menjadi nilai tambah film ini. Keunggulan elemen teknis ini memang menjadi ciri khas Kinoi di banyak filmnya terdahulu dan bukanlah sesuatu yang mengejutkan bagi para penggemar film horor.

Kesimpulan

Pengantin Iblis mampu tampil mengesankan di setiap aspek. Walaupun narasinya terlihat biasa saja, namun dengan elemen teknisnya yang luar biasa, desain produksi dan make-up yang digarap serius, membuat film ini patut untuk ditonton. Akting Taskya Namya di Pengantin Iblis merupakan yang terbaik dari semua film yang pernah ia bintangi selama ini. Totalitasnya menunjukkan kalau ia pantas menjadi ratu horor Indonesia saat ini. Tonton segera film ini di bioskop terdekat di kota kamu.

Director: Azhar Kinoi Lubis

Cast: Taskya Namya, Wafda Saifan, Arla Ailani, Givina, Bukie B. Mansyur, Elly Luthan, dan Ratna Riantiarno

Duration: 105 Minutes

Score: 8.6/10

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top