Review Kung Fu Soccer (2026)

Suksesor Shaolin Soccer yang lebih Feminis dan Tetap Menghibur

‎”Kung fu bukan tentang siapa yang paling kuat memukul, tapi tentang bagaimana kita saling melindungi saat dunia meremehkan kita.” — Shuang (Kung Fu Soccer, 2026)

Sebagai salah satu film yang ditunggu karena nama besar Stephen Chow di dalamnya, tentu saja kehadiran Kung Fu Soccer amat dinanti penggemar Shaolin Soccer (2001), film yang melegenda karena atraksi kung fu yang dipadukan dengan sepakbola. ‎‎

Di Kung Fu Soccer, Stephen Chow mengembalikan kejayaan film sebelumnya dengan menyoroti perjuangan tim sepak bola yang semuanya adalah perempuan. Menggabungkan komedi absurd yang selama ini menjadi signature style Stephen Chow sejak lama, aksi bela diri yang di luar nalar, dan isu feminis yang kental juga sarat makna. Dan benar saja, Kung Fu Soccer memang benar-benar merepresentasikan semua itu ke dalam narasinya.

Sinopsis

Film ini mengikuti perjalanana Tim Sepak Bola Wanita Emei, sebuah tim sepak bola underdog yang seringkali  diremehkan. Dipimpin oleh kapten tangguh bernama Shuang (Zhang Xiaofei), tim ini memutuskan untuk memadukan jurus-jurus kung fu tradisional aliran Emei ke dalam strategi sepak bola mereka demi memenangkan turnamen bergengsi Supreme Invincible Cup.‎‎

Perjalanan mereka semakin mulus berkat kehadiran seorang pelatih tampan (Lay Zhang) yang berhasil membawa mereka ke babak semifinal. Namun, dinamika tim sempat goyah akibat kesalahpahaman yang makin menjadi-jadi antara Shuang, sang pelatih, dan sahabat masa kecilnya, Jade Yu Long (Dilraba Dilmurat). ‎‎

Di tengah ancaman perpecahan tim dan lawan-lawan tangguh yang menggunakan berbagai macam trik di lapangan, bisakah Tim Emei bersatu kembali untuk membuktikan kekuatan mereka?

Aksi Komedi yang Sangat Menghibur Hingga Akhir

Bukan Stephen Chow namanya kalau filmnya tidak bisa menghibur penonton. Film ini akan membuat kita tertawa terpingkal-pingkal dengan sejumlah jokes yang bertebaran di tiap adegannya. Sama seperti film pendahulunya, Shaolin Soccer yang hingga sekarang masih berkesan di mata penggemarnya lewat aksi komedinya.‎‎Kini adegan bela dirinya sangat variatif, dengan jurus akrobatik di luar nalar yang memukau, ditambah dengan kekuatan super yang menentang hukum fisika.

Semua suguhan ini memang sangat menghibur dan menjadi jualan utamanya. Tak hanya aksi komedinya yang dominan, bahkan drama yang dihadirkan film ini juga cukup emosional, karena disertai eksposisi yang cukup dalam saat menceritakan konflik yang terjadi. Namun, seperti halnya jokes absurd khas Stephen Chow, tak semuanya berhasil, ada juga jokes yang cringe dan tak berarti apapun.

Kesimpulan

Kung Fu Soccer memang pantas disebut sebagai suksesor Shaolin Soccer versi perempuan dengan narasinya yang fresh, juga subplot kisah cinta segitiga yang cukup emosional. Walaupun CGI nya cukup terasa berlinpah, tapi itu tidak menggangu penonton sama sekali. Jokesnya sebagian berhasil tapi sebagian memang cringe. Tapi sekali lagi ini buatan Stephen Chow, yang sejak awal karirnya memang terkenal sebagai King of Comedy sejak medio 90an. Jadi tonton filmnya di bioskop terdekat di kota kamu.‎‎

Director: Stephen Chow (bersama co-director Qin Pengfei, Lam Tze-Chung, dan Lu Zhengyu)

‎Cast: Zhang Xiaofei, Dilraba Dilmurat, Zhang Yixing, Carina Lau, Takeru Satoh‎

Duration: 106 menit

‎Score: 8.0/10‎

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top