Review Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu (2026)

Kepahitan Sang Anak Belajar Merelakan Ibunya

‎’Aku nggak mau hidup sama Mama sampai tua.’ – Rere (Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu, 2026)

Setelah sebelumnya merilis film Ayah, Aku Mau Cerita yang bergenre drama misteri thriller, kini Falcon Pictures menghadirkan sebuah melodrama keluarga yang siap menguras emosi penonton. Hadir dengan judul Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?, karya terbaru Herwin Novianto ini merupakan adaptasi resmi dari film legendaris Korea Selatan tahun 2010 yang berjudul Wedding Dress.

Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu bukanlah film melodrama pada umumnya yang biasanya melibatkan banyak anggota keluarga. Namun, di film ini fokus diarahkan pada hubungan ibu tunggal dan anak perempuannya yang mempunyai masalahnya sendiri bersama teman sekolahnya. ‎

Sinopsis

Stella (Marsha Timothy), seorang ibu tunggal tangguh dan ceria, bekerja sebagai perancang gaun pengantin untuk sebuah butik fashion. Stella membesarkan putri semata wayangnya yang masih duduk di bangku sekolah, Rere (Fara Shakila), di tengah kesibukan di butik tersebut. Dunia mereka yang damai seketika runtuh saat Stella divonis mengidap kanker stadium akhir dan menyadari sisa hidupnya tak akan lama lagi.

Enggan membuat sang putri dirundung kesedihan, Stella memilih menyembunyikan penyakitnya rapat-rapat. Di sisa waktu yang kian menipis, fokusnya beralih total untuk mempersiapkan Rere agar bisa tumbuh menjadi anak yang mandiri. Bentuk cinta dan warisan terakhir yang paling menyentuh dari Stella adalah tekadnya untuk merancang dan menjahit sendiri sebuah gaun pengantin masa depan untuk Rere, meskipun ia sadar tidak akan pernah bisa melihat putrinya mengenakan gaun tersebut di pelaminan.

Chemistry Ibu-Anak yang Autentik

Betapa luar biasanya melihat Marsha Timothy dan Fara Shakila menjadi ibu dan anak di film ini. Chemistry mereka terlihat orisinal, intim, dan mampu menyampaikan rasa sayang yang tulus dan emosi keduanya terlihat nyata tanpa harus terkesan berlebihan.

Pemeran pendamping yang penuh humor dan saling mendukung

Melihat kehadiran komika Praz Teguh dan desainer Ivan Gunawan di film ini, membuat film menjadi penuh warna. Berbeda dengan melodrama sejenis yang mengumbar emosi dan tangis air mata yang konstan di sepanjang film,  paruh pertama film ini justru dikemas ringan dengan hadirnya Praz dan Ivan  lewat dialog jenaka yang menggemaskan, dan sukses mengundang tawa penonton.

Sinematografi dan Tata Artistik yang Estetika dan Detil‎

Kehadiran Ivan Gunawan yang berperan sebagai desainer, membuat tata artistik terlihat hidup dan kaya akan detil estetika dari sebuah butik gaun pengantin yang terlihat fancy dan mewah. Ivan bahkan meminjamkan properti dari butik pribadinya—membuat latar tempat kerja Stella terasa sangat hidup, nyata, dan memanjakan mata secara visual.

Kesimpulan

‎Tanpa ingin spoiler, film ini secara intim merefleksikan hubungan ibu dan anak yang selama ini jarang kita lihat di film keluarga sejenis. Bagaimana sang ibu yang bekerja keras demi kebahagiaan anaknya, walaupun sang anak mempunyai masalah sosialisasi dengan teman-temannya. Refleksi hubungan ibu dan anak terasa intens seiring eskalasi penyakit yang diderita sang ibu, membuat Rere harus bisa memahami ibunya. Esensi hubungan ibu dan anak inilah yang menjadi kekuatan film, bahkan hingga film berakhir.

Director: Herwin Novianto‎

Cast: Marsha Timothy, Fara Shakila, Praz Teguh, Ivan Gunawan, Sara Wijayanto, Kiki Narendra, Haruka Nakagawa, Queen Lubis, dan Kinaryosih.‎

Duration: 111 Minutes‎

Score: 8.0/10‎

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top