Misi Terbaru Mencari Dinosaurus di Pulau Terpencil
“Survival is a long shot,” – Dr. Henry Loomis (Jurassic World Rebirth, 2025)
Jurassic World terbaru akhirnya bisa kita tonton di bioskop Indonesia. Hadir dengan judul Jurassic World Rebirth, film ini berlatar 5 tahun setelah peristiwa di Jurassic World Dominion. 6 film dalam waralaba Jurassic Park sebelumnya berhasil mendapatkan pemasukan hingga $6,02 miliar di seluruh dunia, dan di film ke-7 nya kali ini, pemasukan besar seperti film-film sebelumnya sangat diharapkan.
Pemasukan tinggi ini diperoleh sejak trilogi “Jurassic Park” asli dan trilogi “Jurassic World” yang selalu tampil memikat dengan sejumlah dinosaurus baru di setiap serinya. Apakah di film terbarunya ini bisa tampil lebih baik?

Sinopsis
Premisnya sendiri sangat sederhana, Zora Bennett (Scarlett Johansson) direkrut oleh Martin Krebs (Rupert Friend), dari perusahan farmasi ParkerGenix, untuk sebuah misi rahasia bersama ahli paleontologi Dr. Henry Loomis (Jonathan Bailey), dan misi rahasia ini dipimpin Duncan Kincaid (Mahershala Ali).
Misi difokuskan ke Ile Saint-Hubert, sebuah pulau terlarang di Samudra Atlantik, yang pernah digunakan oleh InGen sebagai fasilitas penelitian dinosaurus dengan tujuan untuk menemukan tiga spesies prasejarah terbesar yang tersisa dari darat, laut, dan udara.
Ketika operasi ini bersinggungan dengan sebuah keluarga yang kapalnya terbalik di tengah lautan, semua menjadi kacau dan mereka semua terdampar di sebuah pulau. Mereka semua tak menduga kalau pulau tersebut ternyata sebuah pulau tempat makhluk prasejarah ini diuji coba untuk menghasilkan spesies yang lebih berbahaya.
Formula generik yang membosankan
Jurassic World kali ini hadir dengan kisah baru, namun dengan formula lama yang selalu mengedepankan sebuah misi untuk memanfaatkan dinosaurus yang pernah dikembangkan sebelumnya. Kerangka cerita seperti ini cenderung main aman, karena narasinya yang mudah dicerna segala umur, dan selalu menyelipkan spesies dinosaurus baru ke dalam tiap instalasi filmnya.
Alhasil, Jurassic World Rebirth tidak menghasilkan sesuatu yang benar-benar baru, dan hanya mengulang kerangka narasi yang sudah teruji oleh waktu. Hadirnya Scarlett Johannson dan Mahershala Ali memang memberi warna baru pada film ini, walaupun kehadiran mereka tak sebaik duet Chris Pratt dan Bryce Dallas Howard yang bermain di trilogi sebelumnya. Screen time yang tidak seimbang, membuat Scarlett tampil sangat dominan, sedangkan karakter lain hanya sebatas pemeran pendukung saja.
Kehadiran subplot yang berjalan beriringan dengan plot utamanya ini memang menarik dilihat. Tak disangka, kehadiran keluarga yang tadinya hanya sekedar lewat ini mampu memberikan keunikan tersendiri yang saling berlawanan dengan para karakter utamanya yang cenderung awkward.

Tiga subyek dinosaurus terbaru jadi prioritas
Sejumlah aksi menarik diperlihatkan mulai dari laut, darat, dan dari ketinggian, tempat di mana semua binatang yang diincar ada di situ. Dari ketiga binatang incaran ini, Mosasaurus, Quetzalcoatlus dan Titanosaurus, tidak mampu menghadirkan ketegangan yang ditunggu penonton. justru dihadirkan oleh binatang lain yang ada di sekitar mereka, seperti misalnya Spinosaurus yang meneror mereka menjelang tiba di pulau, T-Rex mutasi berukuran besar yang mengintai di pinggir sungai, dan Mutadon, dino hybrid antara Pterosaur dengan Velociraptor yang mengerikan dimunculkan menjelang konklusi.
Dari semua peran yang ada di sini, satu karakter yang mencuri perhatian malah justru dihadirkan Jonathan Bailey, yang berperan sebagai Dr. Henry Loomis. Karakternya yang unik sebagai ilmuwan, terlihat idealis, mudah terbawa emosi terhadap sesuatu hal yang baru pertama kali ia lihat. Hal yang mengingatkan kita pada Dr. Alan Grant (Sam Neill) yang menjadi pendahulunya di Jurassic Park (1993), dan dalam film diceritakan menjadi pembimbingnya saat kuliah dulu. Secuil benang merah yang menghubungkan film ini dengan film pertamanya.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Jurassic World Rebirth masih menarik sebagai popcorn movie, walaupun masih memakai pola yang sama agar bisa dinikmati seluruh penonton dari segala usia. Tapi secara kualitas, ada beberapa hal menarik, namun film ini terasa kurang menegangkan di beberapa aksinya, dan hal ini akan membuat beberapa penonton yang menunggu aksi di kejar-kejar dinosaurus, tak terpuaskan.
Tonton segera Jurassic World Rebirth di seluruh bioskop Indonesia.
Director: Gareth Edwards
Cast: Scarlett Johansson, Mahershala Ali, Jonathan Bailey, Rupert Friend, Manuel Garcia-Rulfo, Ed Skrein
Duration: 133 Minutes
Score: 6.5/10