Demon City

Review Demon City (2025)

Adaptasi Live-Action Oni-Goroshi yang Tampil Mengecewakan  

“You’re the demon of Shinjo,” – Sunohara (Demon City, 2025)

Netflix baru saja merilis film original terbarunya dari Jepang yang mungkin menarik bagi kamu yang menyukai adaptasi manga. Film live-action yang berjudul Demon City ini, dialihwahanakan dari manga Oni-Goroshi karya Masamichi Kawabe.

Oni-Goroshi pertama kali dirilis di di majalah Manga Goraku milik Nihon Bungeisha pada Juli 2020 dan berakhir pada November 2024. Manga itu terdiri dari 16 volume, dengan volume terakhir diterbitkan pada 28 Februari 2025.

Tak mudah mengalihwahanakan Oni-Goroshi dari manga menjadi film live-action, karena banyak adaptasi ini malah berujung gagal dan tidak bisa memenuhi ekspektasi para penggemarnya. Sedangkan karya manganya banyak dipuji karena unsur kekerasannya yang intens dan narasinya yang menarik.

Penggambarannya yang kasar dan penuh kekerasan tentang sebuah kota yang penuh dengan kejahatan membuat manga ini mempunyai banyak penggemar. Bagaimana dengan Demon City kali ini? Apakah bisa memuaskan para penggemarnya?

Demon City
© Netflix

Sinopsis

Shuhei Sakata (Toma Ikuta), seorang pembunuh bayaran yang disewa untuk menghabisi geng Yakuza yang dikenal sebagai Kono-gumi sebagai pekerjaan terakhirnya sebelum mengakhiri kariernya untuk mengurus keluarganya. Namun, setelah ia mengalahkan Kono-gumi seperti yang diminta, organisasi misterius yang mempekerjakannya yang dikenal sebagai Kimen-gumi, tiba di rumahnya dengan mengenakan topeng berwajah iblis.

Sakata hanya bisa pasrah melihat istri dan anaknya dibunuh sebelum ia akhirnya ia ditembak. Namun, upaya Kimen-gumi untuk menghabisi Sakata ternyata gagal. Sakata masih hidup, dan ia harus menghabiskan waktunya di penjara karena kematian keluarganya.  12 tahun berlalu, Sakata akhirnya bisa keluar penjara dengan keadaan lumpuh dan tidak bisa berjalan. Apakah ia bisa membalaskan dendamnya kepada orang yang telah membunuh keluarganya?

Narasinya generik dan tidak digarap dengan baik

Setelah melihat film ini, pikiran kita langsung tertuju pada film John Wick (2014), yang memiliki motif yang sama saat keluarganya dibunuh. Film aksi dengan subgenre pembunuh bayaran yang telah pensiun dan kemudian balas dendam, memang sangat umum ditemui, dan Demon City mengambil jalan ini, berbeda dengan versi manganya yang cenderung bernuansa supernatural.

Demon City
© Netflix

Kini versi live-actionnya sarat dengan adegan berdarah-darah yang cenderung brutal. Toma Ikuta berperan baik sebagai Sakata, seorang pembunuh bayaran yang berusaha menuntut balas atas kematian keluarganya, dan dari prolognya saja kita sudah disuguhi ‘one man show’ yang berdarah-darah, konsisten dengan kekerasan yang muncul di versi aslinya.

Sayang, penggarapannya terasa mentah, transisi antar adegan sangat terasa kasar, yang membuat kita tidak bisa menikmati adegan aksinya. Yang paling buruk adalah skoringnya yang terasa murahan, dan tak digarap serius. Karakter Sakata yang tidak banyak berdialog dalam film ini, juga menjadi persoalan tersendiri.

Praktis dia hanya mengandalkan gestur tubuh dan wajah dalam memperlihatkan emosinya. Dengan cara ini, narasi yang dibawakan hanya terasa satu dimensi karena tidak dapat menghadirkan dialog yang intens dengan karakter lainnya.

Kesimpulan

Demon City
© Netflix

Sebagai sebuah adaptasi live-action, Demon City mungkin tidak akan memuaskan kita sebagai penggemarnya. Tapi sebagai hiburan yang tak perlu banyak berpikir, film ini cocok untuk ditonton. Narasinya ringan, tanpa basa-basi soal plot dan twist berliku, walaupun dipenuhi aksi gore cenderung brutal yang mungkin membuat sebagian penonton tidak nyaman melihatnya.

Sayang, karena minim dialog dari karakter utamanya, membuat film ini terasa satu dimensi yang emosinya praktis terlihat dari gestur tubuh atau muka. Jangan terlalu menganggap serius adaptasi ini, kualitasnya masih jauh bila kita bandingkan misalnya dengan Blade of the Immortal atau waralaba Rurouni Kenshin yang tampil cukup baik saat pertama kali dirilis. Tonton segera film ini, eksklusif hanya di Netflix.

Director: Seiji Tanaka

Cast: Tôma Ikuta, Masahiro Higashide, Miou Tanaka, Ami Tôma, Tarô Suruga, Masanobu Takashima, Matsuya Onoe, Takuma Otoo

Duration: 106 Minutes

Score: 5,2/10

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top