Berlanjutnya Teror Grabber di Sebuah Perkemahan Musim Dingin
“Hello, Finney. You killed me. It took me a long time..but you of all people know..that dead..is just a word.” – Grabber (Black Phone 2, 2025)
Akhirnya, sekuel The Black Phone (2021) sudah bisa kita tonton di layar lebar. Film pertamanya yang sangat mencekam, kini berlanjut ke sekuelnya yang narasinya lebih melebar dari sebelumnya. Seperti apakah filmnya?
Sinopsis Black Phone 2
Pada tahun 1982, empat tahun setelah melarikan diri dari The Grabber di film pertamanya, Finney Blake (Mason Thames) berjuang menghadapi hidupnya setelah ditawan. Ketika saudara perempuannya, Gwen (Madeleine McGraw), mulai menerima panggilan dalam mimpinya, ia melihat gambaran yang mengganggu tentang tiga anak laki-laki di perkemahan musim dingin, di mana mereka bertiga dikuntit dan dimutilasi tanpa ketahuan rimbanya.

Dari peristiwa tersebut, Finney dan Gwen berusaha untuk memecahkan misteri tersebut dan kembali menghadapi Grabber yang muncul dengan kekuatan yang lebih besar dari sebelumnya.
Narasi lebih berkembang dari sebelumnya
Bila di film pertamanya peran Finney dan The Grabber sangat dominan dan membuat suasana lebih intens dan mencekam, kini narasi utamanya berjalan beriringan dengan subplot dari Gwen, dan misteri dari ketiga anak yang hilang. Di film keduanya ini, Gwen mulai mendapatkan screening time lebih, sedangkan Finney yang tampak lebih mature, mulai berani menghadapi teror telepon hitam yang selalu menghantuinya. Dua bersaudara ini lantas bergabung dalam menghadapi mimpi buruk mereka.
Uniknya, transisi mimpi Gwen disorot dengan kamera Super-8 sebagai pembeda antara realita saat ini dan dunia mimpi, transisinya pun juga mulus, dan tidak akan membingungkan penonton yang melihat transisi adegan yang muncul di sepanjang film. Hal itu juga didukung oleh skoring ala industrial dari Atticus Derrickson, anak dari Scott Derrickson, yang sound-nya terdengar lebih distorsi dan menimbulkan rasa tak nyaman pada penonton yang melihatnya.
Kesimpulan
Buat kamu yang menonton film ini, sekilas mengingatkan kita pada waralaba Nightmare on Elm Street, di mana dunia mimpi dan dunia nyata bersanding secara jukstaposisi dalam merepresentasikan narasi yang sedang berjalan. Selain itu intensitas ketegangan mungkin sedikit berkurang dari film pertamanya, tapi dari sisi narasi, film ini penuh dengan misteri terselubung dari kasus tiga anak hilang dan juga kemampuan Gwen dalam melihat sesuatu di masa depan dan masa lalu, atau biasa kita sebut sebagai cenayang.

Tapi yang lebih mengagetkan lagi, di bagian konklusi, Black Phone 2 menyisakan drama emosional saat Gwen berkomunikasi dengan ibunya yang telah meninggal melalui telepon hitam, sebuah part yang mengharukan sekaligus membuka tabir baru di film selanjutnya. Apakah teror Grabber akan berlanjut lagi, ataukah film berikutnya lebih ke arah misteri seperti yang ditunjukkan di film ini?
Director: Scott Derrickson
Cast: Ethan Hawke, Mason Thames, Madeleine McGraw, Jeremy Davies, Demián Bichir, Miguel Mora, Arianna Rivas
Duration: 114 minutes
Score: 7.5/10