Legends of the Condor Heroes: The Gallants

Review Legends of the Condor Heroes: The Gallants (2025)

Kisah Legendaris Condor Heroes yang Tampil Lebih Menarik di Layar Lebar

“The World is big enough to have many masters. The one with the best skills, doesn’t necessarily have a kind heart. And a person with less skills, is still able to act on kindness,” – Guo Jing (Legends of the Condor Heroes: The Gallants, 2025)

Buat kamu pengemar wuxia, pasti mengenal kisah klasik Condor Heroes yang lekat di mata penggemarnya di Indonesia pada medio 90an, tepatnya pada tahun 1995 di salah satu stasiun tv swasta. Serial Return of the Condor Heroes yang pertama kali dirilis pada tahun 1983 tersebut, melambungkan nama Andy Lau yang saat itu berperan sebagai Yoko atau Yang Guo dalam versi aslinya. Kini kisah klasik ini kembali lagi hadir, bukan lewat serial televisi, namun lewat layar lebar!  

Hadir dengan judul Legends of the Condor Heroes: The Gallants, film ini disutradarai Tsui Hark, sutradara legendaris yang terkenal lewat sejumlah filmnya seperti saga Once Upon a Time in China (1991-1992). Film tersebut membuat Jet Li makin terkenal sebagai aktor bela diri yang banyak membintangi film di era 90-an.

Dialihwahanakan dari novel The Legend of Condor Heroes bab 34-40 karya Jin Yong, film ini mengisahkan sepasang kekasih Guo Jing dan Huang Rong yang hidup pada masa Dinasti Song, dan kedua karakter kunci ini secara tidak langsung berhubungan dengan Yoko/Yang Guo dan Bibi Lung/Xiaolongnü di Return of the Condor Heroes.

Legends of the Condor Heroes: The Gallants
© Sony Pictures

Sinopsis

Saat perang antara bangsa Mongol yang dipimpin Genghis Khan dengan Dinasti Jin tak dapat dihindari, Guo Jing (Xiao Zhan) masih berusaha mencari Huang Rong (Zhuang Dafei), perempuan cantik yang memikat hatinya saat ia berkelana ke Dataran Tengah untuk mengasah kemampuan bela dirinya.

Namun, Guo Jing yang merupakan kesayangan Genghis Khan, berusaha keras agar perang tidak terjadi, karena akan menyebabkan jatuhnya rakyat sipil di kota Xiangyang. Guo Jing yang telah menguasai ilmu dari lima orang terhebat dan menguasai jurus 18 Telapak Naga dari Pengemis Utara, guru dari Huang Rong, akhirnya berhasil mengusai jurus tertinggi Kitab 9 Yin, yang diinginkan musuh terbesarnya, Racun Barat (Tony Leung Ka-Fai).

Racun Barat bersama gerombolannnya yang berlindung di bawah Dinasti Song, berusaha mengejar Guo Jing dan Huang Rong yang bersembunyi di tempat Genghis Khan berada. Berhasilkah ia mendapatkan kitab tersebut dan menguasainya?

Plotnya rapat dengan sejumlah kilas balik penting

Tak mudah mengangkat secuil kisah klasik ini ke dalam sebuah film berdurasi kurang lebih 2,5 jam saja. Namun, Tsui Hark mengakalinya dengan mengambil sejumlah narasi penting untuk dikembangkan, dan perjalanan mencari ilmu bela dirinya bersama Huang Rong diceritakan lewat beberapa kilas balik.

Narasi utamanya yang bergerak linier, fokus kepada perjalanan Guo Jing dari karakter biasa menjadi seorang yang penting bagi bangsa Mongol, dan memahami dampak perang yang akan terjadi bila ia tak bisa mencegahnya. Sebuah isu yang jarang sekali dihadirkan dalam film wuxia.

Plot utamanya berjalan beriringan dengan subplot-nya dengan Huang Rong, yang membuat orang awam pun mudah mengikutinya. Yang agak sulit mungkin ada di kilas balik yang banyak bermunculan di sela-sela narasi. Buat yang tidak mengerti kisahnya, perlu agak cepat memahami sejumlah karakter penting di The Legends ini.  

Legends of the Condor Heroes: The Gallants
© Sony Pictures

Detil bangsa Mongol yang jarang sekali terlihat di film sejenis

Jarang kita melihat film wuxia dengan latar utama bangsa Mongol dengan tingkat kedetilan yang cukup baik, dan di film ini kita bisa melihat keunggulan bangsa ini yang dikenal secara luas seperti berkuda, memanah, fisiknya yang atletis, dan juga tinggal di padang rumput yang luas dengan ribuan tenda.

Visualisasi yang terlihat megah ini memperlihatkan keseriusan dalam membuat film yang patut dipuji. Tak hanya itu, wardrobe dan sisi artistiknya juga sangat diperhatikan.

Koreografi aksinya terlihat berbeda dari waralabanya

Tak hanya penggambaran bangsa Mongol yang terlihat baik dalam film ini, namun juga elemen teknisnya saat melakukan pertarungan, terlebih saat Racun Barat atau dikenal dengan nama Ouyang Feng di novel aslinya, bertarung dengan Guo Jing, keduanya memperlihatkan sejumlah jurus yang jauh lebih menarik untuk dilihat ketimbang adaptasi sebelumnya.

CGI-nya walaupun terlihat bagus, namun tidak konsisten di banyak adegan, tapi itu tidak terlihat secara signifikan, karena film ini fokus ke kisah romansa Guo Jing dan Huang Rong dan juga relasinya dengan bangsa Mongol yang bisa digambarkan sesuai novelnya.

Legends of the Condor Heroes: The Gallants
© Sony Pictures

Kesimpulan

Legends of the Condor Heroes: The Gallants merupakan tontonan wajib yang harus ditonton bagi kamu penggemar wuxia atau kamu yang ingin bernostalgia dengan waralaba legendaris yang sebelumnya dikenal luas lewat layar kaca.

Adegan aksinya luar biasa menarik untuk ditonton, dipadu dengan kisah romansa Guo Jing dan Huang Rong, menjadikan film ini jangan sampai terlewatkan untuk ditonton. Terlebih lagi theme song dari serialnya yang dulu diperankan Andy Lau, diperdengarkan dengan komposisi baru, yang membuat rasa nostalgia kita kembali ke masa tersebut.

Director: Tsui Hark

Cast: Xiao Zhan, Zhuang Dafei, Tony Leung Ka-Fai, Zhang Wenxin, Bayaertu, Alan, Ada Choi

Duration: 146 Minutes

Score: 7.6/10

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top