You Are the Apple of My Eye

Review You Are The Apple of My Eye (2025)

Remake Drama Romansa yang Tidak Banyak Berubah dari Versi Aslinya

Gadis yang kita sukai saat itu, dia adalah impian dan masa muda kami. Kami bersinar saat itu,” – Jin-woo (You Are the Apple of My Eye, 2024)

Buat kamu penggemar film, sontak pasti akan segera mengenali film ini dari judulnya sedikit catchy. Benar, film dengan judul You Are the Apple of My Eye ini merupakan remake terbaru dari film aslinya dari Taiwan yang berjudul sama dan pertama kali dirilis pada 2011. Setelah remake pertamanya hadir dari Jepang pada 2018 dan menuai kritik negatif dari para kritikus dan fansnya, kini remake keduanya telah hadir dari Korea, tetap menggunakan judul aslinya, You Are the Apple of My Eye.

Film ini dialihwahanakan dari novel semi-otobiografi dengan judul yang sama dari penulis Taiwan, Giddens Ko yang juga menyutradarai film aslinya. Kini versi Koreanya disutradarai Cho Young-myoung, yang merupakan debutnya di layar lebar. You Are the Apple of My Eye ditayangkan perdana di Festival Film Internasional Busan ke-29 pada tanggal 3 Oktober 2024, dan hebatnya lagi, Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menjadi premier film ini sebelum Korea!

You Are the Apple of My Eye
© K-Movie Entertainment

Sinopsis

Berlatar awal tahun 2000 di sebuah sekolah menengah atas di Korea, Jin-woo (Jung Jin-young) dan teman-temannya, mengalami banyak momen menyenangkan dan juga menyedihkan. Namun, di balik perbedaan karakter mereka masing-masing, ada satu hal yang menyamakan mereka.

Semua terpesona dengan Seon-ah (Kim Da-hyun), yang juga merupakan ketua kelas mereka yang terkenal cerdas dan juga cantik. Mereka semua berlomba mendekati Seon-ah, tapi memang Seon-ah bukanlah perempuan yang mudah untuk dekat begitu saja oleh teman sekelasnya.

Lewat sebuah momen, Jin-woo berhasil menarik perhatian Seon-ah ketika ia memberikan bukunya saat Seon-ah lupa membawa bukunya, dan menyebabkan Jin-woo dihukum dengan mengangkat kursi. Momen inilah yang membuka hati Seon-ah, terlebih saat melihat karikatur yang digambar Jin-woo dalam bukunya, membuatnya ingin membantu Jin-woo belajar agar menjadi lebih baik. Dan benar saja, Jin-woo menjadi lebih baik dengan bantuan Seon-ah.

Ketika mereka berdua lulus sekolah, keduanya terpisah, dan menyebabkan hubungan mereka naik turun. Apakah cinta keduanya nanti bisa disatukan lewat pernikahan?

You Are the Apple of My Eye
© K-Movie Entertainment

Narasi yang masih berpegang erat pada kanon aslinya

Salah satu tolak ukur keberhasilan sebuah remake film adalah mampukah film terbaru ini tetap berpegang erat pada sumber aslinya, dalam hal ini film aslinya dari Giddens Ko. Dan setelah melihat film remake ini masih mengambil sejumlah esensi penting dan krusial yang tetap disertakan dalam naskahnya.

Seperti misalnya, adegan memberi buku kepada Seon-ah, menusuk Jin-woo dengan pena biru Seon-ah dari belakang, atau adegan penutupnya yang menghebohkan saat pernikahan, tetap digambarkan sama dengan aslinya. Bisa dikatakan film ini tidak banyak mengalami perubahan berarti, kecuali sejumlah hal yang relative vulgar yang ada di film aslinya tak disertakan (bagi mereka yang menonton film aslinya akan paham dengan adegan ini-red).

Tetapi perubahan itu tidak mengubah substansi remake ini secara keseluruhan, dan dipastikan banyak adegan yang lebih lucu dari film aslinya, walaupun ada juga yang cringe, khususnya saat mereka semua sedang berada di kelas. Film ini juga menjadi saksi cinta mereka selama 15 tahun hingga mereka dewasa, dan semua telah mempunyai karir masing-masing.

You Are the Apple of My Eye
© K-Movie Entertainment

Secara visual memanjakan mata

Salah satu hal yang terlihat berbeda dari film sebelumnya adalah secara visual film ini amat memanjakan mata. Dengan tone pastel yang menghiasi masa muda mereka, terlihat kalau You Are the Apple of My Eye memang menjual pesona Dahyun yang notabene menjadi center of attraction dalam narasi kali ini.

Salah satu kelebihan film Korea adalah bagaimana mereka pintar dalam memainkan angle kamera dengan slow-motion pada subyek yang dituju, dan terbukti resep lawas ini (masih) berhasil memukau para fansnya yang menonton gala premiere film ini di Jakarta. Di akhir film ini juga memainkan kilas balik perjalanan cinta mereka saat masih sekolah, lewat cut-to-cut editing yang memperkuat konklusi jelang film usai, dan kita bisa memahami maknanya setelah melihat ini.

Kesimpulan

Sebagai sebuah film romansa legendaris yang umurnya telah melewati satu dekade, remake terbaru dari Korea ini terbukti jauh lebih baik dari versi remake Jepang-nya, dan ada beberapa hal yang lebih baik ketimbang dari film aslinya (walaupun tidak seberani film aslinya), tapi itu bukanlah sesuatu yang krusial.

Sejumlah penyesuaian memang harus dilakukan di tiap remake, dan itu berlaku bagi semua genre apapun, tanpa kecuali. Remake kali ini terlihat lebih fresh, lebih menghibur (walaupun beberapa jokes sangat cringe), dan adegan puncaknya akan menghibur kita semua yang menonton film ini.

Director: Cho Young-myoung

Cast: Jun Jin-young dan Kim Da-hyun

Duration: 101 Minutes

Score: 7.4/10

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top