Sutradara Jero Point dan Produser Dheeraj Kalwani Gandeng Jirayut dalam Film Horor-Komedi yang Mengangkat Fenomena Viral Media Sosial.
Film ini dibintangi Jirayut, Saputra Kori, Benidictus Siregar, Fanny Fadillah, Adi Sudirja, Sadana Agung, Angie Williams, Fahira Almira, Roewina Umboh, Cetul Leatherart, Mikayla Sofia, Kak Gem, Dan Tante Lala.
Di era digital, pergeseran perilaku manusia kerap melahirkan fenomena unik. Jika dahulu mahluk halus menjadi momok yang dihindari, kini eksistensi mereka justru diburu untuk dijadikan konten demi meraup pulsa popularitas (views). Fenomena satire inilah yang melatarbelakangi lahirnya film horor-komedi terbaru produksi Dee Company berjudul Cek Khodam.
Saat sesi Press Conference sekaligus Gala Premiere yang digelar di Jakarta Selatan (10/7), menjadi ajang bagi para kreator untuk membongkar isi dapur film yang terinspirasi dari tren viral di media sosial tersebut.
Sutradara Jero Point memaparkan bahwa ide cerita Cek Khodam berangkat dari keresahannya melihat hilangnya “harga diri” mahluk halus di mata netizen modern. Ketika ada kejadian mistis, respons spontan masyarakat bukan lagi lari menyelamatkan diri, melainkan mengeluarkan ponsel dan membuka aplikasi live streaming. ”Dulu hantu itu ditakuti, sekarang malah diajak collab atau dijadikan bahan bercandaan di media sosial,” ujar Jero Point di hadapan awak media.
Berangkat dari premis tersebut, Cek Khodam menyajikan plot komedi yang segar: Tiga sekawan pembuat konten sukses besar lewat acara live “cek khodam”. Akibatnya, tingkat ketakutan manusia terhadap dunia gaib menurun drastis. Khawatir akan eksistensi mereka yang kian sepele, sosok Panglima Khodam diutus turun ke dunia manusia untuk sebuah misi tunggal: mengembalikan rasa takut manusia. Namun, sang Panglima harus menghadapi kenyataan pahit bahwa menakut-nakuti manusia modern tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Produser Dheeraj Kalwani menambahkan, film ini menjadi sebuah satire sosial yang sangat dekat dengan realitas hari ini. “Manusia zaman sekarang itu sudah punya ketakutan yang lebih besar dibanding hantu. Mereka lebih takut tanggal tua, dompet kosong, dan cicilan bulanan. Konflik realis inilah yang kami benturkan dengan unsur komedi di film ini,” jelas Dheeraj.
Selain premisnya yang menggelitik, perhatian utama dalam press conference ini tertuju pada sosok Jirayut. Penyanyi dan presenter populer asal Thailand ini resmi menandai debutnya sebagai aktor utama di industri layar lebar Indonesia melalui film ini. Dikenal dengan pembawaannya yang ekspresif dan jenaka, Jirayut mengaku tertantang sekaligus antusias saat pertama kali menerima naskah Cek Khodam.
Karakter komedi yang natural dari Jirayut dipadukan dengan komedian berbakat seperti Benidictus Siregar dan Saputra Kori, yang diproyeksikan menjadi motor penggerak tawa di sepanjang film. Bagi para pencinta sinema tanah air, kombinasi horor mencekam dengan komedi situasi yang menggelitik ini dapat segera disaksikan secara luas.
Film Cek Khodam dijadwalkan meneror sekaligus mengocok perut penonton di seluruh bioskop Indonesia mulai 16 Juli 2026.