Review Project Hail Mary (2026)

Misi Bunuh Diri Demi Menyelamatkan Umat Manusia dari Kepunahan

“Human beings have a remarkable ability to accept the abnormal and make it normal.” – Ryland Grace (Project Hail Mary, 2026)

Sony Pictures akhirnya kembali lagi dengan salah satu film yang ditunggu-tunggu tahun ini, yaa apalagi kalau bukan Project Hail Mary. Bukan tanpa sebab film ini menjadi yang ditunggu, film ini dialihwahanakan dari novel karya Andy Weir yang kita kenal karya sebelumnya, The Martian yang disutradarai Ridley Scott dan dibintangi Matt Damon sukses besar dengan pemasukan 630.6 juta dolar AS pada 2015 silam.

Kini Project Hail Mary dipegang oleh duo Phil Lord dan Christopher Miller, duo dibalik kesuksesan Spider-Man: Into the Spider-Verse (2018) dan Spider-Man: Across the Spider-Verse (2023). Apakah keduanya mampu menandingi The Martian dan menangkap esensi visual yang diharapkan penonton?

Sinopsis
Dr. Ryland Grace (Ryan Gosling) tiba-tiba terbangun dari tidurnya. Ia menyadari kalau ia berada di pesawat luar angkasa, dan di tengah amnesia yang menyelimuti dirinya, ia perlahan mulai menyadari siapa dirinya dan mulai mengingat kalau ia ditemani dua kru yang sayangnya tidak selamat dalam proses hibernasi.

Lewat serangkaian tes logika yang diberikan oleh komputer kapal, ia perlahan menyadari kalau dirinya sedang berada di dalam kapal luar angkasa bernama Hail Mary yang sedang melaju di sistem bintang lain.

Ingatannya mulai kembali melalui flashback, dan sadar ia merupakan seorang mantan akademisi yang menjadi guru sains SMP. Suatu hari, ia direkrut secara paksa ke dalam sebuah proyek rahasia yang menyangkut keselamatan penduduk dunia, di mana matahari sedang terinfeksi oleh organisme mikroskopis bernama Astrophage.

Organisme ini menyerap energi matahari dengan kecepatan yang sangat tinggi, yang jika dibiarkan, akan memicu zaman es baru di Bumi dan memusnahkan seluruh umat manusia dalam hitungan dekade. Ryland Grace dan kapal Hail Mary dikirim ke sistem bintang Tau Ceti—satu-satunya bintang di sekitar Bumi yang terbukti kebal terhadap infeksi tersebut—untuk mencari tahu rahasia di baliknya. Namun ada sesuatu yang membuatnya kaget saat berada di situ. Apakah itu dan bisakah Ryland menuntaskan misinya yang sulit tersebut?

Monolog yang Luar Biasa dari Ryan Gosling
Ryan Gosling tampil luar biasa saat memerankan Ryland Grace yang sangat karismatik dan penuh emosional. Berperan di dalam ruangan sempit di hampir sepanjang durasi film, Project Hail Mary terasa berada di tingkatan yang berbeda dari The Martian yang hanya sekedar survive di Planet Mars.
Levelnya terasa jauh lebih kompleks dan transisi karakternya juga amat nyata. Gosling berhasil membawakan karakter dari seorang guru sains yang penakut yang dipaksa menjadi ilmuwan penyelamat dunia. Semua dibawakan dengan humor yang ringan, rasa frustasi yang manusiawi, juga ilmu sains dasar yang tidak terasa membosankan.

Pertemuan dengan Rocky yang mengejutkan

Daya tarik utama novelnya adalah bagaimana memvisualisasikan sosok Rocky, Alien yang bertemu Rylan di luar angkasa. Hasilnya sangat di luar dugaan kita. Sosoknya benar-benar beda dari bayangan Alien yang selama ini muncul di banyak film sains fiksi. Desainnya terasa benar-benar baru, menyerupai kelomang dengan rupa bak The Thing, namun uniknya tetap mampu menunjukkan emosi melalui gerakan dan bahasa tubuh. Eksekusinya unik, juga cerdas dalam mengimplementasikan bahasa komunikasi di antara mereka berdua. Semua terlihat organik, dan sangat emosional yang membuat kita haru di sepanjang film.

Kesimpulan
Dengan menggunakan struktur flashback, film ini secara jelas mengungkap bagaimana karakter Ryland dan proyek ini dibangun di Bumi. Kedua sisi ini memberikan bobot yang saling mengisi satu sama lain. Memang di paruh kedua, film terasa dragging, tapi itu sangat wajar karena durasi.

Namun, di sisi lainnya kita melihat bagaimana keseharian Ryland, namun misi menolong umat manusia menjadi trigger utama baginya untuk keluar dari zona nyaman dan membuatnya diakui kalau ia merupakan pilihan yang tepat untuk menjalankan misi yang penuh pengorbanan ini.

Visualisasinya sangat mind blowing, imersif, terlebih saat menggambarkan sistem bintang Tau Ceti. Semua hal yang ada di film ini memberi pengalaman yang tak bisa kita lupakan dan belum pernah ada di film serupa.

Director: Phil Lord, Christopher Miller
Cast: Ryan Gosling, Sandra Huller
Duration: 156 minutes
Score: 9.0/10

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top