Review Sebelum 7 Hari (2025)

Katanya orang yang baru meninggal itu, arwahnya masih ada disekitar rumahnya selama 7 hari.. – Bian

MD Pictures Company yang menjadi salah satu rumah produksi yang rutin merilis karya horor tahun ini memulainya melalui judul ‘Sebelum 7 Hari’, kali ini diadaptasi dari film pendek pemenang penghargaan Best Live Action di ajang HelloFest 14 serta Best Fiction di ReelOzInd! Australia Indonesia Short Film Competition and Festival 2021. Disutradarai Awi Suryadi apa saja yang menjadi kelebihan dan kekurangan dari film ini? Berikut reviewnya!

Sinopsis

Berkisah tentang kejadian mengerikan yang dialami satu keluarga setelah meninggalnya nenek mereka yang biasa dipanggil Si Mbah. Tari dan Kadar beserta kedua cucu si Mbah, Bian dan Hanif, memutuskan untuk tidur di kamar si Mbah agar bisa menghadiri pacara pemakaman di hari esok. Namun saat hendak terlelap, mereka mengalami peristiwa menyeramkan. Mereka harus menanggung masa lalu kelam sang ibu dan berlomba dengan waktu. Sementara arwah jahat menuntut haknya sebelum tujuh hari berakhir.

© PicHouse Film

Unsur Horornya Begitu Kuat

Secara premis film ini jelas tidak dapat dikatakan sebagai film horor dengan cerita yang segar. Dengan begitu banyaknya film horor yang kerap mengangkat kisah mengenai pesugihan, susuk hingga tumbal, sesungguhnya tidak ada yang benar-benar baru yang disajikan film ini. Beruntungnya berbicara mengenai sisi teknis, MD Pictures company memang tidak pernah main-main dalam menghadirkan treatment-treatment terbaik untuk film-film horornya. Awi Suryadi yang juga menjadi langganan di rumah produksi ini seakan semakin eksploratif dalam menyatukan gambar dan suara sehingga nuansa yang memang diperlukan sebuah film horor jelas sangat berhasil terbangun. Penonton diajak untuk menerka-nerka apa yang akan terjadi selanjutnya atau hanya sekedar apa yang akan muncul dibalik scoring yang terasa cukup disturbing. Intensitas dihadirkan dalam tempo yang tepat, terhitung ada beberapa jumpscare yang terbilang sangat berhasil membuat penonton terkejut dan ketakutan. Sayangnya paruh akhir film terasa mulai kedodoran dimana meskipun tidak sampai merusak semua effort terbaik yang sudah berhasil dihadirkan di satu jam pertama.

Departemen Akting Yang Mumpuni

‘Sebelum 7 Hari’ menjadi menarik karena juga diisi oleh nama-nama berbakat yang berperan maksimal pada masing-masing karakter. Fanny Ghassani yang comeback setelah kurang lebih 14 tahun vakum, membayar lunas penantian dengan akting yang memikat, seolah peran ini memang diciptakan untuknya. Nama lain yang juga tampil memukau adalah Agla Artalidia yang memainkan setiap emosi dengan baik dan Anantya Kirana yang kembali memberikan penampilang yang memuaskan.

© PicHouse Film

Kesimpulan

Meski belum bisa dikatakan sebagai film horor yang memuaskan, ‘Sebelum 7 Hari’ berhasil mengembalikan konsep bagaimana sebuah film horor seharusnya dibuat. Momen-momen menegangkan masih tergelar dengan sangat baik menjadikan film ini begitu layak untuk disaksikan. Film ini juga terasa lebih baik dari beberapa karya horor Awi Suryadi lainnya dimana eksplorasi-eksplorasi yang dilakukan disini terbilang cukup apik.

Director: Awi Suryadi

Cast: Agla Artalidia, Anantya Kirana, Sultan Hamonangan, Fanny Ghassani, Haydar Salishz, Aksara Dena, Mian Tiara, Afrian Arishandy, Aurra Kharisma, Iyang Darmawan.

Duration: 103 Minutes

Score: 8.0/10

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top