Saat Kepentingan Politik Masuk ke Ranah Olahraga dan Mempersulit Semuanya
“I live in a country whose laws do not allow me to compete freely. I’d rather risk everything and fight for freedom and dignity,” Laila (Tatami, 2023)
KlikFilm akan merilis dua film terbarunya di Agustus 2025 nanti. Salah satu yang menarik perhatian adalah Tatami, film bertema olahraga dengan thriller politik yang membungkus narasinya.
Sinopsis


Leila Hosseini (Arienne Mandi), seorang judoka putri Iran, dan pelatihnya Maryam (Zar Amir Ebrahimi) akan berlaga di Kejuaraan Dunia Judo yang berlangsung di Tbilisi, Georgia. Mereka bertekad untuk membawa pulang medali emas pertama bagi Iran.
Judoka putri Iran, Leila, dan pelatihnya, Maryam, yang akan berlaga di Kejuaraan Dunia Judo, bertekad membawa pulang medali emas pertama bagi Iran. Di tengah kompetisi, mereka menerima ultimatum dari Pemimpin Iran yang memerintahkan Leila untuk berpura-pura cedera dan kalah saat akan berhadapan dengan judoka dari Israel. Dengan kebebasan dirinya dan keluarganya yang dipertaruhkan, Leila dihadapkan pada pilihan yang mustahil: berpura-pura cedera dan mematuhi rezim Iran seperti yang Maryam minta, atau menentang mereka berdua dan terus berjuang, demi medali emas.
Isu politisnya terasa kental
Isu politis di tengah ajang olahraga mungkin bukanlah hal yang baru. Hal ini mengingatkan kita pada situasi politik antara Iran dan Israel yang memanas akhir-akhir ini. Tatami berhasil lewat dramanya yang amat memikat dan sarat emosi, juga berhasil menyampaikan kisah pribadi yang kuat sekaligus pesan politik yang intens hingga film selesai. Dengan latar dunia judo yang kompetitif, Tatami menggunakan olahraga tersebut sebagai latar untuk mengeksplorasi tema-tema identitas, tindakan represif dari rezim berkuasa, dan bagaimana melakukan perlawanan lewat diam.
Elemen teknisnya luar biasa

Yang membuat film ini menonjol adalah realismenya yang membumi—baik dari segi gaya visual maupun penampilan emosionalnya. Dengan format 4:3 yang relatif sempit, meningkatkan perasaan terkurung, terlebih sebagian besar aksi terjadi di dalam ruangan, dan bila adegan ada di luar ruangan, secara visual menjadi samar, dengan sensasi klaustrofobia dan ‘menindas’.
Arahannya ketat, seringkali menggunakan pengambilan gambar jarak dekat dan palet warna yang terbatas untuk menciptakan kesan terkekang dan tegang, yang mencerminkan gejolak batin sang protagonis. Penampilan utamanya sangat memikat, menyampaikan begitu banyak hal dengan pengendalian diri dan ekspresi yang halus.
Pertarungan sering kali ditampilkan dalam jarak dekat atau sangat dekat, dengan gerakan kamera yang cepat dan editing cut-to-cut yang cepat, membuat kita seolah berada di atas tatami bersama Leila. Visualisasinya tak sebatas dari POV sutradara, ada beberapa adegan subjektif di mana kita melihat melalui mata Leila, misalnya ketika penglihatannya berangsur-angsur kabur di pertarungan terakhir, karena menahan sakit.
Tak hanya fokus di atas lapangan, Tatami tak lupa menyelipkan eksposisi Leila. Kilas balik yang terasa intim, saat bersama suaminya di ranjang, juga adegan bersama putra semata wayangnya saat akan tidur. Semua ini membangkitkan rasa tentang Laila, seorang istri dan ibu dan juga seorang olahragawan yang membela negaranya, namun tidak diberi kebebasan penuh menentukan nasibnya sendiri. Politik memang kejam, tapi bila menyangkut sisi olahraga, dua hal ini memang tak bisa disatukan, dan semua berbalik lagi ke pribadi masing-masing.

Kesimpulan
Tatami mempunya alur cerita yang jujur, tidak berusaha melebih-lebihkan pesannya, namun tetap terasa kuat dan mampu bereskalasi lebih jauh lagi. Beberapa bagian mungkin terasa agak lambat, tetapi tempo tersebut justru mendukung tekanan tenang yang membangun di sepanjang film.
Secara keseluruhan, Tatami lebih banyak bicara dalam keheningan, dengan pendekatan hitam putih yang terasa sempit dan mengancam, membuat Sebuah karya sinema ini sangat kuat dan tidak akan hilang ditelan masa. Tunggu film ini sesaat lagi eksklusif hanya di KlikFilm.
Director: Guy Nattiv, Zar Amir Ebrahimi
Cast: Arienne Mandi, Zar Amir Ebrahimi, Jaime Ray Newman, Nadine Marshall, Lir Katz, Ash Goldeh, Valeriu Andriuță, Mehdi Bajestani, Farima Habashizadehasl, Elham Erfani, Sina Parvaneh
Duration: 105 Minutes
Score: 9.0/10