Review By Any Means (2026)

Mencari Keadilan Tidak Harus Selalu Datang dari Tangan yang Bersih.

‎”Orang-orang berkerudung putih di luar sana tidak takut pada hukummu yang bertele-tele dari Washington. Tapi mereka tahu siapa aku, dan mereka tahu aku tidak butuh surat perintah untuk mengubur mereka.” – Gregory Scarpa (By Any Means, 2026)

‎Isu segregrasi rasial atau pemisahan antara warga kulit hitam dan kulit putih sudah lama tak pernah hadir di layar lebar. Kini isu tersebut hadir lagi lewat film By Any Means. Film ini sekilas mengingatkan kita pada Mississippi Burning yang rilis pada tahun 1988.

Dengan isu dan permasalahan yang relatif identik, tentu dengan beberapa detil berbeda yang mendasari kemana narasi ini berjalan. By Any Means akan membawa penonton ke sudut paling gelap dalam sejarah Amerika Serikat, di mana moralitas dikesampingkan dan hukum terpaksa “menyewa” malaikat maut demi sebuah keadilan yang pada saat itu sulit sekali diperoleh.

Sinopsis

‎‎Berlatar di Mississippi pada tahun 1966, ketegangan rasial berada di titik puncaknya. Pembunuhan brutal terhadap aktivis hak sipil terkemuka, Vernon Dahmer (Giancarlo Esposito), membuat FBI mengirim agen FBI muda berkulit hitam, Wayne Strider (Yahya Abdul-Mateen II), untuk menyelidiki kasus ini. Namun, Strider membentur tembok yang sulit ditembus, kepolisian yang korup dan kelompok supremasi kulit putih Ku Klux Klan (KKK) yang  mengakar kuat di wilayah tersebut.‎‎

Sadar bahwa metode biasa tidak akan berhasil, FBI kemudian mengambil langkah ekstrem. Mereka menerbangkan Gregory Scarpa (Mark Wahlberg), seorang pembunuh bayaran kejam dari mafia New York yang juga informan rahasia mereka. Strider yang idealis dipaksa bekerja sama dengan Scarpa yang sosiopat. Menggunakan metode penyiksaan, intimidasi brutal, dan taktik jalanan ala mafia, keduanya berburu melintasi batas hukum formal guna memeras informasi dari mereka yang terindikasi terlibat pembunuhan Dahmer. Berhasilkah mereka menemukan pelakunya?

Tone Gelap dan Atmosfernya Imersif

‎‎Walaupun berlatar 60an, tak membuat film ini tampil retro seperti pada umumnya. Narasinya yang kelam membuat palet warna gelap digunakan agar dapat merekonstruksi ketakutan saat era rasisme ekstrem di masa itu. Skoring dengan intensitas tinggi juga membuat rasa tidak nyaman penonton, dan memaksa kita merasakan betapa mencekamnya situasi pada saat itu. Simbol KKK tak terlalu frontal diperlihatkan seperti di Mississippi Burning yang memang menyoroti komunitas ini secara spesifik, sedangkan By Any Means cenderung lebih fokus pada investigasi Strider dan Scarpa dalam mencari pelaku pembunuhan Dahmer.

‎Menyatukan Dua Karakter yang Berseberangan‎‎

Film ini memang bertumpu pada dua aktor utamanya yang tampil brilian. Melihat betapa kontrasnya kedua karakter, Wayne Strider (FBI) yang sangat text book ruled dan Gregory Scarpa dari mafia Colombo yang dijuluki “Malaikat Maut” karena kebrutalannya saat beraksi. Kedua karakter ini menciptakan dinamika psikologis yang sangat intens dan menarik hingga konklusi. Kesadisan Gregory Scarpa bahkan telah diperlihatkan sejak menit pertama untuk memperlihatkan  perbedaan kedua karakter ini.

Kesimpulan‎‎

By Any Means bukanlah sekedar biopik biasa. Film ini mengingatkan kita bahwa Amerika Serikat pernah mengalami masa terberat dalam perjalanan mereka sebagai sebuah bangsa yaitu rasisme yang menjurus ke arah aksi kriminal teorganisir di mana superioritas kulit putih menjadi pembenaran yang diakui.‎‎

Film ini berhasil menyeimbangkan ketegangan aksi kriminal dengan bobot emosional dari sejarah kelam perjuangan hak sipil yang amat sulit mendapat kesetaraan. Memang film ini bukan untuk semua penonton, tapi narasinya yang gelap dan brutal dapat menghibur kita dalam menyusuri masa-masa kelam segregasi rasial yang pernah terjadi di negara sebesar Amerika Serikat.

‎‎Director: Elegance Bratton ‎

Cast: Mark Wahlberg, Yahya Abdul-Mateen II, Giancarlo Esposito, Nicole Beharie, David Strathairn, Josh Lucas‎

Duration: 107 minutes ‎

Score: 7.5/10‎

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top