Review Power Ballad (2026)

Memukaunya Paul Rudd Lewat Drama Plagiarisme yang Sangat Emosional

“This could be the song that saves me, or this could be my albatross. But this is all I’ve got.” – Rick (Power Ballad, 2026)

Satu lagi film musikal yang wajib ditonton di bioskop telah hadir di Indonesia. Sutradara John Carney yang terkenal dengan sejumlah filmnya seperti Once (2007), dan Sing Street (2016), kembali lagi dengan genre yang menjadi ciri khasnya yaitu musikal.

Sekarang ia mencoba mengeksplorasi hubungan manusia lewat proses kreatif penciptaan lagu yang disalahgunakan oleh satu pihak tanpa melibatkan pihak lainnya. Dalam arti kata, narasinya mengambil sudut pandang plagiarisme atau pencurian karya intelektual seseorang di dalam lingkaran industri musik.

Sinopsis

Rick (Paul Rudd) merupakan seorang pria paruh baya asal Kansas yang menetap di Dublin, Irlandia. Hidupnya cukup bahagia bersama istri dan putrinya, sembari menyambung hidup sebagai vokalis band spesialis pernikahan lokal bernama Bride & Groove.

Suatu malam, setelah tampil di sebuah acara mewah, Rick bertemu dengan Danny (Nick Jonas), seorang mantan bintang boy-band papan atas yang karier solonya sedang meredup dan tertekan oleh manajernya untuk mencetak lagu hit. Saat keduanya mabuk berat, mereka melakukan jam session semalam suntuk, dan saling berbagi ide. Rick memperdengarkan sebuah draf lagu personal yang telah ia simpan dan sempurnakan selama bertahun-tahun.

Beberapa bulan kemudian, Rick terkejut saat mendengar lagu miliknya telah rilis di radio sebagai single terbaru Danny, dan menjadi hit global, tanpa mencantumkan namanya sama sekali. Tanpa bukti hukum yang kuat, Rick bersama sahabatnya, Sandy (Peter McDonald), memulai misi nekat ke Los Angeles saat Danny melakukan konser, dan berusaha merebut kembali lagu tersebut. Berhasilkah Rick melakukan itu?

Penampilan Terbaik Paul Rudd dalam film

Paul Rudd menghadirkan akting yang luar biasa di film ini dan sangat emosional. Ia berhasil melepas persona jenaka yang selama ini ia tampilkan di banyak film, dan muncul sebagai sosok ayah yang terluka, frustrasi, dan perlahan tenggelam dalam obsesi pribadinya untuk menciptakan lagu hits yang membuatnya bisa membuktikan diri pada istri dan anaknya kalau ia bisa mencetak lagu terkenal.

Gelapnya industri musik jadi sorotan

Karakter Danny yang sebenarnya rendah hati, dan dipercaya Rick, ternyata mampu disetir oleh manajernya sendiri untuk menghalalkan segala cara agar mereka tidak diganggu oleh siapapun yang berpotensi merusak karir Danny. Carney berhasil memperlihatkan betapa gelapnya industri musik pop yang kerap melakukan hal tersebut.

Deretan lagu yang menarik untuk didengar
Lagu utama yang menjadi sengketa digarap dengan sangat apik oleh Gary Clark dan John Carney. Dengan judul How to write a song without you, lagu tersebut terdengar sangat magis saat dinyanyikan oleh Rick lewat versi akustiknya, dibandingkan versi pop komersial yang terdengar “ramai” saat dinyanyikan Danny. Wajar saja Danny ingin mempertahankan lagu tersebut dengan sekuat tenaga, tapi pengaruh manajernya membuatnya kehilangan akal sehat dan melupakan Rick.

Kesimpulan

Paul Rudd tampil luar biasa di film ini, yang sayangnya kurang bisa diimbangi Nick Jonas. Emosinya terlihat monoton dan tidak dalam, membuat momen yang seharusnya menjadi ajang adu akting terlihat tak seimbang.

Begitupun dengan karakter pendukungnya, karakter istri Rick (Marcella Plunkett) dan putrinya (Beth Fallon) terasa kurang digali. Padahal, dampak emosional dari obsesi Rick sangat memengaruhi keharmonisan keluarganya, terlebih anak perempuannya.

Kekurangan minor tersebut tak membuat Power Ballad kehilangan pesanannya. Film ini sangat hangat dan akan sangat berkesan bagi mereka yang berada di industri serupa. Bagaimana industri kreatif bisa diklaim oleh orang lain dalam sekejap dan kita tak mendapatkan hak kita sebagai pencipta.

John Carney lagi-lagi berhasil membawakan film musikal yang hangat dan akan membuat penonton terkesan dengan isu yang diangkat. Ia membenturkan dua dunia yang kontras: realitas musisi kelas pekerja yang tulus namun terlupakan, melawan mesin industri pop yang glamor namun haus validasi secara artifisial. Power Ballad mengajarkan bahwa pada akhirnya, keindahan sebuah karya bukan dinilai dari siapa yang memilikinya secara hukum, melainkan siapa yang meresapinya dengan hati.

Director: John Carney
Cast: Paul Rudd, Nick Jonas
Duration: 98 minutes
Score: 8.0/ 10

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top