Iterasi Superman yang Jauh Lebih Humanis dan Kaya Warna
“Your choices, your actions, that’s what makes you who you are.” – Jonathan Kent (Superman, 2025)
Salah satu film superhero terbesar tahun ini akhirnya sudah bisa kita tonton di semua bioskop Indonesia. Superman, superhero dari DC Comics yang juga menjadi judul film terbarunya kali ini. Film yang kini ditulis dan disutradarai oleh James Gunn, merupakan film pertama di DC Universe (DCU) yang diproduksi oleh DC Studios dan merupakan reboot kedua dari seri film Superman.
Film ini juga menandai era baru bagi David Corenswet yang sekarang berperan sebagai Clark Kent/Superman menggantikan Henry Cavill. Tentu saja, dengan narasi baru ala James Gunn yang sebelumnya sukses menggarap Guardians of the Galaxy 1-3 (2014-2023) dan juga The Suicide Squad (2021). Apakah film ini bisa sebaik Superman saat diperankan Henry Cavill? Kita ulas di bawah ini.

Sinopsis
Tiga tahun memerangi kejahatan di Metropolis, Superman (David Corenswet) telah menjadi tokoh lokal yang dipuja. Namun, tak seorang pun menyadari bahwa ia juga Clark Kent, seorang reporter di The Daily Planet yang diam-diam berkencan dengan rekan kerjanya, Lois Lane (Rachel Brosnahan), yang tahu identitas aslinya sebagai Superman.
Namun, kisah cinta ini terhenti sejenak oleh pertempuran Superman dengan miliarder teknologi Lex Luthor (Nicholas Hoult), yang tak henti-hentinya meyakinkan pemerintah AS bahwa alien ini adalah ancaman yang perlu dibasmi. Tak hanya Luthor, Superman juga disibukkan oleh konflik dua negara, Boravia yang suka berperang dan Jarhanpur yang damai dan kalah persenjataan.

Sentuhan menyentuh hati dan keanehan ala Gunn
Gunn dikenal karena kesuksesannya dalam menampilkan sekelompok orang aneh yang ramah tapi menghibur dan menjadi keluarga di Guardians of the Galaxy. Begitu pula saat ia mengerjakan The Suicide Squad yang ternyata mampu tampil berdarah-darah dan vulgar, sesuatu yang belum pernah ia lakukan di film sebelumnya.
Kini, di Superman, Gunn mencoba memadukan sentimen yang menyentuh hati dengan tontonan yang luar biasa dan rasa aneh yang mengesankan. Hasilnya? Superman hadir dengan ciri khas yang pernah dibawakan Gunn, walaupun tidak sekental film-film superhero yang pernah ia buat sebelumnya.
Permasalahannya ada di reboot film dengan plot rumit di balik narasinya. Mulai dari infiltrasi negara Boravia kepada Jarhanpur, serta rencana Luthor untuk mendiskreditkan Superman dan membalikkan masyarakat dunia agar melawan Superman. Selain itu, Gunn memperkenalkan beberapa superhero pendukung — termasuk Green Lantern/Guy Gardner (Nathan Fillion), Kendra Saunders/Hawkgirl (Isabella Merced), dan Mister Terrific (Edi Gathegi).
Superman yang lebih sederhana dan manusiawi

Corenswet mampu menghadirkan Superman yang jauh lebih humanis dan tampil sederhana bak orang pada umumnya. Agak berbeda dengan Hendy Cavill yang terlihat karismatik dan tegas. Superman sekarang juga terlihat rendah hati kepada sesama manusia, dan memastikan kalau orang di sekitarnya tidak ikut menjadi korban saat ia sedang bertarung. Wajar jika sekarang Superman dianggap remeh oleh warga Metropolis, hingga ia melewati cobaan yang akan menantang citra dirinya sebagai alien dari Planet Krypton, dan akhirnya bisa muncul sebagai pahlawan yang lebih percaya diri dan tegas.
Ada latar belakang menarik yang belum pernah dihadirkan di film-film Superman sebelumnya terkait eksposisi dirinya dari Planet Krypton. Kejutan menarik ini memang cukup mengharukan menjelang konklusi, dan James Gunn memang ahlinya dalam menangani karakter orang buangan dan orang yang gagal, dan, secara brilian Gunn juga mempunyai perspektif yang sama terhadap Superman.
Ciri khas Gunn hadir lewat tone warna berbeda
Melihat Superman terbaru, yang paling nyata terlihat adalah tone warnanya yang kini lebih cerah dengan agak kekuningan. Berbeda dengan Superman sebelumnya yang cenderung gelap. Ciri khas Gunn lainnya yang dapat terlihat dari makhluk-makhluk aneh nan cantik yang muncul secara acak — belum lagi semburat warna visual yang memukau dan dunia alternatif yang trippy.
Beberapa jokes yang dihadirkan terkadang berhasil, selebihnya tidak berhasil. Kehadiran Krypto yang menggemaskan juga memberikan hal serupa. Begitupun dengan karakter pendukung lainnya seperti Lois Lane (yang adegan ciumannya agak terlalu banyak di film ini), dan orang-orang di Daily Planet yang hanya sekedar tempelan belaka dan kurang mendapat screentime lebih.
Kesimpulan
Membahas siapa Superman terbaik memang tak akan ada habisnya. Christoper Reeve tetap jadi Superman abadi, namun David Corenswet memberi penampilan terbaiknya dengan treatment James Gunn yang membuat Superman sekarang lebih humanis, punya kelemahan, dan juga jiwa kepahlawanan tanpa batas untuk menolong sesama manusia.
Director: James Gunn
Cast: David Corenswet, Rachel Brosnahan, Nicholas Hoult, Edi Gathegi, Anthony Carrigan, Nathan Fillion, Isabela Merced
Duration: 129 Minutes
Score: 7.4/10