Perjuangan Seekor Kambing untuk Menjadi Bintang Besar Roar Ball
“My mom told me that if anyone could change the game, it was me, and I want her to be right!” — Will Harris (GOAT, 2026)
Film animasi terbaru dari Sony Pictures Animation berjudul unik GOAT ini akan memanjakan pecinta olahraga bola basket yang di film ini disebut roarball, yang jauh lebih intens dengan kontak fisik ekstrem. Namun, film ini tidak menonjolkan wujud manusia melainkan lewat sosok binatang yang beragam dan menarik perhatian kita.

Sinopsis
Will Harris (Caleb McLaughlin), seekor kambing kecil yang bermimpi menjadi GOAT atau yang “Terhebat Sepanjang Masa” versi Roarball, versi bola basket namun dengan intensitas tinggi dan kontak fisik penuh yang biasanya didominasi oleh predator besar. Tapi Will yang bekerja sebagai pengantar barang di kota Vineland, hidupnya mendadak berubah ketika sebuah video dirinya menantang bintang sombong Mane Attraction (Aaron Pierre) menjadi viral.
Untuk meningkatkan penjualan tiket, pemilik tim Vineland Thorns yang sedang kesulitan, merekrut Will ke tim tersebut yang ada idolanya sejak kecil, Jett Fillmore (Gabrielle Union), yang selalu meremehkan “orang-orang kecil” yang bermain dalam permainan tersebut.
Saat Thorns berupaya meraih gelar juara pertama mereka, tim menghadapi gesekan internal dan ancaman yang mengintai: pemilik berencana menjual tim dan memecat semua pemain jika mereka tidak menang melawan Magmas. Berhasilkah Thorns mengalahkan Magmas?

Visualisasinya penuh warna, mengingatkan kita pada Spider-verse
Melihat GOAT mengingatkan kita pada animasi Sony Pictures sebelumnya, waralaba Spider-Verse yang memadukan CGI 3D dengan 2D dan tekstur background yang penuh warna bak lukisan cat air. Tak hanya visualisasinya yang keren, tampilan lapangan roarball nya juga sangat catchy dan dinamis. Bagaimana tidak? Lapangan ini bisa berubah sewaktu-waktu sesuai atmosfer di situ, misalnya seperti es dan lava yang permukaannya bergerak secara fluktuatif.
Narasinya bermain aman dan mudah diikuti semua kalangan
Secara umum, narasi GOAT berada di lingkup animasi anak-anak yang cenderung mudah diikuti semua jenis usia. Plotnya pun banyak ditemui di banyak film bertema sport yang poin-poinnya menjadi dasar sebuah tim underdog, yang selalu kalah namun bangkit lagi dan meraih apa yang mereka inginkan. Tipikal animasi yang bermain ‘aman’ dan tidak ingin berbelit-belit seperti Spider-Verse yang selalu menyimpan kejutan di balik narasinya.

Kesimpulan
Secara keseluruhan GOAT tampil memikat hingga akhir. Narasinya mudah diikuti oleh semua umur tanpa kecuali, visualisasinya penuh warna dan pengisi suaranya juga tampil baik dan bisa menyatu dengan karakternya. Caleb McLaughlin yang mengisi suara Will tampil solid dengan intonasinya terdengar tulus dalam menghadapi semua ujian yang datang pada dirinya.
Sementara itu, Gabrielle Union juga tampil memikat sebagai Jett, pemain veteran Thorns yang ada di puncak karirnya namun memiliki masalah dengan pemain yang tidak selevel dengannya. Semua konflik tersebut menjadikan semua karakter ini begitu berwarna dalam menarasikan film ini hingga akhir.
Director: Tyree Dillihay
Co-Director: Adam Rosetta
Director: Tyree Dillihay
Co-Director: Adam Rosetta
Cast: Caleb McLaughlin, Gabrielle Union, Stephen Curry, Nicola Coughlan, Nick Kroll, David Harbour, Jenifer Lewis, Aaron Pierre, Patton Oswalt, Andrew Santino, Bobby Lee, Eduardo Franco, Sherry Cola, Jelly Roll, Jennifer Hudson.
Duration: 100 minutes
Score: 7.5/10