Kembalinya Era Pencurian Klasik yang Mampu Mencuri Perhatian Penonton
“There comes a moment when you realize you don’t have as much time as you thought you had” – Mike (Crime 101, 2026)
Bioskop Indonesia kali ini kedatangan film heist yang bisa dikatakan terbaik untuk tahun 2026. Hadir dengan judul Crime 101, film ini banyak menerima ulasan positif dari para kritikus, dan dibuktikan dengan peringkat Certified Fresh sekitar 86%–89% di Rotten Tomatoes. Crime 101 disutradarai oleh Bart Layton dan dialihwahanakandari novel karya Don Winslow.
Sinopsis
Berlatar di Los Angeles, Mike Davis (Chris Hemsworth), seorang pencuri perhiasan ulung yang sangat disiplin, selalu melakukan aksinya di sepanjang jalan tol 101 dengan kode etik ketat yang tak dimiliki pencuri lainnya, yang ia sebut sebagai “Crime 101”. Kode etik ini mengharuskan ia menghindari kekerasan dan jejak DNA, sehingga aksinya sulit dilacak oleh polisi.

Saat merencanakan pencurian besar terakhirnya, Mike bersinggungan dengan Sharon Combs (Halle Berry), seorang pialang asuransi yang sedang mengalami krisis dalam hidupnya. Meskipun polisi menduga perampokan tersebut adalah ulah kartel Kolombia, Detektif Lou Lubesnick (Mark Ruffalo) memiliki firasat berbeda. Lou yakin bahwa semua aksi ini dilakukan oleh satu orang jenius dan ia mulai mengejar Mike dengan gigih berdasarkan informasi dari Sharon.
Namun, situasi berubah semakin berbahaya ketika seorang pencuri lainnya yang bernama Ormon (Barry Keoghan) mulai memburu Mike dengan cara brutalnya, memaksa Mike untuk keluar dari zona nyamannya, dan melakukan apa yang harus ia lakukan.
Deretan aktor bintang adalah aset terkuat film ini. Chris Hemsworth terkenal karena penampilannya yang lebih rentan dan “berlapis” sebagai seorang pencuri Mike Davis, sementara Mark Ruffalo digambarkan sebagai detektif yang “berantakan namun cerdas”. Barry Keoghan muncul sebagai scene stealer karena memerankan kompetitor Mike yang mudah terpancing amarah dan sering bertindak brutal.

Nuansanya mengingatkan kita pada Heat
Sebagai film heist, nuansanya mengingatkan kita pada Heat (1995), karya Michael Mann yang legendaris dan dipuji luas sebagai film thriller heist terbaik di era 90an. Tak hanya sekedar aksi, tapi juga menggunakan kecerdasan antar personal dalam mengejar dan menghindari kejaran satu sama lain dengan cara yang sangat brilian.
Hal ini juga juga terlihat jelas di Crime 101, di mana empat karakter berbeda mempunyai perannya masing-masing dalam aksi pencurian, baik yang terlibat langsung ataupun tidak. Chris Hemsworth tampil dingin dalam perannya sebagai Mike yang taat pada aturan. Sementara Detektif Lou yang walau tampak bodoh, menggunakan kecerdasannya dalam mengungkap pencurian. Sementara Ormon muncul sebagai subplot yang menghentak dan mampu mengimbangi plot utamanya hingga konklusi.
Aksi car chase yang liar dan deduksi cerdas di ending
Salah satu yang membuat film ini keren adalah adegan kejar-kejarannya yang sangat liar dan seolah tanpa koreografi. Terutama saat adegan kejar-kejaran Mike yang menggunakan mobil dengan Ormon yang menggunakan motor trail yang teramat intens.

Adegan lainnya yang keren adalah menjelang konklusi dalam pencurian terakhir yang melibatkan tiga karakter utama yang kehadirannya sama sekali tidak diketahui satu sama lain. Sebuah penutup cerdas yang seolah menghubungkan Sharon dengan Mike dan Lou yang selama ini belum bertemu di adegan sebelumnya.
Kesimpulan
Crime 101 tampil sangat apik sebagai sebuah film heist yang tak hanya solid narasinya, tapi juga menghadirkan aksi yang menegangkan di tiap menitnya. Walaupun agak slow pace di awal film, dengan durasi 139 menit anehnya kita tidak akan merasa bosan dengan suguhan aksi dan adu kecerdasan di antara karakter utamanya, yang juga ditutup dengan indah.
Director: Bart Layton
Cast: Chris Hemsworth, Mark Ruffalo, Barry Keoghan, Monica Barbaro, Corey Hawkins, Jennifer Jason Leigh, Nick Nolte, Halle Berry.
Duration: 139 minutes
Score: 9.0/10