Review Comic 8 Revolution: Santet Kabinet (2025)

“Ini adalah serangan menteri, wakil menteri sejak tahun 2016,” – Oki (Comic 8 Revolution: Santet Kabinet, 2025)

Dendam Kesumat Dua Dukun yang Mencoba Menggulingkan Pemerintahan

Lama tak mendengar kelanjutan film ini, tiba-tiba tepat di malam Natal pada tanggal 24 Desember 2025, Comic 8 Revolution: Santet Kabinet akan rilis serentak di Indonesia. Waralaba Comic 8 memang mempunyai sejarah panjang yang dimulai sejak Comic 8 (2014), Comic 8: Casino Kings Part 1 (2015), dan Comic 8: Casino Kings Part 2 (2016) yang ketiganya disutradarai Anggy Umbara.

Kini di tangan Fajar Bustomi, film terbarunya hadir dengan judul Comic 8 Revolution: Santet Kabinet, sebuah judul yang terdengar provokatif dan multi tafsir. Posternya yang terlihat sangat unik, mengingatkan penulis pada film silat rilisan Shaw Brothers yang populer di Hongkong pada era 60an hingga awal 90an. Namun menilik dari narasinya, film ini ternyata menyimpan sesuatu yang unik dan belum pernah dimunculkan di film2 sebelumnya.

Sinopsis
Berbekal dendam masa lalu, sepasang dukun, Ki Bagus (Andre Taulany) dan Ni Gendis (Hesti Purwadinata) berencana menguasai negara dengan cara menyantet presiden dan kabinetnya. Dengan bantuan sebuah tengkorak sakti, mereka berhasil menyantet seorang wakil menteri, tapi belum mampu menyantet presiden. Mereka membutuhkan 8 tumbal untuk membuat rencana itu berhasil. Negara menugaskan Pakde Indro dan Oki dari Badan Intelejen Republik (BIR) untuk mencegah Ki Bagus dan Ni Gendis. Pakde Indro dan Oki mengumpulkan 8 agen dan menyusupkan para agen sebagai asisten rumah tangga untuk sang pasangan dukun.

Para komika menjadi bintang utama

Bukan Comic 8 namanya kalau tak dipenuhi komika di dalamnya. Sejumlah komika senior seperti Indro Warkop, Mongol Stress, Cak Lontong ikut menemani Andre Taulany dan Hesti Purwadinata yang di film ini didapuk sebagai pemeran utama. Tak hanya mereka, Kiky Saputri, Oki Rengga, Indy Barends, Adjis Doaibu, Dicky Difie, dan Mister Aloy membuat film ini kian pecah lewat jokes dan kemunculan mereka yang tiba-tiba.

Namun yang membuat Santet Kabinet ini berbeda adalah kehadiran 11 komika muda yang lolos audisi Comic 8 Revolution, dan dimasukkan sebagai peran pendukung yang sangat krusial dalam film ini. Hadirnya mereka memberi warna tersendiri dalam alur cerita dan memberi panggung untuk mereka saat beradu peran dengan komika senior.

Narasinya lintas genre yang cukup menghibur
Adhitya Mulya yang menulis naskah film ini, berhasil memberi screen time yang cukup seimbang antara para komika muda ini dengan para seniornya. Tak mudah membagi adegan dengan banyak cast dengan durasi yang sangat ketat, dan peran penulis yang sangat krusial, juga nampak saat memberi kilas balik yang cukup relevan dari dua karakter utamanya yang terasa masuk akal.

Tentu saja dengan bumbu-bumbu komedi slapstick, action ala kungfu dan wuxia yang memang sengaja diimplementasikan dengan jurus-jurus sihir penuh warna. Sebuah treatment menarik yang jarang dijumpai di film Indonesia dan dipastikan hal ini akan menghibur penonton yang melihatnya.

Kesimpulan
Comic 8 Revolution: Santet Kabinet memberi warna baru dalam perfilman Indonesia, khususnya komedi. Dengan cast yang dipenuhi komika, film ini diharapkan mampu menghibur penonton lewat sajian khas Comic 8 yang selama ini telah lekat di hati penonton setianya. Sajian humor slapstick yang dipadukan dengan aksi ala wuxia dan fantasi, membuat film ini tampil beda dan berbeda dari para kompetitornya.

Director: Fajar Bustomi
Cast: Andre Taulany, Hesti Purwadinata, Indro Warkop, Oki Rengga, Indy Barends, Mister Aloy, Dicky Difie, Mongol Stres, Kiky Saputri, Adjis Doaibu, Cak Lontong, Mo Sidik
Duration: 100 minutes
Score: 7.5/10

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top