Angkara Murka disutradarai Eden Junjung dan akan rilis serentak di Indonesia pada 25 Mei 2025
Film ini dibintangi Raihaanun, Simhala Avadana, Whani Darmawan, Rukman Rosadi, dan Aksara Dena
Sebagai satu-satunya perwakilan Indonesia yang akan tayang di Far East Film Festival (FEFF) 2025 di Udine, Italia, dan akan tayang di Indonesia pada 25 Mei 2025, film Angkara Murka merilis poster dan trailer terbarunya dalam press conference yang diadakan di Jakarta (24/4). Film debutan dari sutradara Eden Junjung ini juga masuk dalam nominasi White Mulberry Award untuk Best Debut Feature, penghargaan yang diberikan kepada film debut terbaik dari Asia.
Eden Junjung sebelumnya terkenal dengan beberapa film pendeknya yang tayang di festival internasional seperti Flowers in the Wall (2016), Happy Family (2016), Bura (2019), dan The Intrusion (2022). Kini dalam film terbarunya yang hadir dengan judul internasional Mad of Madness ini mengusung genre horor dengan sentuhan spiritual dan psikologis, yang dihadirkan lewat kerasnya pertambangan pasir dan gelapnya hutan.
Trailer terbaru ini mengisahkan Ambar (Raihaanun) yang terpaksa bekerja di tambang pasir bersama anak lelaki satu-satunya setelah suaminya menghilang secara misterius. Yang menarik adalah sesosok entitas bermata merah dalam gelapnya gua yang tampaknya menginginkan tumbal dari pekerja tambang tersebut.
Sebelum tampil di Udine, Angkara Murka terpilih dalam NAFF It Project Market di Bucheon International Fantastic Film Festival (BiFan) 2024 di Korea Selatan, salah satu ajang film bergenre paling bergengsi di Asia.
Eden Junjung selaku sutradara juga menyampaikan, “Kita ingin membuat film horor, tapi kita ingin ada sisi sosial dan humanisnya di sini. Itu juga yang membuat kita sepakat ingin membuat film berlatar tentang tambang, dengan keadaan sosial yang ada di sekitar kita. Melalui film ini mungkin kita bisa sampaikan kepada masyarakat luas, bahwa ada sesuatu loh yang mungkin disitu tidak terbaca sebelumnya. Dan melalui film ini mereka akan sendiri banyak tahu bahwa ada kejadian-kejadian seperti itu. Jadi akan ada konflik yang luar biasa di dalamnya.

Raihaanun sebagai satu-satunya pemeran perempuan dalam Angkara Murka juga memberi pujiannya pada film ini, “Saya dari dulu ingin bekerja sama dengan Mas Ifa, juga sama Forka, dan melalui kesempatan ini, tanpa melihat dari genrenya, saya tertarik, dan lebih tertarik lagi saat mengetahui kalau saya menjadi satu-satunya pemeran perempuan di film ini. Jadi ada sesuatu yang ingin diceritakan dalam film ini. Bukan hanya sekedar kemewahan, atau kekerenan secara visual tapi ada arti tersendiri yang ketika ditonton akan dicapai oleh audiens.”
Sebagai penutup, Ifa Isfansyah selaku produser Angkara Murka dalam press conference juga memberikan harapan, “Hari ini, menegangkan buat saya, karena per hari ini perjalanan film ini untuk bertemu penontonnya akan dimulai sampai tanggal yang kita umumkan segera. Film ini sudah kita produksi beberapa waktu lalu, dan saya tak sabar ingin mempersembahkannya pada penonton. Film yang menurut saya penting ini bertemu dengan penonton film Indonesia yang sekarang ini industrinya sedang bagus-bagusnya.”
Angkara Murka disutradarai dan ditulis naskahnya oleh Eden Junjung, serta diproduseri Ifa Isfansyah dan diperankan oleh Raihaanun, Simhala Avadana, Whani Darmawan, Rukman Rosadi, dan Aksara Dena. Film ini akan tayang serentak di Indonesia mulai 25 Mei 2025.